Pidato Seorang Guru di Akhir Masa Tugasnya

M Shoim Anwar Anak-anakku tercinta sudah berpuluh tahun aku mengabdi pada negara pun kepada kalian semua hari ini adalah masa terakhir sebel...


M Shoim Anwar


Anak-anakku tercinta
sudah berpuluh tahun aku mengabdi pada negara
pun kepada kalian semua
hari ini adalah masa terakhir sebelum tugas itu purna
syukur tak terhingga karena semua kewajiban terlaksana
meski umur menua dan tubuh tak lagi seperkasa muda
ingatan dan kesaksianku masih sehat adanya
kepadamu semua kupesankan sebagai amanah
untuk kalian laksanakan pada saatnya
menjalani hidup bernegara ke depan masa
mengajak kebaikan tentu banyak jumlahnya
tapi memerangi kemungkaran banyak yang tak berani bersuara
Anak-anakku semua
di depan kelas aku berada dari pagi hingga sore tiba
mengajarkan tentang hidup dalam tata bernegara
juga ideologi, konstitusi, serta perjalanan sejarahnya
saat melihat kakak-kakakmu sukses aku bangga
menjadi pengusaha, tenaga ahli, maupun pejabat negara
menjadi apa pun tak masalah jika takdir telah bertitah
asal tak mengurangi harkat dan martabat sebagai manusia
hidup menjadi bermakna dapat bermanfaat untuk sesama
memegang teguh akhlak mulia dalam hidup berbangsa
membangun peradaban baru sebagai bangsa bekas terjajah
menyingkirkan jauh-jauh sikap serakah dan menghisap sesama
berkarya tak mengenal lelah di segala bidangnya
karena kemerdekaan harus diisi secara nyata
Anakku-anakku yang terkasih
tahukah kalian bahwa hatiku juga bisa merasa perih
bertahun menempuh pendidikan di sekolah ini
telah aku sampaikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap terpuji
bahkan butir-butir pengamalan tiap sila dari ideologi
telah dihafal di luar kepala dari biji ke biji
sekian banyak muridku, kakak-kakakmu terdahulu itu pasti
banyak yang mendapat amanah menjadi pejabat negeri
mengelola sumber-sumber kehidupan dan ekonomi
juga menjadi wakil rakyat sebagai amanah konstitusi
tapi di antara itu apalah yang terjadi
Anak-anakku semua
kalian sudah dewasa
sebagian besar sudah punya hak suara
ikut menentukan arah pembangunan bangsa
bisa membedakan mana yang boleh dan tidaknya
informasi melalui teknologi menyebar ke mana-mana
kalian tahu karena bukan lagi rahasia
bagaimana ada abdi negara omong seenaknya
ada yang berkelit-kelit sampai tak masuk logika
diikuti para pendukung yang menjilatinya
melalui media sosial mencaci dan menghina
seperti para penganggur di terminal bus kota
aku mengelus dada
Anak-anakku ketahuilah
dalam kitab suci banyak dikisahkan kejadian dalam sejarah
mereka yang ingkar menjadi celaka akhirnya
sejarah adalah pengalaman berharga
ditulis dan diingat agar langkah ke depan lebih bijaksana
penyelewengan ideologi negara membuat kita berdarah-darah
waspadalah terhadap yang ingin mengulang agenda
sambil bernafsu menghapus catatan dan jejak sejarah
buku-buku yang kalian pelajari mau dirombak isinya
sila-sila hendak diperas seperti ampas kelapa
diselundupkan kaki tangan mengatasnamakan amanah
selintutan ketika ketahuan belangnya
Anak-anak yang kubangga
jadilah generasi yang beriman dan bertaqwa
pegang teguh keyakinan dan agama sebagai pilar nyawa
hormati dan jangan menista jika ada yang berbeda
agama bukan aksesori yang bisa ditanggalkan sesuai selera
jangan dicampur-campur hanya ingin dikatakan toleran oleh tetangga
bukan radikal jika menjaga marwah keimanan dalam dada
itu harga mati yang harus kita bawa mati pula
jika yang satu ini kita bisa lulus menjalankan
urutan berikutnya pasti tak akan mengecewakan
dan jika yang satu ini kalian tabrak-tabrakkan
percayalah pengamalan yang lain pasti berantakan
Anak-anakku adalah penyambung generasi
kemanusiaan, keadilan, dan peradaban mencari bukti
kalian telah ketahui apa yang marak terjadi
hak orang lain, apalagi untuk rakyat yang menderita, jangan dikorupsi
kurang apa jika sudah jadi menteri
disodorkan partai untuk duduk di kursi atas nama konstitusi
menjadi pejabat negeri yang harus melayani kami-kami
digaji dari keringat rakyat yang menetes tiada henti
masih juga mencuri untuk diri dan kelompok sendiri
Jika keadilan hanya sebatas slogan dan omongan
tatanan akan menjadi reruntuhan
hukum hanya dikenakan pada orang kecil yang tak punya bekingan
sedang mereka yang dekat dengan kekuasaan dibiarkan menjarah dan kelayapan
disembunyikan agar tak diproses dalam lembaga peradilan
para penegak hukum yang lurus dicelakakan
bermain sandiwara kayak oprah sabun murahan
agar tetap bisa mengeruk kekayaan dan alam habis-habisan
dibuat bancaan hingga membuat anak cucu kalian tak kebagian
yang tersisa hanya ampas dan limbah membahayakan
peradaban musnah karena keserakahan
Anak-anakku harapan bangsa
kukuhlah menjaga persaudaraan
eratkan gandengan dalam kebangsaan
menuju cita-cita kemerdekaan
jika ada yang jegal-jegalan ingin kekuasaan
mencari-cari kesalahan dari yang dianggap lawan
menabur fitnah untuk menjatuhkan
pastilah itu bukan sikap negarawan
kecurangan pasti akan meruntuhkan ke lembah kenistaan
pun jika ada yang terlalu ambisi dengan jabatan
menempuh segala cara untuk mendapatkan
maka semakin takut mereka kehilangan
di sinilah sumber kemungkaran
dikira ketenteraman dapat diukur dengan jabatan
Anak-anakku penerus negeri
jika kalian mendapat amanah untuk mewakili
tugas itu akan kalian pertanggungjawabkan di hadapan ilahi
suarakan kebenaran dan kenyataan yang terjadi
jangan dimonopoli untuk kepentingan kelompok sendiri
atau diplintir-plintir menganggap rakyat tak mengerti
lupa dari mana dan kepada siapa kalian bisa menjadi
cita-cita adil makmur ada dalam konstitusi
adil dan makmur harus untuk semua anak negeri
kemakmuran itu berakar pada keadilan sebagai inti
kekayaan negeri tidak menjamin kemakmuran terjadi
jika keadilan sosial dikebiri oleh yang menguasai
selama hidup kita akan berada dalam dunia mimpi
Sebagai akhir pesan anak-anakku
sengaja aku lecutkan kata-kata ini
mungkin terasa keras seperti belati
agar menjadi pengingat hingga kalian mati
apa yang kalian tanam itulah yang akan kalian tuai
sikap, perbuatan, dan harta benda yang kalian miliki
tidak berhenti pada kalian sendiri
kepada anak-anak yang akan kalian lahirkan nanti
renungkan harta benda dari mana yang kalian pakai menghidupi
jika dari hasil keserakahan dan keculasan untuk menafkahi
mereka akan menjadi para bajingan negeri
Sekian anak-anakku
Mohon maaf jika ada yang tak berkenan di hati
semoga kalian tetap menjadi generasi beriman dan bertakwa pada ilahi
menjadi generasi yang peduli pada sesama anak negeri
terus belajar, berusaha, dan berdoa dengan hati bersih

Surabaya, awal oktober 2021


POSTING PILIHAN

Related

Utama 184913841896193831

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item