Pesan-Trend Kehidupan


Oleh : Fendi Kaconk

Dalam pandangan umum yang mengakar dalam kebudayaan masyarakat muslim Indonesia khususnya masyarakat Madura, lebih khusus lagi masyarat di kampong tempat saya tinggal, sudah sangat kental dengan kebiasaan mengirim anaknya yang sudah memasuki usia sekolah hingga remaja untuk belajar ke salah satu lembaga pendidikan yang oleh mereka diyakini adalah tempat paling tempat untuk menggembleng putra mutri mereka dengan ilmu agama dan akhlak yang akhirnya dikenal secara universal: Pondok Pesantren.

Pada intinya, kebiasaan ini adalah tuntutan dan tuntunan dari sabda Nabi Muhammad yang kalau tidak salah artinya adalah : tuntutlah ilmu dari sejak keluar dari dalam kandungan sampai ke liang lahat. Pesan yang tersirat dari tuntunan kewajiban mencari ilmu itu senyatanya bisa ditafsirkan secara sederhana adalah sejak diberi napas sampai hilangnya napas.

Keutamaan menuntut ilmu bisa direkatkan sebagai alat untuk menjalani hidup dan berkehidupan yang selaras dengan tuntunan agama, Tuhan dan Rosul-Nya. Sehingga diharapkan menjadi insan yang islami, beriman dan insan yang ihsan.

Maka, pesan (ilmu) yang didapat dari pesantren tersebut menjadi pohon yang rindang yang siap menjadi payung bagi dirinya sendiri lebih-lebih menjadi pohon yang rindang tempat para salik dan pencari keteduhan untuk berteduh dalam mencapai tujuannya yaitu menjadi penerus insan yang rahmatal lil alamin.

Trend ini semakin berkembang pesat meski terus mengalami kebergeseran paham dan makna yang lebih luas serta lebih dalam lagi, pesantren tak cuma dilingkari sebagai garis teretorial semata tetapi semakin mengecil menjadi diri sendiri secara bathiniah dan meluas sebagai keharusan menjadi pelestari, menjadi juru bangun, juru kabar selamat kepada ruang dan waktu, kepada semua jenis penciptaan untuk sama-sama memandang kepada tujuan yang sama yaitu Tuhan. Segala ciptaan sejatinya terus belajar menujuNya.

....

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 5311112981235298605

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item