Makrifat Cinta

 
Habibullah Salman
.

Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati

Tidak jelas siapa yang mengarang pantun di atas. Ia menjadi sangat populer karena diksinya yang pas dan isinya yang sedikit benar. Saya katakan sedikit benar karena cinta bagaimanapun awalnya berasal dari keindahan fisik. Keindahan fisik hanya bisa ditangkap dengan pandangan mata. Akan tetapi tidak semua yang indah fisiknya membuat orang jatuh cinta. Karena ternyata ada orang yang fisiknya tidak bagus, namun sebagian orang tergila-gila.

Tahukan kisah Qais? Raja ingin tahu seperti apa Laila yang bikin Qais itu gila, sehingga wanita itu dibawa menghadap ke kerajaan. Betapa terkejut sang raja karena Laila tidak secantik yang dia bayangkan.Banyak dayang kerajaan yang lebih cantik daripada Laila.

Qais tersenyum dan berkata,"Semua orang hanya senang menikmati wadah, namun aku lebih memilih isinya". Artinya, Laila secara fisik tidak elok dipandang mata, di balik fisik Laila tersimpan keindahan yang luar biasa.

Juga menurut psikologi, cinta yang berasal dari pandangan adalah khas pria. Untuk wanita, cinta berasal dari telinga. Cinta pria bersifat visual sementara wanita lebih ke bersifat audio. Karena itulah, kata psikolog, pria sangat senang melihat wanita cantik sedangkan wanita sangat senang mendengar rayuan-rayuan gombal. Pria lebih senang kepada wanita yang pintar berdandan sementara wanita lebih memburu pria-pria gombal.

Seperti itukan cinta terjadi? kadang-kadang ia. Tidak bisa dipungkiri. Namun mari kita membahasnya lebih hakikat lagi. Kita cari apa yang sebenarnya membuat hati orang lain terketuk, tergetar, terbuka dan jatuh cinta kepada kita.

Orang Yunani memiliki mitos bahwa awalnya jiwa manusia itu utuh. Karena menentang dewa, jiwa manusia di belah dua. Sebelah jiwa ditaruh ke dalam tubuh pria. Yang satunya diberikan kepada tubuh wanita.

Sebab itu, para jomblo hidupnya sering gelisah karena dirinya tidak utuh. Mereka mengembara ke sana ke mari untuk belahan jiwanya. Mereka berkenalan dengan banyak lawan jenis hanya untuk memastikan satu di antara mereka yang menyimpan belahan jiwanya. Nah, ketika belahan jiwanya ditemukan, keduanya saling memadu dan menyatu. Serasi.

Herannya ada hadis Nabi yang isinya mirip dengan mitos tersebut. Beliau bersabda bahwa jiwa manusia adalah tentara-tentara Allah. Jika satu jiwa bertemu dengan jiwa yang lain dan keduanya akur, maka kedua jiwa itu menyatu. Jika kedua jiwa itu tidak akur, maka akan saling bertolak belakang.

Imam al-Gazali memberikan penjelasan metaforis terhadap hadis tersebut: semua jiwa manusia memiliki padanan di Arsy. Semua jiwa manusia berkelana mengitari Arys. Ketika di 'Arys satu jiwa bertemu dengan jiwa yang lain, maka jiwa yang ada di dunia akan bertemu pula dengan jiwa satunya.

Jika kedua jiwa tersebut saling serasi, maka begitu pula jiwa yang ada di dunia. Ringkasnya, jiwa-jiwa kita di dunia tergantung dengan jiwa-jiwa di Arys sana. Kepada siapakah kita akan jatuh cinta juga tergantung dengan jiwa siapa jiwa kita bertemu di Arsy sana.

Ini hanyalah penjelasan metaforis demi menyederhanakan konsep bahwa hati setiap manusia ada dalam genggaman Allah. Kapan kita akan jatuh cinta dan hati siapa akan jatuh luluh dan terbuka untuk menerima kita, sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah. Hati kita berada di dua jemari Allah yang dengan mudah Allah bolak-balikkan.

Jangan hanya urusan cinta yang sifatnya tidak begitu fundamental, urusan akidah yang sangat fundamental, Allah yang mengatur.

Rasulullah tidak bisa membuat hati orang berubah, apalagi kita. Allah yang mengubah. Bahkan Allah berkata dengan tegas,"Jika engkau kerahkan semua yang ada di muka bumi, sedikitpun tidak akan melunakkan hati orang".

Atau dalam bahasa kita,"Kendatipun kita tampilkan ketampanan dan kecantikan kita, rayuan, mobil terbaru, kepintaran, gelar dan semua hal istimewa yang kita punya, mustahil bisa mengetuk dan melunakkan hati orang".

Karena hanya Allah yang bisa melunakkan hati orang, maka cara utama untuk mendapatkan cinta adalah melalui Allah. Gunakan segala cara agar Allah melunakkan hati seseorang untuk kita. Lewat selaksa doa. Lewat wasilah amal kebaikan dan juga melalui – ini yang terpenting – keyakinan yang sangat kuat bahwa hanya Allah yang bisa membantu kita mendapatkan cinta.

Inilah makrifat cinta.

Wallahu A'lam

 Sumber tulisan aku FB Habibullah Salman.

 


POSTING PILIHAN

Related

Utama 5006284612073132356

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item