Vaksinasi, Langkah Awal Menyongsong Masa Depan


 Maimun Main
·

Di saat yang lain kabur, dia datang dengan suka rela memberikan lengannya untuk di sentuh oleh jarum suntik. Ketika sebagian kabur karena mendapat kabar bakal ada vaksinasi massal di desanya, dia justru bangkit dan datang dengan senang hati untuk mendapat jatah vaksinasi.

Untuk sebagian orang atau kalangan, vaksinasi adalah pintu awal menuju kematian, tapi tidak baginya. Vaksinasi justru langkah awal menyongsong masa depan lebih sehat dan berguna bagi nusa dan bangsa. Vaksinasi baginya bukan menjadi momok yang menakutkan, tapi justru menjadi "mommo" yang enak dimakan di kala waktu santai dengan racikan daun kelor plus rempah-rempah tradisional.

Dia termasuk sosok yang berani melawan arus 'mainstream" dari "massa" yang berkeyakinan bahwa vaksinasi adalah permainan orang elit dengan campur tangan pihak asing. Namun, menurutnya tidak demikian. Vaksinasi adalah suatu kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus sekaligus langkah medis untuk segera memberhentikan adanya pandemi di negeri ini secara khusus dan seluruh dunia secara umum.

Sosok dengan karakter "out of the box" ini-lah yang justru bisa menjadi oase ditengah "kekeringan" kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dia dengan bangga meng-upload foto ini di story WA-nya. Hanya dengan cara ini, mereka yang tidak percaya vaksin bisa terbuka hatinya, bahwa vaksin sama sekali tidak memiliki efek negatif bagi kesehatan tubuh manusia, apalagi sampai berkesimpulan vaksin membuat kita mati. itis wrong!

Apakah keputusan untuk divaksin tidak mendapat pertentangan dari keluarga atau orang terdekatnya? Apakah ketika dia menyebarkan foto ini sama sekali tidak dikritik atau bahkan dihujat oleh orang lain?

Semua pertanyaan diatas tentu ada, tetapi tidak sampai kepada level dia mengurungkan niat untuk menerima vaksinasi. Dengan "bismilah" tentunya dia berangkat ke balai desa dan disana dia di sambut dengan hangat oleh team medis untun menerima vaksin.

Sama sekali tak ada raut wajah ketakutan yang tampak di wajahnya. Dia enjoy menjalani proses ini. Bahkan dari saking enjoynya dia masih bisa tersenyum dibalik masker yang dipakainya. Sungguh ini membuktikan bahwa proses vaksin baginya amat sangat menyenangkan dan enak rasanya.

Rumor yang selama ini soal vaksin yang menakutkan terbantah dengan sendirnya ketika saya melihat dia masih bisa tersenyum di poto ini. Meskipun saya masih belum sempat berbincang langsung dengannya, tapi saya dapat menarik kesimpulan bahwa baginya vaksinasi sama sekali tidak menyakitkan.

InsyaAllah cerita ini akan semakin panjang, andai ada takdir saya bisa bertemu dengannya. Sayang seribu sayang, kita masih belum sempat bersua. Dengan kesibukan dia sebagai mahasiswa di semester akhir bersua dengan kesibukan saya sebagai "kuli" pendidikan, alhsil, kita sulit untuk sekedar ngopi bersama.

Tapi semoga dalam waktu dekat kami bisa bertemu dan timing-nya tepat. Saya akan mengulas tuntas kisah dibalik vaksinasi yang beliau terima. InsyAllah akan dimuali dari pertanyaan, kenapa sampean mau melakukan vaksinasi ini, sampai kepada pertanyaan, bagaimana komentar orang terdekatnya menanggapi keputusannya ini?

Dan yang pasti beliau butuh waktu yang tepat dan butuh redaksi kalimat yang mapan untk memberikan edukasi kepada pihak yg mencoba menghalangi keputusannya untuk menerima vaksin. Karena faktanya masyarakat masih phobia dg yg namanya vaksin. Vaksin terlanjur masuk dalam otak nekortek sebagai sesuatu yg berbahaya bahkan taruhannya adalah nyawa.

Beliau bisa dibilang sebagai "fighter" sejati dalam konstelasi seperti sekarang ini. Dimana semua kebijakan pemerintah terkait penanganan covid dijustis membawa mafsadat bagi human being. Justru baginya, political will ala Jokowi sudah amat sangat tepat dan jitu didalam mengurai persoalan pandemi.

"Praise be to Allah", itu kalimat yang meluncur dr bibir ini. Karena ternyata hadirnya akademisi ini mampu memberikan pencerahan bagi orang lain. Sampai detik ini beliau ternyata sehat2 saja. Ini memang sampel kecil dr sekian banyak data soal tetek-bengik vaksinasi, namun yg pasti vaksin itu sama sekali tidak berdampak negatif. Dengan catatan vaksin itu ada ditangan orang yg ahli.

Nb. Apakah orang yg spesial baginya sudah dikasih tahu bahwa beliau akan di vaksin? Ini pertanyaan yg paling ingin saya tanyakan kepada beliau.


POSTING PILIHAN

Related

Utama 6811648867475075047

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item