Viral di Media Sosial, Pesan Terakhir Almarhumah, Istri K.M. Faizi

Alhamarhumah Makkiyah bersama suami, K.M. Faizi semasa hidup (foto: M. Faizi)

Ny. Makkiyah Binti Ashiem Suruji istri K. M. Faizi penyair dan Pengasuh PP. Annuqayah Daerah Al-Furqaan Sabajarin Guluk-guluk telah meninggal dunia pada hari Selasa, tanggal 10 Agustus 2021 atau 2 Muharram 1443 Hijriah pukul 22 WIB, dan dibanjiri komentar bela sungkawa oleh netizen.

Atas wafatnya istri tercintanya itu, penyair selalu bersarung dan sederhana itu, memposting status di media sosial akun facebooknya, demikian:

Makkiyah

Istri saya, Makkiyah binti Ashim bin Suruji bin Abdul Ghafur (atau binti Arifah binti Zainullah bin Miftahul Arifin), wafat malam ini, Selasa malam Rabu, pukul 22.00, 2 Muharram 1443 H atau 10 Agustus 2021, pada usia 39 tahun.

Mohon dimaafkan atas segala kehilafan yang beliau lakukan selagi hidup. Terutama menyangkut haqqul adami atau hubungan sesama antar-manusia, tanggungan dan janji yang belum terlunasi, mohon kiranya sudi menghubungi saya.

Persis sebulan yang lalu, 10 Juli 2021, beliau berpesan kepada saya. “Baju saya sudah hampir selesai dijahit, Kak, tinggal ngepasin dengan tubuh saya untuk dibawa pergi ke Surga.” Saya paham, baju yang dia maksud pasti bukanlah baju sehari-hari, melainkan 'baju' yang lain.

Ketika itu, saya menanggapinya dengan guyon dengan berkata, “Biasanya, tukang jahit itu selalu molor. Kukira, bajumu masih lama yang bakal selesai digarap.” Maklum, dia menyampaikan wasiat itu dalam tidur setengah terjaga. Kala itu, lengan kanannya masih bengkak, sakit yang ia tanggung selama empat bulan.

Hari demi hari, setelah itu, ia meminta manonaktifkan akun Facebook dan membagi-bagikan pakaiannya untuk teman-temannya, menjelaskan utang-piutangnya, serta pesan-pesan lain yang sangat rinci, termasuk tempat ia bakal dikuburkan nanti.

Salah satu pesannya adalah; "Kalau nanti saya mati, mohon tahlil cukup dengan para santri saja, Kak. Saya takut membuat orang berkerumun karena saat ini pandemi" (kira-kira begitu pesan beliau). Bengkak di lengan pun perlahan mengecil, seperti sembuh, tapi tubuhnya semakin lemah.

Maka, berdasarkan wasiat-wasiat beliau, rencana tahlil memang saya rancang untuk terbatas saja, dengan para santri dan famili dan dimulai hari ini, bakda asar, pukul 15.30, di rumah saya, PP Annuqayah daerah Al-Furqaan Sabajarin.

Namun, apabila ada orang yang bergabung, tentu saya tidak bisa menolaknya. Yang jelas, saya telah berniat untuk menunaikan pesan almarhumah kepada saya dengan menyampaikan ini kepada publik.

Maka dari itu, apabila Anda melakukan pembacaan doa/tahlil dari rumah Anda, baik sendirian ataupun mengajak santri atau teman, itu sudah sangat cukup dan sama dengan takziyah kepada saya sekaligus tahlil kepada almarhumah.

Terakhir, terima kasih disampaikan untuk semua yang menolong dan membantu saya, terutama sejak almarhumah sakit hingga saat ini, saat pakaian yang ia katakan sebulan yang lalu itu sudah pas untuk dikenakannya pergi.

انّا لله و انّا اليه راجعون

*****

Tidak ada yang lebih Kekasih, perihal rindu dan cinta. Dan rumah tetaplah pulang paling tepat buka pintu untuk segala bentuk kepulangan.

Abdína bersaksi, beliau orang baik.

اللھم اغفرلھا وارحمھا وعافھا واعف عنھا


POSTING PILIHAN

Related

Utama 5305060523269439347

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item