Sajak-sajak Abdul Mannan Riefa'ie


Abdul Mannan Riefa'ie
, lahir di sumenep tanggal 01 januari 1979, kini tinggal di Desa Gedugan Kecamatan Sumenep. Sempat nyantri di Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk,  kemudian melanjutkan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semasa di pesantren juga aktif di Sanggar Andalas serta aktif di Teater Sahid UIN Jakarta. Kegiatan saat ini sebagai petani di kampung halaman.


 *****

Tenggelam

Isyaratku matikan sunyi
sebab temaram tak lagi bisa dinikmati  
dia datang aku tak peduli.

di mana resah kau tanam
gelap sembunyi menikam
pilu menghantam
kau hilang aku tenggelam

kau bilang;
lebih baik jangan datang
wajahku terlentang
resah meradang
bagaimana mungkin terang
yang kuberikan berubah petang.

Sumenep, 2017



Pintu

pintu satu
buka dulu
biar gelap berlalu
jangan ragu
percikan cahaya itu
masih bisa mejangkaumu

pintu dua
tutup buka
tirai ada
gelap senantiasa
kepastian yang nyata.

pintu
pintuku
pintumu
pintu semua itu
terang atau gelap rumahmu
semua tergantung padamu

tirai penghalang
bukan rintang yang lekang
percayalah sayang.

Sumenep, 2017

 

Aduh Sayang

Kutahu wangi bulan
mengharum hujan
ditengah malam tanpa angin buritan.
Kutahu cinta dari mata hujan
dibawah naungan awan
menyapu permata berkilauan.
Tapi sayang...
kenapa cahaya jadi mayang
ditengah keruhnya rerumputan
mungkinkah
tak satupun gambaran
sampai kau lupa daratan?
Aduh sayang....
diantara pohon tiram
kusebak gelombang jadi daratan
berimpikan sunyi ditengah kerinduan
cinta yang tak goyang ditengah peradaban.

Jogjakarta, 2017



Tanahku Malang

Tanahku harum wangi
hujan tengah malam menyirami
tumbuh bunga kemangi
Lalu datanglah kemari
Seribu ambisi tak terkendali
Membabat habis prasasti

Tanahku hilang
Tanahku malang
Hijau melintang
Tinggal kenang
Beton menjulang
hujan tergenang
tanahku sekarang
hanya bisa di kenang.

Jakarta 2017


POSTING PILIHAN

Related

Utama 1193932676919936127

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item