Tersenyum di Mangrove Destinasi

Wisata  mangruf (foto: istimewa)

Maimun Main

تَفَكَّرُوْا فِي خَلْقِ الله وَلاَ تَفَكَّرُوْا فِي اللهِ

Bahagia itu bukan hanya milik orang tertentu. Adakah satu destinasi hanya di khususkan untuk seorang jack ma? misalnya karena pertimbangan dia merupakan pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Warga Tiongkok Daratan pertama yang pernah muncul di majalah Forbes dan terdaftar sebagai biliuner dunia. Sehingga dengan prestasi gemilangnya sampai ada satu destinasi hanya spesial untuk dia seorang.

Atau keluarga Abu Rizal Bakrie pernah dibuatkan oleh para investor atau oleh negera sebuah destinasi pribadi yg khusus keluarga besarnya saja, kembali dengan pertimbangan komersial yang sangat menguntungkan karena beliau masuk dalam deretan nama orang yang kaya raya di Nusantara ini. Makanya sampai ada destinasi di khususkan hanya untuk keluarga besarnya. Bagi orang lain tidak di perbolehkan masuk.

Atau kalian pernah mendengar bahwa ada satu destinasi yang hanya diperbolehkan untuk keluarga Cendana, karena secara historis sang bapak pernah menorehkan sejarah sebagai presiden yang masuk dalam list sebagai pemimpin paling lama di dunia yaitu selama 32 tahun. Berbicara soal kekayaan sudah tidak perlu di ragukan lagi.

Mungkinkah ada satu tempat wisata yang khusus untuk seorang Mark Zuckerberg? Dengan dalih dia karena dia masuk dalam daftar nama miliarder muda di dunia. Sehingga perlu dibuatkan satu tempat wisata untuk meng-cover pelesirannya.

Sepertinya tak ada kabar dan berita yang mewartakan bahwa ada satu destinasi yang hanya dibuka untuk satu orang saja. Ini sebagai bukti bahwa semua orang memiliki hak yang sama, yaitu untuk tersenyum dan bahagia.

Sekitar jam 14.25 kami berangkat ke tempat destinasi Mangrove Lembung. Sebuah destinasi yang terbilang baru yang ada di kabupaten pamekasan. Sebuah destinasi yang menawarkan beberapa nilai plus bagi pengunjungnya. Salah satunya adalah pesan "go green" yang ditawarkan di tempat wisata yang satu ini.

Sifatnya memang mengeksplor alam sekitar tapi tidak sampai kepada level destruktif pada ekosistem alam yang ada. Jadi tetap ramah lingkungan sambil bisa mendatangkan omzet yang besar bagi pengelolanya.

Kemasan destinasi seperti ini yang perlu di kembangkan di setiap desa. Agar "view" yang memang memiliki nilai "interesting" bisa menjadi daya jual di pasar destinasi dengan catatan tidak sampai menimbulkan kerusakan pada ekosistem alam yang ada.

Sepintas saya memangdang dari sekitar tempat ini, ternyata tak ada sampah yang dibuang semberangan oleh pengunjung. Toh misalnya ada mungkin dengan sigap pihak pengelola segera membersihkannya. Dengan itu hemat kami, destinasi ini sangat "recommended" bagi kalian yang masih ragu mau menghabiskan waktu weekend-nya dimana.

Apalagi kalian yang sudah pasangan SAH maka segera bawa ke sini. InsyaAllah kalian tidak bakalan kecewa. Dengan beberapa alasan tentunya saya mengatakan ini. Yang Pertama uang masuknya sangat bersahabat dengan kanker (kantong kering/bokek). Yang Kedua, secara fasilatas memang di desain khusus tongkrongan. Ada beberapa kubuk yang bisa menampung beberapa orang. Jadi kalau misalnya kalian weekend-nya bareng teman atau keluarga bisa dengan mudah satu tempat. Dan bisa makan-makan sambil ngobras.

Ketiga, view-nya yang sangat menarik. Yaitu laut lepas. Bagi yang suka pelesiran ke pantai ini salah satu objek wisata yang bisa kalian masukkan dalam list. Desiran angin laut beserta bunyi ombak menjadi pertunjukan layaknya drama musikal yang di suguhkan oleh alam untuk para pengunjung yang hadir.

Apalagi pertunjukan "naturalisme" ini di nikmati dengan pasangan dan keluarga besar, maka sudah pasti suasana destinasinya semakin dapet. Bahagia sekali. Ditemani camilan yang sengaja di beli di pintu masuk plus suguhan minuman yang menyegarkan semakin menambah betah dan tak mau beranjak pulang.

Saran saya, kalau mau ke sini, siapkan kamera yang bagus dan batre HP yang full. Karena bayak sekali tempat yang bisa di sulap menjadi spot foto. Jadi persiapkan segala hal yang berkaitan dengan mengabadikan moment. terserah kalian, apakah itu Kamera atau HP, yang penting pas kalian pulang masih ada sisa liburan yang bisa kita kenang dan kita nikmati ketika sudah sampai di rumah.

Warning....!!!

Jangan pergi sendirian kalau mau ke tempat ini. Selama kami berada di sini, masih belum ada pengunjung yang datang sendirian. jadi kalau kalian yang masih jomblo, solusinya ngajak teman. Jadi pas nyampek di tempat masih bisa ketolong dengan adanya teman. Kita tidak di tuduh jomblo akut atau jomblo karat. Dari pada di gojlok oleh pengunjung lain, bisa-bisa kita mati suri disini. Mendingan kita siasati diri dengan ngajak kawan yang bisa di sulap jadi pahlawan.

Bahkan kemarin itu kami di suguhi "film" adegan romantis di atas panggung. Ada pasangan muda-mudi yang sepertinya sedikit ada masalah dalam hubungannya. Sampai-sampai kami di suguhi adegan tangis sang perempuan. Kami sebagai penonton yang mencuri pandang, hanya bisa tersenyum. dan membuat kesimpulan kalau si laki-laki mau nikah lagi. Akhirnya si wanita menangis karena tidak rela kalau belahan hatinya bakal menambah hitungan tulang sulbinya.

Bahkan ada sebagian dari kami yang menyangka keduanya PUTUS. Tapi sayang natijah ini gagal dengan sendirinya, ketika pas keduanya pulang, keduanya dengan mesra saling berpegangan tangan. Coba yang lihat adegan romantis ini orang yang masih jomblo. Bisa jantungan mendadak.

Selain dari pasangan muda ini, juga ada pasangan yang sudah punya anak dua. Mereka menikmati tempat ini bersama keluarga kecilnya. Apa sesungguhnya tujuan mereka ke tempat wisata? Tentu tidak lain hanya untuk membuat keluarga bisa tersenyum bahagia. Umur pernikahan boleh terbilang sudan lansia, tapi momentum ala film Titanic tidak boleh dinafikan eksistensinya. Absolutisme-Romantik.

Quality time ala kami. Sudah lama sesungguhnya jadwal yang mau ke tempat ini. Baru kemarin sore bisa menjadi kenyataan. Dengan sederet kesibukan masing-masing, jadi butuh komunikasi yang inten foto ini bisa ada. Sempat mau gagal karena satu hal, tapi Alhamdulillah bisa terlaksana dan sesuai harapan kami semua.

Kebahagian itu tak ada nilai bandrolnya. ia amat sangat mahal sekali. Makanya sampai di abad 21 ini masih belum ada marketplace baik offline maupun online yang menyediakan komoditi yang disebut BAHAGIA. Karena kebehagian tak ada mahar mitsil-nya. Jadi selama masih ada cara untuk bisa tersenyum, kenapa tidak kita lakukan. Selama masih ada tempat yang bisa membuat kita ketawa, kenapa tidak kita kunjungi.

Kami bukan pelesir sejati, tapi setidaknya kami tahu cara membuat senyum istri bisa kembali. Kami sebagai pembaca sirah nabi tentu paham untuk istri selalu dalam suasana surgawi.



POSTING PILIHAN

Related

Utama 3574916948424278132

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item