Problem Stok dan Harga Pangan Saat Bulan Ramadhan

Suasaba pasar tradisional dalam bulan Ramadhan (*)

Oleh Muhammad Muzakki M

Bulan Ramadhan merupakan momen yang paling ditunggu oleh umat muslim. Satu bulan lamanya umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa. Hal ini berdampak terhadap stok dan harga pangan yang sering kali menimbulkan problem di kalangan masyarakat, namun pemerintah memastikan stok pangan pada bulan suci Ramadhan tahun ini. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan persiapan dan kesiapan kebutuhan pangan nasional dilakukan secara menyeluruh. Persiapan yang dimaksud adalah mengintervensi sistem distribusi, yakni dengan mendekatkan stok pangan yang ada ke seluruh pasar-pasar di tiap daerah.

Selanjutnya langkah yang diambil Kementerian Pertanian untuk mengatasi permasalahan pangan di bulan Ramadhan adalah melalui optimalisasi penyediaan pangan dari dalam negeri dan mempercepat proses impor untuk komoditas pangan yang belum sepenuhnya tercukupi dari dalam negeri, seperti kedelai, bawang putih, daging sapi serta gula pasir. Menurut Syahrul Yasin Limpo Kementan telah membuat perhitungan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok berdasarkan data yang tersedia. 

Sesuai prognosa neraca pangan pokok sampai bulan Mei 2021 diperkirakan stok dalam keadaan cukup. Beras diperkirakan akan surplus 12,56 juta ton, begitu juga jagung surplus 3,40 juta ton. Hal ini dikarenakan pada Maret dan April 2021 memasuki panen raya. Perum Bulog juga memastikan impor beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1 juta ton belum tentu direalisasikan. “Produksi dalam negeri akan diutamakan untuk menjaga stok CBP. Tidak hanya itu, untuk komoditas lain diperkirakan juga akan tersedia dalam jumlah cukup di antaranya komoditas bawang, cabai, daging ayam ras, telur, gula dan minyak goreng.

Seperti diketahui bersama, harga pangan di dalam negeri berpotensi naik setiap menjelang puasa dan Idul fitri. Kenaikan ini terjadi akibat melonjaknya permintaan yang cukup tinggi pada waktu yang bersamaan. Mentan memberikan perhatian serius dikarenakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya pada saat Ramadhan dan Idul Fitri akan banyak disoroti perihal ketersediaan, kecukupan stok sampai fenomena lonjakan atau penurunan harga pangan yang tentunya dapat mengganggu  ibadah selama bulan suci tersebut.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan bahwa selama bulan Ramadhan harga pangan akan naik. menurutnya ada 3 fase kenaikan harga pangan. Fase pertama, saat tiga hari menjelang bulan Ramadhan, Dalam fase ini masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan pangan, baik untuk memenuhi kebutuhannya selama bulan Ramadhan ataupun untuk dijual kembali. Kemudian, fase kedua saat lima hari menjelang Idul Fitri. 

Kenaikan harga pada fase ini disebabkan oleh meningkatnya daya beli dari masyarakat, Fase ini merupakan kenaikan tertinggi, karena masyarakat mempersiapkan stok pangan hingga lebaran. Ketiga, fase pasca lebaran. Pada fase ini kebanyakan para penjual atau petani tidak menjual barang kebutuhan pangan sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan stok pangan. Para petani atau pedagang biasanya memanfaatkan waktu untuk  libur untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga. Menurutnya, ketiga fase ini yang harus diantisipasi  oleh pemerintah agar meminimalisir terjadinya kenaikan harga pangan.

FAO (organisasi pangan dunia) menyebutkan Adanya kekhawatiran masalah pangan mengemuka menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. FAO menyebutkan dalam sembilan bulan terakhir ini harga pangan dunia konsisten naik. Dengan ini Kemendag bersama Kementan bekerjasama untuk menjaga stok dan harga pangan agar tetap stabil pada bulan Ramadhan.

Berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, situasi ini menimbulkan kegaduhan tersendiri, sehingga pemerintah harus turun tangan untuk melakukan operasi pasar untuk meredam kenaikan harga. Namun, dengan datangnya masa panen dan pemenuhan stok dari impor, harga diperkirakan akan terus bergerak turun. Menjaga stok dan pasokan memang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Jika stok dan pasokan aman, tentu saja harga pasti akan terkendali.

Harapannya, pemerintah mampu terus menjaga stok dan pasokan pangan pada bulan Ramadan dan Idulfitri, termasuk sedini mungkin menghitung kebutuhan pangan dengan cermat, termasuk resiko melonjaknya permintaan dalam jumlah besar pada waktu yang sama sehingga  kebutuhan pangan di dalam negeri bisa tercukupi.

*****

Muhammad Muzakki M, Mahasiswa Magister Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang, Ig: muzakki_mm, Fb: M Muzakki M, CP 085785055776



POSTING PILIHAN

Related

Utama 4265190351639565097

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Segera Terbit

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal


 

item