Sepanjang Trotoar Orchard Road


Penulis suatu saat di tengah kota Singapura (dok pribadi)
Anna Zattarov

Hampir 13 jam setiap hari aku menghabiskan waktu di sepanjang jalan Orchard dipusat kota Singapura. Dengan berjalan kaki menelusuri sepanjang trotoar terasa menemukan sesuatu yang menarik dan untuk, dan tentu selain menyehatkan badan, juga menghemat uang sekedar mengurangi beban biaya transportasi taksi.

Bagiku sungguh menyenangkan dan menakjubkan bisa tinggal di negara maju dan makmur seperti julukan The Lion City atau Negeri Singa.. Walaupun biaya hidup disini tinggi tapi seimbang dengan apa yang kita nikmati. Kerja keras dan hasilnya sebanding dengan apa yang kita perjuangkan.

Menurut berita yang aku tanggap pemerintahan disini  cukup adil dan tidak korupsi, Pemerintah disini betul - betul tegas, terutama terhadap kasus narkoba dan korupsi. Negara dengan yang juga berdekatan wilayah Indonesia dan Malaysia ini mempunyai aturan hukum yang tegas siapapun yang melakukan korupsi lebih dari 100.000 yuan atau sebesar Rp.241 juta dikenakan hukum mati. Singapura adalah pusat keuangan terdepan ketiga di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.[

Saat malam hari di Orchard Road  (dok. pribadi)
“Hemm luar biasa pembangunan di kota ini,” aku berdecak kagum dengan hasil pembangunan di sini. Tidak hanya menyandang negara maju akan tetapi label terkaya masih melekat. Di setiap pinggir jalan nampak berbagai tumbuhan dan tanaman berbagai jenis bunga yang tertata rapi dan bersih. Pohon angsana yang besar tumbuh berderet sepanjang jalan memberi naungan sejuk bagi pejalan kaki. Sangat bersih dan rapi sungguh menyejukan mata. Aku tidak melihat sampah sedikitpun disepanjang jalan maupun ditaman kota. Petugas kebersihan bekerja 24 jam, tong sampah dibedakan lima jenis sampah.

Ada 4 jenis sampah yang harus dibedakan di Singapura; - Tong sampah merah B3 ( bahan berbahaya beracun, seperti batrei, kaca, popok bayi dll); - Tong sampah biru untuk sampah anorganik sampai daur ulang, seperti kaleng dan plastik; - Tong sampah hIjau untuk sampah organik seperti rumput; dan - Tong sampah kuning khusus kertas.

Pepohonan dan berbari sepanjang jalan nampak rindang dan segar. Aku berjalan dikeramaian kota tapi seperti terasa seperti di tengah hutan yang rindang dan sejuk, bahkan di mana pun aku berdiri disitulah menjadi pusat kota. Tidak ada perbedaan setiap sudut kota semua bangunan menjulang tinggi. Setiap bangunan semua sempurna.

Tanpa maksud membandingkan, terasa ada perbedaan menonjol dibanding kota-kota di Asia yang pernah aku kunjungi. Ada beberapa kota besar masih nampak semrawut setiap jeda jalan antara gedung tinggi dan pemukiman penduduk berbaur jadi sepertinya tidak elok di pandang. Bahkan di negara sendiri  (Indonesia) jauh dari kata sempurna tata kotanya.

Tapi bagaimanapun juga aku  bersyukur Indonesia tetap negeri tercintaku.  Indonesia negara kaya raya yang membutuhkan pemimpin yang tegas dan tidak korup. Setidaknya aku membandingkan disini Singapura menjadi motivasi untuk lebih maju. Singapura di penuhi bangunan pencakar langit. Semua bangunan nampak elit dan tertata rapi. Negara kecil namun mengagumkan. Ini seperti paradise metropolitan.

Bagaimana mungkin negara maju berteknologi canggih dengan gedung pencakar langit namun udaranya masih begitu segar serasa di alam desa, nampak burung-burung terbang melintasi gedung tunggi ini sungguh menakjubkan; bagaimana mungkin burung- burung ini betah berkeliaran dengan kicauan yang indah ditengah kota metropolitan. Kalau bukan karena area itu bebas polusi. Ini bukan berarti Singapura tidak ada aktifitas pabrik, namun pemerintah setempat benar-benar mengatur dan mengelola sampah dan pembuangan limbah sedemikian baiknya. Bahkan hukum membuang sampah, merokok dan meludah sampai ketat disini.

Orchard road adalah area bebas rokok. Satu - satunya negara Asia mempunyai nilai rasa Eropa. Mengapa aku katakan begitu contoh kecil di Eropa tidak ada orang merokok sembarangan. Disinipun begitu mereka punya aturan ketat tentang merokok. Merokok adalah hal ceroboh dan tidak berperikemanusian. Bahkan jika mereka mau merokok mereka pasti ijin dengan pasangannya untuk merokok itupun diruang merokok yang tersedia di area tertentu.

Itulah mengapa burung pun betah terbang diatas pusat kota. Karena udaranya bersih dan bebas polusi. Di sini aku lebih suka berada diluar area rumah sambil menikmati udara segar sekalian mencari inspirasi untuk tulisanku berbeda jika pulang ke Indonesia, aku lebih suka di dalam rumah dan jika saya ingin udara segar saya pergi ke daerah pedesaan yang tidak jauh dari pusat kota.

Di Orchard road, hampir semua orang berjalan kaki wajah- wajah mereka nampak senang. Dari kelas elit bahkan orang biasa berjalan kaki. Kita bisa langsung membedakan profesi mereka dari cara berpakaian. Jelas terlihat pakaian yang mereka pakai baju kantor merk branded. Dari mulai jas, tas, sepatu bahkan kaca mata.

Di Orchard adalah surga belanja di Singapura semua barang bermerek berkelas dunia ada disini. Semua pria tampan dan wanitanya cantik, berkelas dan fashionable. Aku selalu memperhatikan cara jalan mereka bak pragawan dan pragawati. Seolah mereka berjalan diatas cat walk yang sedang di awasi paparazi dan para desainer. Orchard road menjadi panggung cat walk bagi penikmat dunia. Jalan Orchard tidak lebih 2.2 kilometer siapa sangka  merupakan jalan emas ini 150 tahun silam adalah area perkebunan. Sesuai namanya yang menghasilkan banyak komoditi seperti buah dan rempah- rempah.

Seiring perjalanan waktu, area ini terus  berkembang dan menjadi pusat belanja dunia. Tempat ini adalah pemuas dahaga bagi pencinta belanja. Selain itu  Orchard, juga sebagai arena mengekspresikan diri dalam berkarya seni, termasuk para modeling yang tampak cat walk on the road. Sungguh pemandangan yang merarik dan tidak membosankan melihat model baju, dress papan atas. Nampak raut wajah mereka fresh jarang ditemui wajah kusut, kecut, atau hampa apalagi wajah stress; air muka mereka bahagia semua.

Aku tidak melihat pemulung, pengemis, preman apalagi orang gila disini. Walaupun mereka punya problem mereka tahu bagaimana mereka bahagia. Bahkan mereka pekerja keras. Tidak ada orang miskin disini semua makmur. Bahkan aku perhatikan raut tukang sampahpun bahagia, karena saya lihat mereka sempat tersenyum jika kita sapa.

Aku duduk di taman sepanjang Orchard Road yang tidak jauh dari Hotel Hilton sambil menikmati burger dan ice cream menghirup udara segar sesekali memperhatikan orang yang lalu lalang dan mobil- mobil mewah berparade di jalan terkadang bulu kudukku merinding jika melihat raungan Laborghini .

Di depan jalan sebelah barat posisi Hotel Orchard , kearah timur beberapa kilometer dapat jumpai Irish Pub dan Hard Rock Cafe, jika ke utara kita menuju Claymore Road. Sepanjang jalan ini betul - betul surga dunia Asia Tenggara. Jika ke Singapura berkunjung ke Orchard Road menjadi destinasi wajib. Aku bukan mempromosikan sebuah jalan. Namun admosfir surga metropolitan Singapura berada di titik Orchard. Pecinta belanja akan puas berbelanja. Pusat ritel dan brand dunia seperti Dolce & Gabbana, Gucci, Chanel, Prada, Burberry, Armani, Ralp Laurent, Louis Vuitton, Hermes dll. Pusat mall terkenal dan restorant kelas atas, hotel - hotel mewah, galeri seni, tempat nongkrong, kerajinan etnik bahkan istana negara berada di jalan Orchard.

Tidak luput juga bagi penikmat kupu- kupu malam tidak sulit mendapatkannya walaupun prostitusi dilarang namun bagi si hidung belang tetap saja mudah mendapatkannya. Uniknya kelebihan mereka berasal dari berbagai  negara; dari Arab, Uzbeck, Cina hingga Eropa dengan mudah didapatkan di sepanjang jalan Orchard. Tepatnya di atas gedung Hotel Orchard tempat mereka mangkal. Ini bukan rahasia lagi bagi semua penikmat bidadari malam. Orchard menyimpan banyak rahasi dan sensasi klimaks. 


Singapura 14 feb 2020

(Tulisan ini merupakan catatan perjalanan penulis selama di Singapura)

POSTING PILIHAN

Related

Utama 3877250891678022404

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item