Perempuan Cantik Harus Judes
(Mengungkap Sisi Gelap Psikologi Laki-laki Perspektif al-Qur'an dan Neurosains).

Fathurrosyid Ka Ocied·

Laki-laki dan perempuan, dalam diskusi akademik klasik dan Kontemporer, secara biologis adalah berbeda. Salah-satunya, dalam kajian Neurosains, bahwa sistem Corpus Collosum, otak perempuan lebih tebal dari laki-laki.

Konsekuensi dari perbedaan sistem tersebut, Menurut Dokter Aisyah Dahlan, perempuan umumnya berkomunikasi 20.000 kata dalam sehari, sedangkan laki-laki hanya 7.000 kata per harinya, sehingga posisi perempuan lebih pandai berkomunikasi dari laki-laki. Ca'en reng madureh, Careme. Kecuali itu, implikasinya juga perempuan lebih mudah beradaptasi dengan menyelesaikan berbagai pekerjaan sambil berbicara yang disebut dengan  istilah (multitasking).

Namun betatapun hebatnya teori neurosains mengungkap perbedaan tersebut, kitab suci al-Qur'an jauh-jauh sebelumnya sudah membongkar perbedaan gaya berkomunikasi laki-laki dan perempuan. Salah-satunya direkam dalam Qs. Al-Ahzab: 32, sebagai berikut:

يا نِساء النَّبِيّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِن النِّساء إنْ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالقَوْلِ فَيَطْمَع الَّذِي فِي قَلْبه مَرَض وقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا.

"Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."

Ayat di atas, Pertama, merupakan anti tesa terhadap sistem corpus collasum perempuan yang bisa memproduksi 20.000 kata perhari. Dengan gaya komunikasi tersebut, al-Qur'an membatasi bahkan melarang perempuan berkomunikasi dengan laki-laki yang bukan muhrimnya dengan cara melembut-lembutkan perkataan dan menghaluskannya. Sebab hal yang demikian,  dalam Tafsir al-Qurtubi dan Al-Wasit, punya konsekuensi negatif yang sangat besar, terutama bagi laki-laki yang hypersex (fi qalbihi maradlun). Tentu, hal ini mengingat posisi perempuan yang lebih ramah dalam memproduksi komunikasi dibanding laki-laki. Karena itu, wajar jika al-Qur'an melarang gaya komunikasi prempuan dengan kalimat "fala takhdla'na bil al-Qauli".

Kedua, laki yang punya sistem corpus coasum lebih tipis, maka konsekuensinya ia lebih cenderung pasif, sehingga jika ia mendengar suara dan gaya komunikasi permpuan yang halus dan lembut, apalagi disetting halus dan lembut, maka otomatis laki-laki lebih reaktif dan sensitif pada suasana seksnya. Karena itu, Syekh al-Qurtubi menyatakan bahwa disunnahkan bagi perempuan agar berkomunikasi dengan laki-laki yang bukan mahramnya dengan kalimat yang tegas dan keras agar tidak membuat laki-laki punya pikiran kotor.

Ilustrasi ekstrimya kira-kira begini:

Seorang laki-laki bertemu dengan permpuan cantik di persimpangan jalan.
"Hei, mau kemana, Mbak?"
"Bukan urusanmu", Jawab Perempuan dengan tegas dan judes.
Atau ilustrasi di atas bisa dielaborasi pada kasus-kasus yang lain, baik dalam relasi politik, pendidika, ekonomi, sosial dan budaya.

Intinya, Perempuan cantik harus Judes pada laki-laki. Ushini wa Iyyakum, semga manfaah.
Tulisan ini, terinspirasi dari Ngaji Bareng Gus Baha', di al-Ma'had al-'Ali, Salafiah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo, tentu setelah diadakan adaptasi dan modifikasi di sana-sini.

POSTING PILIHAN

Related

Utama 3751351839810386049

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal


 

item