Cinta Dalam Balutan Islam



Maratus Sholehah
 
Novel ini menceritakan seorang laki-laki yang bernama Fahri Abdullah Sidiq, ia menempuh pendidikan master di Universitas Al-Azhar, Kairo. Di Mesir Fahri tinggal di apartemen dan bertetangga dengan seseorang yang beragama kristen koptik. Fahri berteman dengan Maria yaitu salah satu anak tetangganya. Maria adalah sosok wanita yang berbeda dari yang lainnya, meskipun dia non muslim dia sangat menyukai Al-qur’an terutama surah Maryam karena isi dari Surah Maryam itu sendiri mengenai Siti Maryam yaitu ibu dari nabi Isa a.s. Cara berpakaiannya pun sangat sopan, Maria tidak pernah memakai pakaian yang pendek dan selalu memakai pakaian baju lengan panjang dan rok panjang, hanya saja Maria tidak menggunakan kerudung.
 
Pada suatu ketika, Fahri pergi ke Shubra El-Kaima untuk talaqqi dengan Sheikh Utsman Abdul Fattah. Di perjalanan Fahri bertemu dengan wanita bercadar yang pada saat itu wanita tersebut sedang membela kaum non muslim asal Amerika yang dituduh seorang kafir oleh orang Arab. Karena perlakuan orang tersebut semakin menjadi-jadi akhirnya Fahri ikut membelanya. Wanita tersebut bernama Aisha.

Sepulangnya dari Shubra El-Kaima, Fahri melihat seorang anak yang disiksa oleh orang tuanya. Anak tersebut bernama Noura. Noura kerap kali disiksa oleh orang tuanya. Tetapi anehnya lagi Noura berbeda dari yang lain. Kedua orang tua dan saudaranya berkulit hitam sedangkan Noura berkulit putih. Fahri sempat berpikir jika Noura tertukar saat di Rumah sakit. Karena merasa kasihan atas perlakuan orang tua Noura terhadap Noura akhirnya Fahri menolongya.

Di lain pihak, guru Fahri selalu mendesak Fahri untuk segera menikah dan akhirnya menyarankan ta’aruf dengan wanita yang dipilihkan gurunya. Dengan hati berdebar Fahri bertemu dengan wanita tersebut dan setuju untuk menikahinya. Siapa sangka wanita itu adalah Aisha wanita yang ditolong Fahri pada saat itu.

Akhirnya Fahri dan Aisha menikah, siapa sangka dari pernikahan mereka ada tiga sosok wanita yang terluka. Di antaranya adalah Maria, selama ini Maria menyimpan perasaan terhadap Fahri, Maria tidak berani mengungkapkan perasaannya dan hanya menuliskan pada buku dairynya. Kedua Nurul, seorang anak Kiai yang juga belajar di Universitas Al-Azhar juga menaruh hati pada Fahri. Dan ketiga Noura wanita yang pernah ditolong oleh Fahri, siapa sangka dia menyukai Fahri.

Noura tidak terima Fahri menikah dengan Aisha, akhirnya Noura melaporkan Fahri atas tuduhan kasus pemerkosaan. Fahri diadili dan dimasukkan ke dalam penjara. Selain itu Fahri juga di Drop Out dari Universitas Al-Azhar, perjuangan Fahri selama ini untuk menempuh pendidikan di Al-Azhar tidaklah mudah. Orang tua Fahri sampai harus menjual sawah dan karena tuduhan yang keji itu semua hancur dan menjadi sia-sia.
 
Akan tetapi, Fahri tetap kuat dan sabar menjalaninya. Meskipun ditimpa musibah Fahri tidak mengeluh dan tetap menjalankan ibadah wajib maupun sunah. Dan pada akhirnya Fahri dibuktikan tidak bersalah dan dibebaskan. Orang yang menghamili Noura adalah orang lain, Noura dulu sama ayahnya sempat dijual pada orang berhidung belang.
 
Tidak berhenti disitu Fahri mendapatkan kabar bahwa kondisi Maria sangat kritis. Fahri langsung bergegas menuju Rumah sakit dimana Maria dirawat bersama Aisha. Sesampainya di Rumah sakit Fahri melihat Maria yang terbaring lemah, orang tua Maria sudah pasrah. Orang tua Maria mengatakan pada Fahri bahwa Maria sudah lama menyukainya dan ingin menikahinya, tetapi Fahri sudah menikah dengan Aisha. Lantas Fahri dan Aisha yang mendengar pengakuan dari orang tua Maria sangat terkejut. Lalu ibunya Maria meminta bantuan kepada Fahri untuk menikahi Maria, karena kata dokter hanya orang yang dicintai yang bisa membuat Maria bangun dan sembuh.
 
Ibunya Maria paham betul bahwa Fahri sangat teguh dengan ajaran agama islam, Fahri tidak akan pernah mau menyentuh wanita yang bukan muhrimnya. Maka dari itu ibunya Maria meminta Fahri untuk menikahinya. Awalnya Fahri menolak karena Fahri tidak mungkin menyakiti hati Aisha, tetapi akhirnya Aisha istri Fahri mengajak Fahri untuk keluar dan berbicara. Aisha menyetujui kalau Fahri menikah dengan maria, Aisha siap dipoligami. Namun Fahri menolaknya, Fahri tidak bisa menyakiti hati istri yang sangat Fahri cintai. Dengan penuh keikhlasan Aisha meyakini Fahri dan Fahri menyetujui menikahi Maria.
 
Disaat Maria terbaring lemah, Maria bermimpi melihat gedung bagus berwarna hijau yang memiliki tujuh pintu dan pintu tersebut terdapat banyak orang untuk mengantri masuk. Karena penasaran akhirnya Maria juga ikut mengantri, sesampainya di pintu pertama Maria tidak diperbolehkan masuk karena pintu tersebut tidak cocok dengannya. Menurut orang yang menjaga pintu tersebut, pintu itu hanya untuk orang-orang yang rajin beribadah. Maria tidak berhenti begitu saja, Maria mengantri lagi di pintu kedua dan lagi-lagi Maria ditolak oleh orang yang menjaga pintu tersebut. Kali ini pintu tersebut hanya untuk orang-orang yang selalu sabar dan suka menolong.
 
Setelah mencoba dan berkali-kali gagal memasuki pintu-pintu tersebut, akhirnya maria sampai di pintu ketujuh dimana di pintu itu terdapat wanita sedang duduk ternyata wanita itu adalah Siti Maryam. Maria menghapirinya dan bertanya “Bunda mengapa saya tidak diperbolehkan masuk ?” lalu Siti Maryam menjawab “Jelas saja kamu tidak diperbolehkan masuk, jika kamu ingin masuk hendaknya kamu harus mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW. Sekarang kamu bangun dan minta bantuan pada seseorang, saya akan menunggumu di sini.”
 
Dan Maria terbangun, melihat Fahri ada didekatnya Maria terkejut karena Fahri menyentuhnya padahal Maria bukan muhrimnya. Fahri mengatakan pada Maria bahwa Fahri sudah menikahinya. Maria bercerita tentang mimpi yang dialami selama koma kepada Fahri dan Aisha, Fahri dan Aisha yang mendengarnya menangis. Lalu maria meminta bantuan Fahri untuk menuntunya membaca kalimat shahadat dan meminta untuk salat. Aisha dan Fahri membantu Maria mengambil wudhu dan mereka salat berjamaah.

Selesai salat berjamaah, Maria tidak bersuara dan ternyata Maria sudah meninggal. Maria meninggal dalam keadaan tersenyum dan pada waktu itu waktu subuh entah mengapa susananya sangat adem dan tentram. Mendengar Maria meninggal keluarga maria menangis, tetapi mereka ikhlas. Karena Maria sudah masuk Islam akhirnya Maria di makamkan sesuai ajaran islam.

Novel ini memiliki beberapa kelebihan di antaranya bahasa yang mudah dipahami dan di setiap tindakan selalu diiringi dengan dalil-dalil yang ada, novel ini mengajarkan tentang kehidupan dan indahnya mencintai dalam islam. Novel ini sangat cocok buat kaum milenial jaman sekarang yang sedang dimabuk cinta agar tetap berada di jalan yang benar. Jujur novel ini sangat bagus bisa membuat orang menjadi terharu dengan kisah perjuangan Fahri yang luar biasa, saya sendiri sampai menangis membaca novel ini.  

MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 4996099768765782309

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA