Sajak-Sajak Zaiful Helmi


Zaiful Helmi,
lahir di Sumenep 30 Mei 2003, tempat tinggal Desa Nyabakan Timur Kecamatan Batang Batang Kab Sumenep. Pendidikan setelah Sma Nurul Huda, kemudian melanjutkan di STKIP PGRI Sumenep. Email : rarakuenzhelmi@gmail.com

*****

Rindu

Satu pucuk kasih melambaikan rasa rindu memelukkan kehangata yang tak bisa dilupakan perlahan aku coba memetik kerinduannya entah pelukannya semakin erat tak mampu kulepas dari cara apaku harus membuang kerinduan sedangkan bayangan selalu menjadi angan dari
titik gelap bersuara dari titik terang melemparkan kerinduan etah apa ini yang pernah dikatakan cita saling merindu dari jarak yang jauh berteupun jarang bergelut kata setia malam meski terkadang mata merah dan tubuh letih yang menghalang tapi rindu selalu melayang mungkin ini yang dinamakan cintadan kasih sayang kepada seseorang yang menjadikan rindu yang tak terjangkau melahirkan pelukan yang berkema perasaan


Sunyi Tampamu

Malam yang gelap melabuhi pandanganku Merangkul awan demi melepas rindu
Ku rindu sosok terang dalam kegelapan Ayah....andai kau masi ada ku takkn menyianyiakan ucapanmu Kau yang selalu menanamkan semangat
Ayah sekarang aku merasa sunyi saat kau jauh dariku kau korbankan segalanya demi aku Ku selalu berdoa padanya agar kau baik baik disana Ayah lihatlah anakmu sekarang yang banting tulang menggantikanmu Ayah anakmu sudah besar dan dewasa namun hariku terasa sunyi Tampa ada sepotong dan sebaris kata darimu ayah anakmu merindukanmu Do'akan anakmu biar esok bisa membanggakan keluarga Dengan bimbingan yang pernah kau ajarkan padaku


Ibu Pahlawanku

Ibu kau sakit ibu kau letih ibu kau berkeringat namun semangatmu
Tak pernah luntur ibu kau dirikan tiang di ragaku kau menjagaku
Kau pula yang menyelimuti tidurku ibu kau surga duniaku yang patut
ku hormati ibu kau tak pernah letih mencari nafkah tuk anakmu ini
ibu anakmu telah duduk di bangku kuliah ibu do'amu kini ku wujudkan
Ibu anakmu terlalu nakal tuk kau banggakan anakmu terlalu lemah tuk
di tinggikan anakmu tak pantas ber duduk santai dikursi kehormatan
tapi engkau ibu yang patut mendudukinya ibu kau adalah pahlawanku
Ibu beberapa kali keringatmu menetes tapi kau tak pernah mengelu
Ibu panasnya ubunubunmu yang terpapar jelas dibawah matahari
namun tak pernah bertedu panas dan hujan yang menemani pagi dan siangmu
anakmu tidak pernah kau ijinkan bekerja hanya dua atau tigakata yang kau ijinkan
Belajarlah biar pintar hanha itu yang kau ucapkan ibu anakmu masi belum mengerti
Susahnya hidup anakmu hanya bisa menikmati hasil dari keringatmu


Angin dan Debu

Tatkala aku tiba hamparan tikar terdampar duduk tak tentu arah
Sehelai rambut terhempas tertiup angin padaku saya mulai heran
Mengapa rambut yang menimpah mukaku padahal debu pun tertiup
Ku bertanya tanya dalam hati rambut siapakah ini mengapa kena mukaku
entah namanya siapa dia hanya tersenyum simpuh di hadapanku sedangkan aku
Hanya tersenyum cengang melihatnya hingga dia pergi mataku tetap menatapny
hingga ku tak sadar banyak orang tertawa karnaku hanya saja saya senyumbalik
dan ku bersukur bertemu dengannya walaupun angin dan debu bertaburan  namun
kisah tatapan pertamaku rasakan



Temanku Rokok

Dalam hidupku banyak tanda tanya dalam tidurku selalu menghayal hingga ku tersontak bangun mengingat hayalan yang mengelabu kutarik teman baikku hanya dia yang jadi bahan penenang Hanya sebatang rokok yang mengebul ku tatap asap kukira itu jin pengabul permintaan dan ternyata itu hanyalah asap rokok yang putih dan memudar mungkinkah hayalanku tak mampu ku jadikan nyata mungkinkah ku hanya seorang penghayal yang berlarut dalam kesunyian batinku bertanya apakah hanya aku yang menghayal tidakkah dengan yang lain diriku sontak terbangun dari lamunan hingga kutatapi garis busur yang tak selamanya lurus inikah dunia yang terpenuhi hayalan Dunia bagaikan asap, mengebul putih dan bercabang sulit pula di genggam hatiku berteriak terus maju namun ragaku berteriak ragu dan asappula memajukan fikiranku bahwa dunia penuh dengan liku liku saat itu ku mulai maju dan tak pernah menoleh pada hayalan dunia yang menyesatkan dan kuharamkan kaki tuk mundur dan mewajibkan maju

MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 837605457634075854

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA