Sajak-sajak Syafi'uddin


Syafi'uddin, adalah putera bungsu, ia laki-laki sederhana dilahirkan dari keluarga sederhana pula di sebuah desa kecil yang berada di tepian selatan menenggara Kecamatan Pasongsongan. Sejak masih di bangku sekolah ia tidak bisa lepas dari berorganisasi, karena menurutnya dengan berorganisasi akan menjadi lebih kuat.

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) selama tiga tahun, ia juga menjadi koordinator di devisi penerbitan media kreasi siswa/majalah dinding, dan Pengurus Komisariat(PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU),  ia menjabat sebagai sekretasis umum sampai saat ini.

Setelah menyandang setatus mahasiswa di STKIP PGRI Sumenep, ia juga menggeluti tiga organisasi sekaligus, satu eksternal (PMII), dan dua internal (UKM LPM Retorika, dan UKM Karomah).

Mengenai kecintaannya terhadap dulia literasi, yaitu berawal dari rasa cintanya terhadap dunia sastra, semenjak ia masih duduk di bangku MI. Banginya menulis merupakan tantangan tersendiri, dan tiada hari tanpa menulis.


Bahasa Ibuku Darah di Tubuhku

Gelap menyambar panurama
Tiada daya nudai pelita fajar hingga senja di ujung sana.
Masdura..!
Hanya pada punggungmu tumbuh bahasa ibuku
Telah kukecup sejak lahir
Hingga kini menjadi darah di setiap sudut tubuhku
rMenjadi bagian dari kehidupanku.

Nyatanya..
Angin damai menyusup di sela-sela jiwa dari bentang waktu menua.
Beribu alasan manis
Terbingkai indah
Tersemat janji kesuksesan, katanya.!

Aku takpercaya itu.
Lantaran dalam hangat pun dingin pelukanmu aku hidup
Maka darah hangatku sinergi bahasamu.
Jum'at, 30 Oktober 2020


Aku Terjebak

Diantara rentetan waktu yang berderai
Sekujur tubuh kudapati belenggu mencenkram dalam perjalanan hari itu
Tubuhku mulai membisu, merayu
Hanya laut teduhku bersenandung bersama ikan dan semua yang berlalu
Aku sadari, Aku terjebak diantara Rindu dan Takut Mengganggu

Prihal Waktu
Kini telah menjawab segala yang terpaku
Pagi kini menyapa dengan sendu
Namun harapku, bungan akan mekar indah tanpa melayu.
Senin, 02 November 2020


Seuntai Gelisah

Samudra dahulu damai
Kini bola-bola api datang
Mrmbawa bara dengan panasnya
Menghujam, sesekali menari menghantui
Menjelma ombak bergerak meronta

Samudra yang kini merindukan hujan
Mencoba bertanya pada waktu,
Awan hawabannya
Bertanya pada awan,
Namun waktu adalah jawabannya

Hingga tiba
Sebatang pena ikut menari diatas kegelisahan
Membekaskan kata menjelma doa
Menjadi jejek puiri sebagai jawaban.

Jumat, 27 Desember 2019


Sebingkis Rindu


Diantara desiran mesin kendaraan menyapa bising telinga.
Diantara desiran darah dalam raga.
Diseja-sela detak jantung dalam dada;
Terayun sebingkai pinta pada Sang Kuasa
Teruntuk engkau wahai ayah bunda.

Ayah, bunda.!
Relakan anakmu berjuang meraih mimpi
Mengukir kertas merangkai sajak membentuk puisi.
Jangsn risaukan anakmu ayah, bunda
Kini hidup menjauh darimu
Hanya untuk belajar ilmu.

Tarian rerumputan
Mengisahkan sepotong kenangan
Geletar haji hujan, bisingan mesin kendaraan
Tak jagi mampu membuyarkan ingatan
Desuran anginpun kini menysou berkejaran
Membekukan hati dalam kerinduan 

Ayah, bunda.!
Dihutan belantara seribu bahasa bisu
Berselimut biang lalang terdampar aku
Tuli akan bisikan menggebu
Hanya tercium wangi harum doamu
Maka, bulu, raga bahkan jiwaku
Akan bangkit bercahaya hingga membiru.
Ayah, bunda.!
Yang aku teguk hanya banis doamu
Lantaran aku anakmu.

Selasa, 31 November 2019.


Bunga Doa Untuk Alam Baru

Diatas bongkahan batu pilu
Tumbuh subur bunga doa
Melambai angin bersahutan

Kini bunga doa melayu malu
Lantunan tasbih riang berkejaran
Menyapu luka kian lama mengkarat
Menyimpan air mata, ku harap jadi mutiara
 

Wahai bunga doa
Tebarlah aromamu
Berilah harapan untukku.
Vihara, 14 Februari 2020.




MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 622302457553385896

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA