Sajak-Sajak Lala Olivia, Palembang

 


Lala Olivia, gadis asal Palembang Sumatra Selatan, kini sedang aktif sebagai mahasiswa Kampus Putih IDIA Al Amien Prenduan. Sekarang duduk di semester 2. Ia bercita-cita ingin menjadi dosen sekaligus pendakwah dalam bentuk tulisan. Anak ke 2 dari 2 bersaudara, pernah menempuh pendidikan di Al Madani Lubuklinggau Povinsi Pelembang


Muazin Cinta

Seperti secercah senja
Yang kita nikmati
Adalah pemandangan indah di sore hari
Suara azan
Terngiang terdengar bersamaan
Begitupula senja perlahan menghilang
Aku terhanyut dalam alunan ayat-ayat tuhan yang kau kumandangkan
Dengan suaramu yang lantang
Keagunggan tuhan dapat ku rasakan
Cinta mu
Membuat ku
Memeluk
Sang pencipta alam.
```


Diriku

Di mana hati yang sejati
Dimana rasa yang peduli
Dimana otak mencampuri
Menggema sampai ke ulu hati
Memecah tabir
Yang menghalangi
Mataku memanas……
Mulut menghujat……..
Tenaga ku dobrak
Ya akulah pemberontak
Yang bersembunyi
Dibalik…
Tabir yang mulai retak.
```


Nostalgia

Tergiang ditelinga
Nostaligia tentangmu
Merusak syarafku
Sekejam
Membawa ku terhanyut
Alunan halu yang kau buat
Tentang  asa yang kau ucap
Janji yang kau tancap
Kisah yang belum lengkap
Dan
Tentang aku dan kamu
Terdapat sejarah yang mengikat.
```

Kamu

Otak ku mati
Mulutku tertatih tatih
Hatiku terikat janji
Jiwa ku di penuhi pertayaan
Yang tak terjawab lagi
Akankah kau datang kembali
Dengan perasaan
Seperti pertemuan pertama kali
Dan membawa serpihan hati
Yang ku cari
Untuuk melengkapi
Kisah yang sempat mati
```

Kesalahan

Aku pernah berada di gunung emas yang sinarnya melebig matahari
Indahnya bahkan mengalahkan bulan purnama yang menerangi
Namun semua menghilang
Tak terkenang
Membekas mengenang
Terhenpas huajn
Satu malam
Bagaikan kemarau 1 tahun di habiskan hujan 1 malam
Seketika aku jatu
Gunung emas runtuh
Matahari teduh
Purnama lumpuh
Aku dilupakan karena 1 kesalahan
Yang menjatuhkan..
```

Sahabat

Sekarang ku temukan secercah cahaya
Dalam pekatnya kegelapan
Perlahan kaki ku melangkah
Ingin menggengnam dan menggapainya
Kau bagaikan penernag dalan kegelapan
Bagaikan hujan yang membasahi di musim kemarau yang gersang
Ku temukan pijakan, di mana dalamnya lautan
Yaa.. kau kau
Yang ku sebt sahabat
Canda mu hilangkan sekelebat kesedihan
Bersamamu adalah kenyamanan
Sebyunab tumpukan awama
Kekonyolanmy, berani, tertawa
Adalah momen yang paling betrkesen
Ya kau sahabat
Dari mu ku temukan secersah keyakinan
```
 

Doa Si Bungsu

Umma apa kabar
Bungsu rindu pada mu
Umma
Umma bungsu rindu
Melihat wajahmu,
Mendengar omelan mu
Halus tangan yang menyentuh kepalaku
Umma bagaiman wajah mu
Masihkah secantok dulu
Apakah waktu telah menambah keriput di wajahmu..
Apakah rindu telah menyiksa batin mu
Emm
Bagaimana dengan jarak
Sudahkah dia memupuk kasih sayang mu
Aku putrid bungsu m
Sedang merindukan mu
Wahai surge ku
Iringi langkah ku dengan doamu
Jadikan restumu berkah untuk ku.








MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 5529574649761133147

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA