Rindu Yang Terpasung


Pentigrafis: Fauzan A. Abudira

Di malam Minggu ini, aku termangu diujung geliat rindu yang melibas gelisah dan resah pada setiap rintik hujan. Semua khayalku sirna akan rekah yang bersembunyi pada risau yang menyayat hati, Aku ingin memelukmu dengan rasa rindu yang mendekap detak dan menatap mata syahdumu. Namun apa daya, aku hanya mencintai dan merindukanmu dalam keheningan. Aku masih betah menunggu matamu yang nampak selalu indah hingga hati ini takluk dan rebah dalam buaian mimpi indah. Jika ini memang cinta, aku hanya tahu bagaimana cara mengungkapkannya dalam ketelanjangan dengan segenap raga, hati, dan jiwaku yang mengulum kepasrahan.

Hujan di awal Oktober ini mendesah ditepian beranda jiwa, rintik airnya menemani percakapan dalam mimpi tentang kabar sang bidadari yang tak kunjung datang. Sakit ini kian menyudutkanku kedalam ruang rindu yang tak bertepi dan menguras damba dibatas asa, sakit ini kian perih saat sehelai surat menyimpan duri menuntaskan daftar luka pada rindu membuncah yang terbungkus namamu. Janji siang itu urung merunut nyata dalam alurnya dan lelah telah mengunyah ragaku tanpa daya.

Ini adalah pertanda bahwa tatapan pertamaku yang membias nyata pada bening matamu telah memasung bahagiaku tanpa peduli seberapa dahsyat getar itu menyisir batinku. Sesak menjejak setumpuk asa yang hancur berkeping dan sisanya diterbangkan angin kemarau. “Maafkan jika aku tak lagi mampu berkata-kata untuk mengungkapkan setiap rindu yang sedari pertama aku tak pernah memungkirinya. Sadarku tak pernah nyata, harapku selalu saja sia-sia, dan rinduku terkurung tak berdaya disinggasananya”. Kini, aku lebih baik diam dan mencumbu kesendirian daripada sapa dan rinduku tak menjemput nyata di ujung penantian.

 

Sumber: FB Kampung Pentigraf Indonesia

POSTING PILIHAN

Related

Utama 7777130517005068516

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item