Puisi-Puisi Bunaya, NTB

    

Bunaya, gadis asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini merupakan mahasiswi Institut Dirosat Islamiyah Al- Amien (IDIA) Prenduan, Sumenep. 

*****


Mimpi

Melangkah untuk menata masa depan
Menyusun cerita yang bertebaran debu
Terkikis kenangan yang meredup jiwa
Adakalah diri terdiam menggigil

    Adakah yang dapat membangkitkan hasrat ini
    Melarutkan jiwa yang telah tlah lama mati
    Kapan hendak disadari
    Hati yang rapuh tak dapat mengembalikan duka
    
Kau berjanji akan menggapi itu
Namun, akhirnya kau berlepas tangan
Apa yang hendak kau fikirkan
Ini adalah caramu yang menentukan jalanmu

    Bangkitlah dari keredupanmu
    Lihatlah penyanggahmu yang begitu kuat menahan beban
    Apakah tega engkau lari tampa membawa kisah
    Kesedihanmu tak ada arti bila kau terus terjatuh
    
Mulailah melakah dan merangkai lagi
Bahkan larilah jika engkau mampu
Karna kau tangguh karna cinta
Cintalah yang membuatmu mampu meraihnya.



Panggilan Fajar

Sejuk malam menerpa jiwa
Penggilan merdu mulai terdengar
Tersentuh dijiwa memenuhi panggilan- Nya
Kepada- Nya ku bermunajjab

    Airmata mulai mengalir
    Hembusan nafas tak mampu dibatas
    Kerinduan yang mengharapkan kehadirat- Nya
    Diatas sajaddahku berharap
    
Yaa Robbi, inikah cinta
Yang datang tampa syarat
Menghampiriku tampa henti

Ku gantungkan harapanku diatas Takdir- Mu
    Tak mampu berucap tampa Nama- Mu
    Diwaktu fajar Engkau tersenyum
    Menerpa rahmat yang tak kunjung musnah
    Abadi bersama- Mu adalah Hidupku
    
    
 

Kehilangan Angan

Terang rembulan mengingatkan kesedihan
Membasahi pipi tak kunjung hilang
Meratapi nasib diujung tombak
Inikah artinya kehilangan

    Mengharap yang tak pernah pasti
    Datang yang tak pernah Nampak
    Apakah ini kesetian
    Pergilah, tampa harus menatap
    Engkau ada hanya membuat luka
    
Kenapa kau hadir hanya untuk pergi
Mana janji setiamu yang tak kunjung terwujud
Hanya ada seperti angin yang tak pernah meninggalkan jejak
Apakah ini, janji manis yang kau lontarkan

    Jika hanya sakit yang kau tuangkan
    Maka pergilah menjadi jawabanya
    Hati nggak butuh dusta agar bertahan
    Menghilanglah dari pada menciptakan duka
    
    

Janji Mati

Jika cinta menjadi alasanmu hidup
Maka pergilah..
Ku tak butuh cinta yang hanya menyisikan bekas
Meratapi hidup tampa tujuan

    Janjimu hanya sekedar ucapan
    Tak berarti dan hanya dusta
    Menghilanglah jika ada kebaikan
    Apa guna keberadaan yang tak diharapkan
    
Janji hanya tinggal janji
Kata yang mengandung arti setia
Namun kau nodai dengan kepalsuan
Lenyaplah duka

    Tampamu ku bangkit
    Dari keterpurukan yang tak ada sadar
    Lenyaplah duka
    Kumampu tampa titik yang menghalangi
    
Ini adalah janjiku yang akan hilang bersama denganku
Ku tak mampu lagi menyisikan harapan
Tujuanku tlahku temukan bersama duka
Dengan duka kulenyapkan semua janjimu



Senja

Disudut pantai ku meratapi senja
Sepoi angin menerpa jiwa
Disamping ombak kuterbawa arus
Memandang langit yang penuh sayap

    Ditengah kicauan burung angin berbisik
    Datanglah kebahagian ..
    Tampa isyarat ku menjawabnya
    Tetaplah disini, bersamaku dalam senja
    
Suara ombak semakin menyurut
Dikejauhan ku melihat cahaya
Dia datang untuk mengganti senja
Ku seret jiwaku untuk menerima

    Dia datang hanya ingin memberi keindahan
    Ditengah gelap dia mampu menerangi
    Dalam suduh cinta dia sangat diharapkan
    Bersama senja dia datang…
    
Melepuhkan hati yang keras
Menemani jiwa yang telah sunyi
Bersemi seakan mentari yang indah
Menatapnya adalah suatu kebanggaan,

MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 8681614832737245268

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA