P2M Zona Pendidikan, Resmikan Mading Dua Bahasa

KH. Dr. Musleh Wahid, M. Pd, saat memberi pengarahan

Program Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Zona Pendidikan,  Institut Dirosah Islamiah (IDIA) Prenduan Sumenep diselenggarakan untuk mengembangkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk tercapainya hasil yang maksimal, P2M kali ini melakukan terobosan baru guna tercapainya inovasi-inovasi handal dalam memajukan laju Pendidikan program ini diikuti mahasiswa semester akhir baik dari program plus, intensif, maupun reguler.

Mahasiswa plus ini merupakan mahasiswa yang berasal dari Lembaga pengabdian sedangkan mahasiswa intensif merupakan mahasantri yang melakukan pembelajaran pondok sekaligus menjadi mahasiswa.

Dan mahasiswa reguler merupakan bagian dari mahasiswa luar. P2M ini dilaksanakan sesuai zona masing-masing zonasi ini pula terdiri dari zona dalam dan luar. Zona dalam ini diselenggarakan oleh mahasiswa plus dan intensif.

Sedangkan zona luar diselenggarakan oleh program reguler. Sementara itu, masing-masing zona memiliki program-program yang diunggulkan seperti dalam bidang Pendidikan, ekonomi, dakwah, kaderisasi, literasi, sarana.

Rabu, 02 Desember 2020 peresmian Majalah Dinding (Mading) dua bahasa (Bahasa Arab dan Inggris) yang dilakukan oleh zonasi bidang Pendidikan ini memberikan pembaharuan dalam bidang tulis menulis dan peningkatan kualitas berbahasa mahasantri yang ada di IDIA.

Peresemian madding ini dibuka oleh KH. Dr. Musleh Wahid, M. Pd. Dengan ditandai pemotongan pita serta suara takbir yang menggema di bumi djauhari siang itu.

Semua mahasantri dan pelaksana P2M berpastisipasi dan bersemangat dan melafalkan “Allahu Akbar”. Disampingnya berjalannya program-program yang dilaksanakan mahasiswi akhir ini mampu menghasilkan pengaruh positif dari keseharian mahasantri IDIA.

Seperti program bidang Bahasa, kini dengan adanya masing 2 bahasa para mahasantri dapat meningkatkan kualitas karya tulis mereka dengan mempublikasikannya di madding tersebut.

Tak lebih lagi mahasiswi P2M ini memberikan pengetahuan dan pelatihan berbahasa serta seragam perbaikan-perbaikan penggunaan Bahasa yang salah sehingga dengan begitu, para mahasantri bisa mengetahui dan mengaplikasikan Bahasa mereka tanpa takut dalam berbicara.


Disisi lain, walaupun covid-19 ini mengingkatkan dan menghambat laju Pendidikan. Namun, membawa berkah bagi program P2M ini.

Dikarenakan para mahasantri memiliki semangat dan tekat kuat dalam menambah kajian ilmu. Dengan demikian, hal itu menjadi hantaman kuat untuk lebih semangat dalam menggarap dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat ini.

“Awal dari sejarah dunia yakni berupa tulisan. Maka menulislah maka dunia akan mengenalmu” KH. Dr. Musleh Wahid, M. Pd

(Laporan Anisaturrahma peserta P2M Bidang Pendidikan (Putri)/Rulis)


POSTING PILIHAN

Related

Utama 3522317225772803836

Posting Komentar

  1. Semoga dengan peresmian mading dua bahasa ini, dapat meningkatkan kemampuan bahasa mahasantri IDIA Prenduan. Dan mereka akan lebih semangat dalam berkarya. Amiennn

    BalasHapus

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal


 

item