Bangkitkan Semangat Membaca Mahasiswa IDIA Melalui Fasilitas dan Tempat yang Nyaman

Para mahasiswa IDIA sedang berdiskusi

Membaca merupakan salah satu kegiatan yang urgen bagi para mahasiswa dan mahasiswi dalam mengembangkan intelektualitas juga menambah wawasan bagi mereka. Sebagaimana wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW yaitu perintah membaca,

“bacalah dengan nama Tuhanmu’.

Maka dari sinilah yang melatar belakangi para peserta Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Prenduan Sumenep, kelompok 5 Putra Bidang Literasi, memanfaatkan aset yang terbengkalai di tengah-tengah mahasiswa dan mahasisiwi, yaitu Gubug Literasi yang diberi nama Loka Nalar Sehat. Pemberian nama ini pertama kali digagas oleh seorang dosen yang memang memiliki perhatian lebih terhadap literasi, yaitu bpk. Nurcholis Madjid, M.Pd.

Kegiatan Praktek Pemberdayaan Masyarakat (P2M) IDIA Prenduan, dilaksanakan dengan mengacu pada konsep ABCD. Dimana konsep ini menekankan pada aset dan potensi yang terlihat pada masyarakat. Berangkat dari sinilah kelompok bidang literasi mengambil beberapa langkah ke depan, salah satunya dengan menjadi fasilitator bagi para mahasiswa dan mahasiswi. 

“Dalam kegiatan Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) ini, kalian diharapkan bisa menjadi fasilitator, memfasilitasi apa saja yang mereka butuhkan”. demikianlah yang disampaikan oleh Dr. Encung Hariyadi, M.Fil.I dalam pembekalan kegiatan Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) IDIA Prenduan.

Fasilitas yang disediakan oleh kelompok bidang literasi yaitu berupa tempat yang nyaman, buku-buku mulai dari novel hingga ilmiah, jadwal baca yang berbeda antara putra dan putri. Tentunya kegiatan ini berlokasi di Loka Nalar Sehat atau yang sering disebut oleh para mahasiswa dan mahasiswi sebagai gubug literasi. Dengan waktu kegiatan yang difokuskan pada sore dan malam hari, sore hari dikhusus bagi mahasiswi dan malam hari dibuka untuk mahasiswa.

“kalian cukup fokus saja untuk membuat tempat membaca yang nyaman, pasti mereka (mahasiswa dan mahasiswi) akan datang dengan sendirinya ke gubug literasi ini,” ucap Dr. Encung Hariyadi, M.Fil.I selaku pembimbing lapangan bidang literasi pada satu kesempatan ketika berkunjung ke lokasi P2M.

Hal ini juga selaras dengan pendapat yang diutarakan oleh Moh. Azmi salah satu anggota kelompok literasi. Ia juga terlihat menaruh harapan besar kepada kakak-kakak yang sedang melakukan kegiatan P2M ini.

“kami merasa sangat terbantu dengan adanya kakak-kakak yang sedang melaksanakan kegiatan P2M ini. Hal yang menjadi kendala utama bagi kami untuk mengembangkan bakat literasi dalam diri kami adalah fasilitas, dengan disediakannya tempat yang nyaman untuk membaca membuat semangat membaca kami tumbuh kembali. Jika tempat membacanya sudah nyaman, saya yakin mahasiswa dan mahasiswi akan berkunjung setiap ada kesempatan.”

Untuk mempertahankan suasana nyaman dalam kegiatan di Loka Nalar Sehat ini tentunya dibutuhkan langkah-langkah yang kreatif. Sebagaiman yang disampaikan oleh Abdul Alfian selaku ketua kelompok di bidang literasi .

“Agar suasana dan kegiatan di Loka Nalar Sehat ini tidak mati setelah kami menyelesaikan kegiatan P2M ini, maka harus dibuat langkah-langkah yang kreatif. Misalkan seperti pembuatan kelompok khusus yang nantinya bisa menjadi kader untuk melanjutkan kegiatan yang kami buat di Loka Nalar Sehat ini. Untuk kelompok tersebut ternyata sudah ada, lama sebelum kami melaksanakan kegiatan P2M ini, tinggal bagaimana pengkaderannya saja.” (Abdul Afian/Rulis)


MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 4013560070015341180

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA