Politik Kampus, Utamakan Kualitas, dan Jadilah Pemilih Cerdas


oleh Hanafi

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional. Politik berasal dari bahasa Yunani : Politikos, Sedangkan berasal pula dari bahasa Arab : Syiasah. Disamping itu politik juga ditilik dari sudut pandang berbeda, seperti politik menurut Teori Klasik Aristoteles adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Pada substansinya politik merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan dengan cara yang tersistematis dengan baik untuk mewujudkan keadilan bersama.

Politik sangat dibutuhkan bagi manusia, sebab manusia tidak terlepas dari kepentingan untuk memenuhi kebutuhan hajat manusia di muka bumi. Politik tidak hanya terdapat di lingkungan pemerintahan atau kekuasaan, namun lebih dari itu dalam segala dimensi di kehidupan sosial manusia yang sangat dibutuhkan. Sebab dengan berpolitik berarti manusia berfikir dengan menggunakan akal untuk sebaik-baiknya mencapai tujuan.

Meskipun realitas sosial politik selalu diidentikan dengan sesuatu yang ngeri atau berbahaya seperti mencapai kekuasaan dengan jalan yang kurang baik, itu hanya saja sebagian dari oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan politik sebagai alat yang dis-orientasi mencapai hakikat tujuan. Selain politik terdapat di pemerintahan, politik juga terdapat di lingkungan sekolah seperti lingkungan kampus. Tentu jika dibandingkan politik di lingkungan pemerintahan dengan lingkungan yang ada di kampus, akan terasa jelas berbeda.

Perbedaan tersebut dapat terlihat, apabila politik di lingkungan pemerintahan sangat syarat dengan kepentingan partai-partai yang cenderung pragmatis untuk merebut kekuasaan maupun terdapat beberapa budaya mooney politik (politik uang). Sementara jika di kampus berbeda dengan poltik pemerintahan yang mengedepankan nilai-nilai intelektual mahasiswa dalam berporses dan belajar sebagai panggung politik awal sebelum terjun ke masyarakat sebab politik kampus merupakan manifestasi dari akar gerakan mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.

Seperti diketahui bahwa kampus merupakan pusat akal sehat bagi mahasiswa untuk mencipatakan kaum cendekiawan yang visioner dengan beriman, berilmu, dan beramal. Perwujudan dari adanya politik kampus bisa dilihat seperti adanya Badan Legislatif Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan lain lain.

Hal tersebut merupakan ruang sendiri bagi mahasiswa dalam belajar berpolitik atau berseni untuk meraih tujuan dalam kekuasaan (kepemimpinan) di dalam kampus. Karena sangat penting bagi mahasiswa mengingat negara Indonesia merupakan negara demokrasi dan yang paling penting lagi sebagai bekal mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat untuk memperbaiki segala lini atas pentingnya manifestasi peran mahasiswa. Gagasan maupun jiwa dalam kepemimpinan menjadi aspek yang esensial bagi mahasiswa untuk berkompetisi di pesta demokrasi yang ada di dalam kampus.

Karena dengan gagasan dan berjiwa kepemimpinan lah yang mampu mengantarkan peradaban kampus lebih maju ke depan. Hal tersebut akan tumbuh apabila akal sehat mahasiswa digunakan di dalam kampus, tidak sebaliknya hanya digunakan sebagai siasat politik yang pragmatis untuk mewujudkan oligarki di dalam kampus yang notabenya sudah di doktrin oleh senior hanya demi mencapai kepentingan kelompoknya.

Hal ini rentan terjadi meskipun di dalam pertarungan politik di dalam kampus. Sebenarnya sah-sah saja dilakukan apabila mahasiswa tersebut memiliki visi maupun misi dalam konsep narasi yang visioner yang hanya menguatamkan kepentingan bersama dan kemajuan kampus. Sebaliknya apabila hanya dilakukan demi kepentingan kelompok maupun berangkatnya tidak membawa gagasan maupun konsep narasi visoner dan revolusioner ke depan, maka kemorosotan dunia intelektual mahasiswa akan terkungkung di pusaran oligarki nantinya.

Tak heran, apabila momen politik kampus akan dimulai, beberapa oknum mahasiswa, sebutlah tim sukses dari bakal calon seperti ketua himpunan jurusan, akan mencari mangsa bagi mahasiswa lainnya untuk didoktrin dengan iming-iming harapan palsu. Apalagi bagi mahasiswa baru yang rentan dipengaruhi oleh doktrin maupun agitasi yang dimainkan kepada publik mahasiswa di suatu kampus agar se-irama dengan mereka dalam memilih meskipun bakal calonnya seperti contoh di ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan tidak memilik konsep narasi yang visioner. Karena nantinya hal ini akan berdampak panjang terhadap semua mahasiswa di suatu kampus bagaimana dapat mencipatakan kampus yang inovati, kreatif, dan progresif menghadapi dinamika peradaban kampus ke depan.

Selain itu tidak cukup bagi mahasiswa yang mencalonkan diri atau dicalonkan di pemerintahan kampus, pun mahasiswa pada umumnya nanti yang akan memilih harus peka dan kritis serta menjadi pemilih yang cerdas. Segala proses nantinya yang ada di politik kampus, mahasiswa sebagai partisipasi wajib untuk memilih dan memiliki hak dalam mengontrol dan mengamati jalannya demokrasi di kampus agar bebas dari proses demokrasi yang tidak baik.

Untuk itulah menjadi pemilih yang cerdas dan menjadi suatu keniscayaan apabila mengharapkan peradaban kampus semakin visioner ke depan. Esensi dari nilai akademis mahasiswa harus lebih diprioritaskan ketimbang sebatas eksitensi yang jauh dari substansi mahasiswa yang dikatakan sebagai kaum intelek. Seperti yang sebentar lagi di akhir Bulan November akan jatuh momen politik kampus Institut Agama Islam Negeri Madura atau biasa disingkat IAIN Madura. Yang kebetulan semenjak peralihan status dari STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam) menuju IAIN (Institut Agama Islam) Negeri Madura menambah ormawa baru sesuai SK dirjen yang dikeluarkan oleh Kemendikti di tingkat PTKIN yaitu , sema institute, sema fakultas, tarbiyah, Sema Fakultas Syariah, Sema Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Sema Fakultas Ushuluddin, dan Dema Uhsuluddin.

Terlepas dari semuanya, pemerintah di Kampus IAIN Madura nantinya pada periode 2020-2021 meskipun di tengah wabah virus Covid 19 yang masih melanda dan memiliki kewajiban untuk tetap dilangsungkan maka tentunya model protokol kesehatan harus menjadi prioritas di tengah pandemi yang akan menjadi moment penting dan bersejarah bagi generasi mahasiswa aktif lainnya (sesuai syarat) untuk memetakan peradab yang lebih visoner ke depan.

Untuk itulah dalam kancah kontelasi politik kampus sangat penting mengutamakan kualitas ketimbang eksitensi, dan sangat penting menjadi pemilih yang cerdas sesuai analisis dan hati nurani ketimbang digiring dengan poros arus kelompok yang salah. Politik kampus sebagai bekal manifestasi sehat berpolitik di masyarakat, selamat menyambut politik kampus di tengah pandemic Institut Agama Islam Negeri Madura, utamakan kualitas dan jadilah pemilih yang cerdas !!


Hanafi, mahasiswa  IAIN Madura, Jurusan : Tarbiyah prodi Tadris IPS. Aktif HMI Tarbiyah IAIN Madura


MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 7126014410718833527

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA