9 Siswi Darul Falah Pamekasan, Kunjungi Tokoh Sastra

Para siswa SMK Darul Falah saat diberi motivasi oleh Syaf Anton Wr dan Lilik Rosida Irmawati

9 Siswi SMK Darul Falah Kertagena Tengah Kadur Pamekasan belajar menulis  tentang ilmu kesasteraan di markas Rumah Literasi Sumenep (Rulis) Minggu (15/11/2020).

Tujuan para siswi ini datang ke Sumenep merupakan program Pelaksanaan Penjamin Mutu (PPM) SMK Darul Falah dalam rangka kegiatan “Kunjungan Tokoh-tokoh Sastra” dengan harapan mendapat bekal dalam ilmu pengembangan sastra.

Pelaksana Penjamin Mutu SMK Darul Falah, Sulaiman, S.Kom, berharap dari kegiatan ini para siswinya makin memahami teknis menulis sastra yang sebelumnya telah diajarkan di sekolahnya.

“Harapan kami ke depannya, para siswi kami  ini makin tertarik mengeluti dunia kesasteraan, dan bisa ditularkan pada siswa yang lain,” ujar Sulaiman.

Para siswi yang diterima dengan senang oleh sastrawan Syaf Anton Wr dan didapingi istrinya Lilik Rosida Irmawati yang juga seorang penulis memnyampaikan pengalaman proses kreatif dan sejumlah strategi untuk menjadi catatan bagi mereka.

Menurut Syaf Anton, tidaklah sulit untuk menulis apapun yang ingin ditulis selama sadar mempunyai niat tulus terhadap apa yang ingin disampaikan.

“Inti menulis itu pada dasarnya, ketika kita ingin menyampaikan sesuatu dalam bentuk kata, namun kata itu tidak tersampaikan karena keterbatasan kita, dengan menulis kata-kata yang tersekat dalam pikiran, maupun perasaan akan tersampaikan dalam bahasa tulis,” ungkap budayawan Madura ini.

Ia juga berharap agar sementara jangan dipikirkan agar disebut sebagai penyair, cerpenis, esais dan lainnya, yang penting dilakukan adalah menulis apa mau ditulis.

“Perkara sebutan,penyair, cerpenis dan lainnya itu akan mengiringi ketika kita berkarya dan ditunjukkan pada publik. Dan publiklah yang akan menentukan atribut yang disandangnya,” jelasnya. 

 Hal ini juga diperkuat oleh Lilik Rosida Irmawati, yang juga Ketua Rumah Literasi Sumenep (Rulis) menyebutkan bahwa yang penting dilakukan menulis saja, apapun genrenya serta konsisten, istiqomah dan setiap menulis meski hanya satu paragraf.

"Tidak aturan mengingat untuk menulis, dan sementara hindari teori-teori menulis agar tidak terjebak pola menulis sesuai dengan terori," ungkap Lilik. (enda)

MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 4469358955498618161

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA