Spirit Kuliah Daring, Spirit Literasi, dan Pandemi Covid 19


 Oleh: Hanafi,

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, pembelajaran di perguruan tinggi pada semua zona masih dilaksanakan secara daring hingga ada kebijakan lanjut setelahnya. Tahun akademik perguruan tinggi 2020-2021 tetap dimulai pada bulan Agustus dan bulan September bagi pendidikan tinggi keagamaan. 

Alasan tersebut dikatakan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi mengadopsi pembelajaran jarak jauh lebih mudah ketimbang pendidikan dini hingga menengah. Mendengar keputusan tersebut bagi mahasiswa mungkin akan merasakan duka cita mendalam karena kembali merasakan kuliah jarak jauh di tengah menyisihkan beberapa problematika di dalamnya seperti tingkat efektifitas, sarana dan pra-sarana, hingga yang substansial adalah pengaruh perkuliahan terhadap implikasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik terhadap mahasiswa yang notabenya biasanya melibatkan proses interaksi secara langsung antara dosen dengan mahasiswa di dalam kelas. 

Namun beberapa poin berupa problematika yang barusan disebutkan tidak lantas menjadikan alasan secara terus yang berkutat di tengah jalan tanpa menghadirkan solusi untuk mendapatkan hasil keilmuan dengan maksimal yang bisa diperoleh dalam perkuliahan secara daring. 

Mahasiswa adalah subyek aktif sebagai pembelajar yang akan mengawali tahun ajaran baru kuliah secara daring. Sebagai subyek aktif dalam menempuh ilmu pengetahuan haruslah menanamkan diri rasa spirit dalam menuntut ilmu yang menjadi kekuatan moril atas status mereka yakni sebagai mahasiswa atau pembelajar yang sedang menempuh ilmu di perguruan tinggi. Kehausan akan ilmu harus selalu dihadirkan disetiap individu dengan sadar keterbatasan atas dirinya. Menghadirkan kehausan ilmu berarti menghadirkan ruang sadar untuk melawan kebodohan. 

Buya Hamka mengatakan bahwa penjajahan terbesar adalah kebodohan sehingga melawan kebodohan menjadi spirit energik yang harus dilawan bagi jiwa-jiwa yang sadar. Apalagi sebagai mahasiswa yang sedang menuntut ilmu. Tanpa adanya spirit atas kemauan yang besar dari mahasiswa tidaklah mungkin tujuan menuntut ilmu pengetahuan yang ingin diperoleh akan tercapai sebagai manusia pembelajar. Apalagi di tengah perkuliahan secara daring yang masih dihiasi dengan adanya wabah yang tidak menentu kapan akan segera undur diri dari bumi pertiwi. 

Yang jelas selain mahasiswa, seluruh elemen seperti pemerintah, guru, harus semaksimal mungkin menjadikan kuliah daring ini sebagai jihad bersama dengan pula memperbaiki hambatan-hambatan yang masih dari kemaren-kemaren dialami oleh mahasiswa selama kuliah daring berlangsung seperti yang paling urgent adalah sarana dan pra-sarana yang masih menjadi kendala karena tidak semuanya dapat dijangkau dengan baik bagi mahasiswa. Contohnya dilansir dari KOMPAS. com, duka cita yang dialami oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar bernama Rudi Salam tang tewas karena terjatuh dari menara masjid di kampong halamannya (6/5/2020). Kejadian tersebut tentunya sangat tidak diharapkan oleh semua pihak terutama pihak keluarga, namun takdir berkata lain di tengah minim sinyal yang dimiliki akibat sarana dan prasarana sehingga menjadi alternative untuk mencari sinyal di luar rumahnya. 

Dalam hal ini pemerintah khususnya bagi Kemendikbud harus dapat memastikan kuliah daring akan bisa dijangkau bagi mahasiswa dengan mengantisipasi hamabatan-hambatan yang sudah menjadi pengalaman kemaren seperti kendala yang urgent yaitu terkait dengan sarana dan pra-sarana dengan menyediakan fasilitas kouta paket yang efektif maupun handphone terutama bagi mahasiswa kurang mampu. 

Maka dengan demikian diharap dapat menciptakan kesinambungan bagi mahasiswa dan kampus dalam melaksanakan kuliah daring utamnya bagi mereka yang masih belum mampu menjangkau dengan baik dalam perkuliahan. Hal ini bukan tanpa dasar bahwa sesuai dengan amanah UUD 1945 alinea ke 4 negara memiliki kewajiban untuk mencerdaskan bangsa sehingga alinea tersebut harus menjadi spirit bagi pemerintah utamanya dalam memaksimalkan hak pendidikan yang baik bagi masyarakat Indonesia.

Spirit harus jelas mewarnai ruang lingkup pendidikan kita mulai dari negara hingga masyarakat harus sadar dengan pendidikan yang diperoleh diharapkan mampu membentuk jati diri masyarakat sesuai dengan Falsafah Bhineka Tunggal Ika yang berkemajuan dengan nilai-nilai nasionalisme dan religiutas. Dalam membangun spirit kuliah daring ini dengan menghadirkan semangat literasi dalam perkuliahan menjadi senjata bagi mahasiswa. Literasi harus menjadi spirit bagi mahasiswa karena literasi tidak dapat dipisahkan bagi manusia pembelajar. 

Mengapa demikian? Karena literasi adalah senjata bagi manusia pembelajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan baik dari hasil membaca, menyimak, menulis dan lain sebagainya. Tanpa adanya literasi maka akan sulit untuk dapat memperoleh isi nutrisi keilmuan terhadap otak apalagi bagi mahasiswa di masa kuliah daring ini. Elizabeth Sulby mengatakan bahwa literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam komunikasi baik dilalui dari hasil membaca, menyimak, berbicara dan menulis dengan cara tertentu sesuai dengan tujuannya. 

Artinya dalam kuliah daring mahasiswa tidak akan terlepas dari literasi karena mahasiswa akan memperoleh hasil pengetahuan baik menyimak proses pembelajaran dari keterangan dosen atau lingkungannya, mendengarkan, menganalisanya, membacanya, menulis hingga menyimpulkannya agar memperoleh sintesa (simpulan) dari tesis (pernyataan) dan antitesa (pertentangan) yang dilalui.

Literasi bisa ditumbuhkan dengan spirit membaca dan menulis untuk mengisi nutrisi keilmuan yang itu memang adalah sifat yang yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Karena untuk meningkatkan intelektualitas dan nalar kritis diperlukan wawasan yang luas dan hal ini dapat diperoleh dengan literasi. Di tengah pandemic Covid 19, kuliah daring ini pembelajaran yang pasti selalu serba digitalisasi. Sehingga serba digitalisasi ini harus dimanfaatkan bagi mahasiswa dengan semangat literasi. 

Semangat literasi dapat diwujudkan dengan kemampuan membaca seperti membaca buku maupun kemampuan menulis seperti menulis di media massa dengan harapan dapat membuka ruang diskusi maupun sumbangsih ide dan gagasan serta nalar kritis kontrolnya terhadap struktur tertentu yang mungkin dianggap bengkok. Iklim spirit literasi harus dibangun dalam kuliah daring ini. Karena dengan literasilah dapat membantu menumbuhkan intelektual dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang. 

Socrates mengatakan bahwa “budi seseorang tergantung ilmu pengetahuan mereka sehingga semakin banyak ilmu pengetahuan maka semakin baiklah akal dan budinya”. Selain mahasiswa membangun iklim spirit literasi, dosen sebagai tenaga pendidik pun harus memberikan dorongan serta contoh terhadap mahasiswa dengan menciptakan pula iklim budaya literasi yang dapat mengakar. 

Dosen juga harus aktif di media massa baik media cetak maupun non cetak dengan suguhan-suguhan konten yang dihasilkan seperti karya tulisan agar dapat baca, dinikmati, dan mengedukasi terhadap masyarakat utamanya bagi mahasiswa. Apalagi di tengah pandemic yang mengharuskan ruang gerak gerik kita terbatas khususnya dalam sektor pendidikan sehingga semuanya serba beralih secara daring, maka tidak ada alasan untuk menumbuhkan dan mengembangkan spirit literasi yang menjadi alternative efektif untuk menopang nutrisi keilmuan yang maksimal di kuliah daring ini. 

Terakhir pesan dari Mohammad Hatta “Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas”. Karenanya, membaca adalah melawan, melawan kebodohan !!

^^^^^

Hanafi, lahir di Sumenep Madura, 31 oktober 1998. Saat ini sedang aktif kuliah di Jurusan Tarbiyah Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, semester enam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura di Pamekasan. Ia penah aktif Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah IAIN Madura Angkatan 2017. Kini bertempat tinggal di Jalan Mahoni II No 36 Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep,


MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 5488480177880667701

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

item

WA