Puisi-puisi Dwi Putri Kartika Candra



 Dwi Putri Kartika Candra, gadis muda belia ini akrab dipanggil  Putri. Putri lahir di Sumenep, pada tanggal 21 Juli 2005, dan mempunyai hibi membaca, Kini ia berdomisli  di Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto Sumenep, sekarang mulai banyak belajar menulis puisi,

***

Salam Para Perindu

Didalam rumah tanpa keluar beronta
Aku mengisahkan jarak dari para perindu
Pelan-pelan hari berganti
Dimana tabung rindu akan semakin penuh
Entah kapan rindu ini bisa termakan habis
Kapan rindu ini bisa meluap ke semua orang
Perlahan mencoba untuk terbiasa
Perlahan mencoba untuk menikmati hari sendiri
Didalam rumah, gedung putih
Itulah yg hanya ditatap bagi para perindu siang malam
Doa sudah dilangitkan agar para perindu bisa bertemu dalam titik pertemuan hangat
Dan Tuhan tidak pernah menjawabnya
Akankah doa para perindu masih tergolong sedikit atau sedang
Aku pun tidak tau itu
Kumohon, aku ingin menjelajah direalita luar kembali
Dengan gelak tawa dipermukaan luar
Semoga masalah bagi perindu bisa terselesaikan

.

Dalam Sajak Cinta

Raung Panas Hujan
Aku hanya berjumpa cinta yang diliput rasa
Berbeda kala dulu yg tak pernah mengenal dalamnya rasa cinta
Digerbang depan, tanpa ada orang
Aku menuliskan sebuah sajak cinta untuk dirinya
Antara balas atau tidak, aku tidak menghiraukannya
Aku berbagi rasa
Membagi keindahan cinta tanpa tetes luka
Bahagia? Iya
Aku bahagia sekarang
Perpindahan rasa tidak akan aku rasakan
Karena aku tetap dalam satu rasa
Tetap dalam sajak cinta untuk-nya

.

Kekasihku Ayahku

Pahlawan tanpa tanda jasa gelarnya bagiku
Seribu tindakannya yang mengharukan
Bagaimana aku tidak bisa mencintainya
Jika ayah lebih mencintaiku dengan caranya
Banyak cara ayah untuk memberiku senyuman lengkung
Lebih banyak lagi ketika aku melihat kerja kerasnya yang membuat mataku berair
Berbeda dan sangatlah berbeda
Berbeda dalam penjagaannya terhadapku
Aku melihat kenyamanan hidup dalam tatapannya
Bagaimana aku tak terharu!!
Jika satu langkahnya untuk kebahagiaanku
Bagaimana aku tak menangis sesedu ini!!
Jika satu pelukannya membuat ketenangan dalam hidupku
Bagaimana aku tidak senang ketika melihatnya sehat!!
Jika dalam pegangannya meyakinkan aku tidak akan terluka selama bersamanya.

.

Pelukan Ibu

Sandaran lembut dan dalam usapan tangan yang menenangkan
Ucapan yang mengharukan
Penyemangat dalam semangat penuh keyakinan
Kecupan indah yang meneteskan air mata
Aku rindu itu semua
Aku rindu berteriak memanggil dengan sebutan "ibu"
Aku merasakan kesenangan jika dia tersenyum
Aku pun merasakan kesedihan jika melihatnya sakit
Dalam roda perputaran dunia
Aku tetap menyayanginya
Dalam istilah periode prestasi
Aku akan memberi gelar perempuan terbaik kepadanya
Aku hanya butuh restunya
Dalam perjalanan ini
Ku ucapkan salam rindu untuk ibu

.

Pena Terbaik Dariku

Dalam impian pencapaian ini
Aku hanya mengimpikan buku dan pena
Aku bisa merangkainya disana dan menciptakan impian disana
Yang harus diyakinkan adalah perwujudan
Yang harus dipanjatkan adalah doa
Usaha dibalik waktu, wujud, dan doa
Keindahan luar tertuang satu persatu dalam buku ini
Aku menuliskan semuanya
Terwujud belum aku akan menjalankannya
Pantauan berbeda dari luar kanan kiri yang akan aku tuangkan dalam penulisan pena ini
Untuk kebutuhan terbaik dalam penggunaan pena ini
Aku menyukai pena
Dari pena, aku paham arti keuntungan bahwa dalam kehidupan meliputi naik turun kebahagiaan
Aku belajar dari pena!! Bahwa sesuatu yg banyak membantu akan menjadi patokan semangat bagi yang lain
Salam bangga untuk pena

.



MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 2972748281206983142

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Relaksasi

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Tips Antisipasi Sebaran Virus Corona

item

WA