Pola Hidup Sehat Pasca New Normal


Oleh: Hanafi

Ada istilah baru di tengah wabah Covid 19 yang sudah beberapa bulan menjadi momok menakutkan bagi bangsa Indonesia. Istilah tersebut adalah “New Normal". New normal ini merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah di tengah upaya mengatasi pandemic Covid 19 yang masih mewabah hingga saat ini demi komitmen masa depan lebih baik dan sebagai langkah strategi agar ekonomi tidak terus semakin memburuk.

Definisi new normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan Covid 19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempetimbangkan epidemiologis dan kesiapan regional. Juru bicara penanganan Covid 19, Achmad Yuriyanto mengatakan new normal yang dimaksud bukan berarti seperti kembali normal beraktifitas biasanya tanpa adanya aturan-atiuran tertentu dari kesehatan. Melainkan new normal yang dimaksud adalah mengubah tatanan dengan kebiasaan dan perilaku baru hidup bersih dan sehat sesuai protokol kesehatan dalam menormalkan aktifitas kembali.  Perlu diketahui sebagai langkah yang dilakukan oleh pemerintah sekaligus menjawab keresahan masyarakat khususnya dalam hal ekonomi membuat pemerintah mengeluarkan skenario kebijakan baru yaitu new normal yang dibuka langsung oleh ‘’Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian” dikutip dari Kontan, Selasa (6/5/2020) di mulai dari 5 tahapan, diantaranya : 

a. Fase 1 (1 juni)
Indrusti dan jasa dapat beroperasi dengan protokol kesehatan covid 19
Mall belum boleh beroperasi, kecuali toko penjual masker dan fasilitas kesehatan

b. Fase 2 (8juni)
Toko, pasar dan mall diperbolehkan pembukaan toko namun dengan protokol kesehatan

c. Fase 3 (15 juli)
Mall tetap seperti fase 2, namun ada evaluasi pembukaan salon, spa, dan lainnya dengan tetap protokol kesehatan covid 19
Sekolah dibuka namun degan sistem sif

d. Fase 4 (6juni)
Pembukaan kegiatan ekonomi dengan tambahan evaluasi untuk pembukaan secara bertahap restoran, café, bar, dan lainnya dengan protokol kebersihan yang ketat
Kegiatan ibadah diperbolehkan dengan jumlah dibatasi

e. Fase 5 (20-27 juli)
Evaluasi untuk 4 fase dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial berskal besar
Akhir juli/awal agustus 2020 diharapka seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka

Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiswijono mengatakan, bahwa peraturan tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan Pemerintah menjelang, selama, dan pasca pandemic Covid 19 sehingga peraturan tersebut dikeluarkan sebagai uji coba dari hasil kajian yang dilakukan yang sewaktu-waktu akan bisa berubah apabila tidak sesuai dengan skenario yang di inginkan. Kebijakann tersebut jelas disambut senang dan hangat oleh masyarakat mengingat kondisi perekonomian mereka sudah sekian lamanya lumpuh akibat pandemic Covid 19.

Masyarakat pada umumnya di perbolehkan beraktifitas seperti semula meskipun harus taat mengikuti peraturan dengan catatan ”warning” yakni mengikuti protokol ketat dari kesehatan. Aktifitas pola-pola pergerakan di berbagai sektor komponen masyarakat seperti ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan yang lainnya kembali di buka dengan tetap sesuai dengan protokol ketat kesehatan dan sesuai dengan mekanisme peraturan pemerintah. Yang jelas uji coba yang dilakukan oleh pemerintah ini merupakan ikhtiar dalam menangani berbagai persoalan di tengah krisis pandemic Covid 19 terutama sosial dan ekonomi.

Dalam masyarakat (sosial society) dampak akibat pandemic Covid 19 ini memberikan perubahan pesat bagi kehidupan sehari-hari karena ganasnya wabah Covid 19 yang harus dicegah secara upaya kolektif. Keganasan covid 19 memaksakan masyarakat untuk harus mengetahui kelemahan-kelemahan Covid 19 yang sewaktu-waktu dapat menyerang tanpa diketahui oleh panca indera ini.

Meskipun demikian Covid 19 yang juga bisa diartikan makhluk ghaib ini hanya dapat diketahui apabila mempelajari kelemahan-kelemahan Covid 19. Seperti Covid 19 akan menyerang apabila terdapat kerumunan massa di masyarakat, tidak menjaga denga banteng pertahanan seperti apabila berpergian menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga kebersihan baik kebersihan individu maupun lingkungan dan hal yang lainnya.

Maka nya setelah diketahui kelemahan Covid 19 oleh pakar kesehatan setelah mendeteksi Covid 19 ditemukanlah bahwa makhluk ini cara penularannya yang paling efektif adalah di tempat –tempat yang mengandung banyak keramaian dan itu rentan sekali karena dalam keramaian tersebut mengakibatkan kontak sosial yang kita tidak diketahui siapa yang positif terpapar Covid 19.

Biasanya juga efektifnya Covid dapat menular ke dalam tubuh seperti melalui mulut atau hidung dari seseorang yang biasanya orang tersebut dikatakan positif Covid 19 adalah memiliki gejala seperti bersin-bersin dan batuk yang menular lewat percikan cairan atau paritikel ke orang lain melalui mulut atau hidung (meskipun semuanya gejala bersin-bersin dan batuk bukan berarti di klaim semuanya positif Covid 19). Dari dampak tersebut mengarah terhadap implementasi kebijakan pemerintah dalam megantisipasi karena apabila tidak diantisipasi Covid 19 semakin hari maka akan semakin meningkat pula pola penyebarannya.

Sehingga masyarakat dengan terpaksa harus mengikuti kebijakan-kebijakan pemerintah dari hasil kesehatan untuk satu komando menjaga keselamatan warganya dan bersama-bersama memutus rantai penyebaran Covid 19. Tindakan sesederhana mungkin seperti menggunakan masker dan mencuci tangan seolah-olah menjadi hal yang spesial harus diperhatikan ketimbang sebelum adanya Covid 19 ini. Bisa kita lihat sekarang secara stratifikasi sosial di masyarakat mulai dari tukang sapu, pedagangan asongan, guru, pejabat, hingga persiden pun berame-rame tanpa terkecuali mengakampanyekan hidup bersih dengan etika seperti menggunakan masker, mencuci tangan, etika bersin atau batuk yang diperhatikan terlebih apabila berada di tempat-tempat umum.

Maka hal tersebut dampak selama masa pandemic Covid 19 yang sudah mampu membuat pola-pola baru dalam tatanan kehidupan masyarakat (sosial society) menjadi pelajaran yang sangat penting bagi masyarakat yang peduli dan mengerti akan bahaya pandemic Covid 19 utamanya dalam hal kesehatan. Karena kesehatan masyarakat merupakan pondasi pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) bagi bangsa yang perlu dirawat sebaik mungkin demi keberlangsungan peradaban bangsa.

Apabila kesehatan tidak dijaga maka akan berdampak besar terhadap pondasi yang menentukan eksitensi suatu bangsa sedang baik atau tidak yaitu kualitas hidup dari masyarakat itu sendiri. Bila masyarakatnya mengalami kondisi buruk bagi kesehatannya maka berdampak besarlah terhadap bangsa yang sepenuhnya masyarakat yang menjalankan roda kehidupan untuk keberlangsungan eksitensi suatu negara. Dengan demikian dalam rangka pasca new normal baru ini harus menjadi perhatian yang serius dalam pola baru hidup sehat. Berikut ini beberapa poin yabg dapat diimplementasikan bersama pasca new normal ini dengan membangun pola hidup y sehat, diantaranya :

1.    Perbanyak asupan makanan bergizi. Dengan menerapkan pola konsusmi yang sehat dan bernutrisi agar mampu menstabilkan kualiatas kesehatan dan daya tahan tubuh pasca new normal ini. Membeli asupan makanan bergizi yang pasti menjadi poin utama bagi masyarakat untuk menjaga kondisi kualitas kesehatan diri pasca new normal ini. Salah satu makanan yang bernutrisi untuk daya tahan tubuh seperti makanan yang mengandung kaya akan vitamin C dan vitamin B kompleks. 

2.    Cukupi kebutuhan air putih. Menurut pakar kesehatan minum air putih paling tidak 8 gelas sehari agar dapat membantu tubuh, sehingga tidak mudah dehidrasi dan dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Selain itu manfaat air putih yaitu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah batu ginjal, meningkatkan kinerja otak dan energy, melumasi sendi dan otot agar lebih rileks, menjaga kesehatan kulit dan menurunkan berat badan hingga meningkatkan daya imun tubuh.
3.    Olahraga rutin, memasuki new normal alangkah lebih baiknya olahraga perlu ditingkatkan untuk menjaga kebugaran fisik seperti sebelum melakukan aktivitas seharian untuk meningkatkan kondisi daya tubuh.  Selain itu manfaat olahraga secara rutin ini adalah membuat tubuh menjadi aktif, memperkuat tulang dan otot, mengurangi berfikir negative dan sebagainya. 

4.    Istirahat yang cukup. Mengatur aktivitas memanej dalam hal bekerja demi menjaga kondisi kebugaran tubuh agar stabil sehingga dapat beristirahat dengan tenang. Menurut pakar kesehatan usahakan tidur 7-8 jam setiap harinya. Karena tidur dapat membantu memaksimalkan metabolisme dan menjaga daya tahan tubuh.
5.    Meningkatkan imun tubuh dengan multivitamin atau minuman-minuman jamu tradisional. Membantu kondisi tubuh untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian dengan mengkonsumsi multivitamin secara rutin akan memberikan energik bagi kualitas kesehatan tubuh. Selain itu memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam) di sekitar seperti seperti rempah-rempah pilihan, contohnya kunyit, kunir, jahe, kencur, dan yang lainnya tentu sangat potensial untuk dimanfaatkan.
6.    Menjaga kebersihan lingkungan. Tempat yang harus diperhatikan lainnya adalah lingkungan baik dimulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan sekitar atau umum. Dengan menjaga kebersihan sebaik mungkin dimulai dari lingkungan keluarga maka akan dapat membangun iklim pola hidup bersih di tempat lingkungan lainnya. Hendaknya selalu memperhatikan kebersihan di sekitar kita seperti tempat tidur, duduk, meja makan, dan yang lainnya di rumah kita. Selain itu bisa gunakan Hand Sanitizer agar terhindar dari kotoran-kotoran selama beraktifitas. Dianjurkan juga menggunakan masker apabila keluar rumah terutama dalam perjalanan jauh agar terhindar dari debu atau polusi di jalan.
7.    Menjaga pikiran dan jiwa dengan memperbaiki hubungan terhadap sesama manusia (horizontal). Hal lain yang perlu juga untuk diperhatikan adalah menjaga pikiran agar tidak gampang stres. Sering kali masyarakat gelisah akan pandemic Covid 19 yang dapat membuat kondisi ketenagan jiwa terganggu. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberap faktor seperti masalah internal seperti masalah keluarga hingga eskternal seperti berita hoax yang tersebar atau opini orang lain. Untuk itulah menjaga pikiran dan ketenangan jiwa sangat penting untuk diupayakan seperti memperbaiki kualitas diri, kualitas hubungan bersama keluarga, teman terdekat, hingga hidup menjadi warga yang baik.
8.    Meningkatkan ibadah dalam hal agama dengan memperbaiki hubungan dengan Tuhan (vertikal). Manusia merupakan makhluk yang serba memiliki kekurangan dan selalu merasa gelisah apabila ditimpa cobaan, terlebih di masa pandemic Covid 19 ini. Peran manusia sebagai makhluk yang berhamba kepada Tuhan dalam menjaga ibadah bukan hanya sebatas menjalankan sebatas kewajiban tidak muncul implikasi terhadap rohani dan jasmani melainkan sebagai pengahmbaan kita dan  rasa butuh sebutuh-butuhnya kepada Sang Pencipta. 
 Di dalam Islam ibadah dalam hubungan paling tertinggi yakni dengan Tuhan (vertikal) seperti menjaga dan memperbaiki kualitas shalat yang harus senantiasa selalu di jaga dalam setiap waktu. Tidak hanya ibadah seperti shalat 5 waktu (wajib), shalat Sunnah pun menjadi penyempurna ibadah kita kepada Allah. Dalam hadis (HR Turmudzi) Rasulullah bersabda “shalat tahajjud dapat mengahpus dosa, mendatangkan ketenangan, dan mengindari penyakit”. 
Shalat tahhajud ini merupakan shalat Sunnah yang sangat luar biasa manfaatnya. Selain itu juga selaras dengan penelitian ilmiah menurut berbagai ahli diantaranya mengontrol emosi, mengatasi diabetes, mencegah pembengkakan jantung dan ginjal, kemoterapi kanker tanpa efek samping, mencegah penyakit hipertensi dan hipotensi, mencegah infeksi pernapasan, melincarkan aliran darah dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Itulah beberapa poin dari penulis pola hidup sehat pasca new normal ini. Mengutip perkataan tokoh ilmu sosial Robert H. Lauer perubahan dalam segi fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari individual hingga tingkat dunia, akan menciptakan pola baru dalam aktifitas kehidupan sehari-hari. Hal ini selaras dengan perubahan sosial baru pasca new normal  yang harus menjadi perenungan dan mengambil pelajaran bersama salah satunya dalam pola hidup sehat.

***

Hanafi, lahir di Sumenep Madura, 31 oktober 1998. Saat ini sedang aktif kuliah di Jurusan Tarbiyah Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, semester enam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura di Pamekasan. Ia penah aktif Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah IAIN Madura Angkatan 2017. Kini bertempat tinggal di Jalan Mahoni II No 36 Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep,


MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 741887380024081925

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Relaksasi

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Tips Antisipasi Sebaran Virus Corona

item

WA