Perlombaan di Kampungku



Cerita: Arlin Putri Maharani

Tanggal 17 Agustus bagi angsa Indonesia menjadi bulan istimewa dan semua berkirah memeringati Hari Kemerdekaan. Pastinya kampungku sama dengan kampung lainnya. Saat masuk bulan Agustus, semua warga kampung bergotong royong dan bekerja sama dan berupaya untuk memperindah serta mempercantik kampung. Begitupun di daerah pinggir jalan kampung tak luput dari kegiatan warga untuk dibersihkan dan dipasang bendera-bendera, umbul-umbul atau spanduk warna warni agar suasana kampung terlihat lebih meriah serta berbeda daripada bulan-bulan sebelumnya.

“Wah sudah mulai terasa semangat 45 nya.. Nuansa kemerdekaan serta nuansa Merah Putih. Aku sangat bangga dan bahagia menjadi warga Negara Indonesia” gumanku dalam hati.

Pada hari Minggu, tepatnya tanggal 4 Agustus 2019 dikam­ pungku mulai mengadakan berbagai jenis lomba dalam rangka memperingati HUT RI Ke-74 baik untuk anak-anak, remaja bahkan ada juga untuk orang tua. Lomba diawali dari kalangan anak-anak yakni lomba balap karung, kelereng serta memasukkan paku ke dalam botol.

Sedangkan jenis lomba untuk para remaja serta bapak-bapak adalah sepak bola joget, panjat pinang dan lain-lain. Tidak juga ketinggalan lomba untuk para ibu-ibu kampung, yakni memukul air di dalam kantong plastik, lomba joget serta karaoke dan banyak lagi.

Aku dan teman-temanku diataranya Syifa, Cici, Vivi, Ayu, Mutia, dan Zheril sungguh antusias untuk mengikuti lomba-lomba tersebut. Dan nantinya di akhir kegiatan serta pada waktu pemberian hadiah akan dilaksanakan Jalan-jalan Santai untuk seluruh warga dengan bermacam-macam doorprize, wuiiiiiih sungguh senang serta pengen cepat ikutan seluruh lomba-lomba tersebut.

“Putri, kamu ikutan lomba apa saja ?” Tanya Vivi

“Aku tadi sudah ikutan lomba balap karung, tetapi aku kalah“

“Gak apa-apa Put, jangan bersedih yang penting kita sudah pada ikut berpartisipasi dalam rangka memeriahkanHUT RI kali ini,” hibur Vivi

Jujur saja, aku dan teman-teman yang lain memang selalu menunggu momen tahunan seperti ini, karena disini muncul rasa gembira serta bangga saat mengikuti lomba, padahal lomba yang diadakan itu sederhana saja. Akan tetapi yang terpenting ialah keseruannya dan kekompakannya. Disini ada rasa untuk berkompetisi antar teman dan tetangga serta warga lain di kampungku meskipun kita kalah, setidaknya kita sudah melakukan usaha serta ikut memeriakan HUT RI.

Suasana ramai dengan gelak tawa para peserta bahkan penonton dengan tingkah para peserta lomba. Ada yang sampai berguling-guling ke tanah, jatuh bangun saat ikutan lomba balap karung, serta joget-joget lucu para bapak-bapak warga yang turut ikutan di lomba sepak bola joget.

Dari berbagai jenis lomba, alhamdulillah saya cuma bisa memenangkan satu perlombaan saja, yakni lomba makan kerupuk. Itupun Aku langsung dapat Juara I. Ya wajib saya syukuri dengan hasil ini, karena mendapatkan Juara I ini bukanlah hal yang gampang. Butuh perjuangan yang ekstra untuk mengalahkan teman-teman yang lainnya. Tapi alamdulillah rejeki masih menghampiriku.Yang jelas saya sangat senang bahkan muncul rasa bangga yang tak terhingga atas karunia ini.

Lomba ini bukan sekedar adu menang atau kalah.Tetapi lebih pada keseruan para peserta bahkan para penonton. Kegiatan serta momen ini juga bisa dikatakan sebagai ajang silaturrahmi antar seluruh warga kampung. Karena yang jelas dengan kesibukan masing-masing biasanya sulit bagi warga untuk berkumpul bersama biarpun cuma sekedar bercanda gurau sejenak saja.

Dengan momen ini, adalah kesempatan dimana antar warga, tetangga dekat bahkan yang jauh pun kita menjadi lebih dekat bahkan kenal. Karena keharmonisan bersama tetangga itu adalah hal pertama yang wajib kita lakukan agar kita merasa kerasan berada di kampung tersebut.

Tetangga serta warga adalah saudara dekat kita di kampung. Merekalah yang lebih awal akan membantu kita apabila ada apa-apa dengan kita atau dengan keluarga kita. Maka dari itu, menjaga keharmonisan antar tetangga sekitar adalah kewajiban bagi seluruh warga masyarakat, dengan cara saling menjaga, saling peduli serta saling mengerti antar seluruh warga masyarakat.

Kita merasa nyaman di daerah tempat tinggal kita karena kita merasa memiliki tetangga yang baik kepada kita dan kepada seluruh warga lainnya begitupun sebaliknya. Bagi saya, saya menganggap tetangga itu adalah saudara dekat, dimana senang susah kita rasakan bersama. Karena mau tidak mau tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kita.

Mendekati tanggal 17 Agustus, tidak kita sebagai seorang pelajar juga mempersiapkan mengikuti upacara di sekolah bersama teman-teman yang lain. Sungguh ini adalah momem yang sangat luar biasa. Dimana kita sebagai penerus perjuangan para pahlawan yang gugur, saat ini kita sebagai penerus mereka wajib mengisi dengan cara yang positif, yaitu dengan cara meningkatkan proses belajar demi nama baik Bangsa Indonesia.

Dengan berjalannya waktu, nampak terlihat kampungku menjadi lebih indah dengan hiasan bermacam lampu-lampu lampion masing-masing depan rumah warga beserta bendera umbul-umbul yang warga pasang bersama-sama. Warga kampungku nampak kompak, itulah harapan para warga demi menumbuhkan rasa percaya diri diri yang tinggi serta kerjasama yang kuat.Intinya kita melakukan hal positif pada saat ini demi memeriahkan Agustusan dengan bertemakan “Kemerdekaan”.

Seperti yang saya ceritakan di awal cerita tadi, bahwa penutupan kegiatan Agustusan biasanya selalu diakhiri dengan kegiatan Jalan-Jalan Santai dan Lomba Tumpengan yang diadakan di sepanjang jalan kampung daerah tempat tinggal ku. Kegiatan inilah yang biasanya sibuk dilakukan serta diikuti oleh pada ibu-ibu serta remaja-remaja perempuan di daerah sekitar kampungku.

Disini diadakan pembagian tugas pekerjaan, dimana bapak-bapak bertugas mempersiapkan tikar dan memasangnya serta meja yang akan digunakan pada kegiatan tumpengan tersebut. Sedangkan ibu-ibu sibuk dengan menghias tumpeng yang dibuat oleh masing-masing kelompok yang sudah ditentukan bersama.

Di acara tumpengan tersebut juga banyak diisi dengan berbagai jenis kegiatan atau hiburan-hiburan seperti karaoke, lomba joget dan masih banyak lagi.Sungguh meriah, sungguh bahagia serta sungguh menakjubkan.Nampak seperi tak ada beban yang warga alami pada saat itu, semua nampak tersenyum senang dengan kegiatan kali ini.

Warga kampung mengikuti kegiatan tumpengan ini tampak dengan sangat antusis, baik anak-anak, remaja bahkan orang tua.

Mudah-mudahan kekompakan kali ini tidak akan lekang dimakan waktu. Karena kekompakan dalam bermasyarakat adalah hal yang sangat didambakan oleh seluruh warga masyarakat. Dengan ini kita menjadikan momen Agustusan kali ini sebagai bekal untuk menjalani hal yang lebih baik lagi ke depannya.

Setibanya acara tumpengan selesai, warga masyarakat dan seluruh tetangga sekitar rumah sibuk membantu kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari minggu yaitu acara puncak dari Kegiatan Agustusan adalah Jalan-Jalan Santai yang diikuti oleh seluruh warga di daerah kampung tempat tinggal aku. Jalan=jalan Santai adalah rangkaian acara akhir dari kegiatan. Dan kegiatan ini merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh pemenang lomba, dimana para juara mendapat juara di ajang lomba dari awal sampai akhir akan diberikan pada waktu pelaksanaan Jalan-Jalan Santai. Acara ini juga banyak memberikan hadiah atau doorprize. Acara puncak yang ditunggu-tunggu.

Di acara puncak ini, panitia mempersiapkam hadiah untuk kegiatan Jalan-Jalan Santai kali ini sungguh sangat menggiurkan. Bahkan saya bersama teman-teman yang lain berharap mendapatkan hadiah itu.

Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Hari ini Jalan-Jalan Santai siap dimulai. Semua warga berbondong-bondong untuk hadir. Bahkan tak sedikit para ibu-ibu yang mebawa anak balitanya untuk ikutan kegiatan Jalan-Jalan Santai kali ini sambil lalu mengharap siapa tau bisa membawaa pulang doorprize yang disediakan oleh panitia pelaksana.

Aku bersama teman-teman yang lain sungguh sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Satu yang ada di dalam benak saya, mudah-mudahan saya mendapatkan 1 diantara sekian banyak yang disediakan oleh panitia. Jalannya tidak teralu jauh, Kita semua menikmati rute yang disediakan oleh panitia. Banyak camilan-camilan serta minuman yang saya bawa untuk mengatisipasi rasa lapar dan haus selama pelakasanaan kegiatan Jalan-Jalan Santai.

Selain teman, banyak juga saya jumpai guru-guru di sekolah juga ikutan berpartisipasi di acara Jalan-Jalan Santai ini. Kita semua berkumpul, tertawa senang merasakan sejuknya udara pagi sambil berfikir bangga akan menjadi warga Negara Indonesia seutuhnya. Waktunya saya beserta teman-teman yang lain dan juga seluruh warga masyarakat yang lain mendengarkan lantunan lagu-lagu yang dibawakan oleh biduan-biduan yang disediakan oleh panitia. Pokoknya kita semua sungguh sangat menikmati acara tersebut.

Akhinya tibalah saatnya pengundian lotre kupon Jalan-Jalan Santai dilakukan. Tapi sayangnya apa yang saya harapan tidak kesampaian, karena saya tidak mendapat doorprize tersebut, akan tetapi ibu saya mendapatkan 1 diatara sekian banyak doorprize tersebut.

Biarpun sedih, saya tetap bersyukur akan terlaksananya kegiatan Jalan-Jalan Santai itu karena dengan kgiatan tersebut diatas dapat mempersatukan serta menjaga kekompakan untuk seluruh warga masyarakat. Apapun yang terjadi tadi, itu adalah pengalaman saya yang sungguh tidak bisa saya lupakan. Dukungan serta motivasi support juga orang tua berikan kepada saya.

Karena mereka memang berupaya mendidik saya berserta adik saya menjadi insan yang mandiri, dalam segala hal. Kegiatan ini sudah berjalan sukses, tinggal sekarang upaya kita sebagai warga negara beserta sebagai seorang pelajar untuk tetap semangat mengisi kemerdekaan ini dengan penuh rasa percaya diri dalam belajar untuk membuat bangsa dan negara khusunya Indonesia menjadi negara yang dikagumi oleh negara lain, khususnya oleh bangsa sendiri.

Mungkin itulah sedikit cerita saya dalam melakukan serta membantu terlaksananya kegiatan Agustusan demi mengisi serta mendukung kemerdekaan. Di HUT RI Ke-74…. Jayalah Indonesia,

Kompaklah Wargaku….

***

Arlyn Putri Maharani. Aku lahir di Kota Sukoharjo Jawa Tengah pada tanggal 02 Juli 2008. Ia bercita-cita sebagai “Pengarang Sepanjang Zaman”. Sekarang duduk di bangku kelas 5 SDN BANGSELOK I Kecamatan Kota Sumenep. Anak pertama dari 2 bersaudara. sekarang tinggal di Bangselok tepatnya di Jln. KH. Sajad Bangselok Sumenep. “Saya sekarang bergabung dalam Tim Penulis Cilik Sumenep,” katanya.




MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 6000348476500301612

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Relaksasi

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Tips Antisipasi Sebaran Virus Corona

item

WA