Kelinci Milik Edo

<

Cerita: Alifia Maharani

Pada suatu pagi, ada seorang anak yang terbangun dari tidurnya, ia bernama Edo. Edo memiliki hewan peliharaan yang sangat ia sayangi, yaitu kelinci. Bulu kelonci Edo lebat, berwarna putih bersih karena 2 kali dalam seminggu selalu dimandikan, matanya merah, badannya agak besar, sehingga kalau dilihat sangatlah lucu.

Edo memberi nama kelincinya dengan nama Ciko. Edo senang sekali ketika bermain bersama kelinci kesayangannya. setiap hari minggu, Edo mengajak kelinci bermain bersama, karena hanya hari minggu saja Edo memiliki waktu yang panjang bersama kelinci tersebut

Setiap kali Edo akan berangkat ke sekolah Ciko selalu mengantarkan Edo sampai di depan rumah. Pagi ini ketika Edo akan berangkat ke sekolah, Ciko selalu mengikuti dengan wajah yang tidak biasa. Edo heran sehingga Ia sangat sedih ketika akan meninggalkan Ciko ke sekolah. Sesampai di sekolah Edo sangat khawatir dan juga memikirkan kelincinya itu.

“Bagaimana ya, dengan kelinciku di rumah,’’ gumam Edo dalam hati sehingga Edo tidak fokus dengan pelajarannya di sekolah.

“Edo kamu kenapa?’’ tanya ibu guru ‘”Tidak apa apa bu guru,’’ jawab Edo.

Pada waktu pulang sekolah, Edo bergegas pulang untuk menemui kelinci kesayangannya.

Setiba di rumah, Edo langsung berganti baju. Karena ia ingin cepat – cepat bermain dengan kelincinya. Edo sangat senang karena bisa bermain dengan kelinci kesayangannya. Pada saat Edo mengambil makanan untuknya, kelinci itu tiba- tiba menghilang. Setiba di teras Edo terkejut. ‘’Kemana kelinciku’’ ujar Edo. Edo bergegas cepat untuk mencari kelincinya ‘Dimana kelinciku ya’’ ucap Edo. Ia berputar-putar disekitar rumahnya namun Ciko tidak ditemukan, Ia sangat sedih karena tidak bisa bermain dengan kelincinya lagi.

Keesokan harinya, Edo berangkat ke sekolah dengan wajah yang tidak ceria.

‘’Edo kamu kenapa, kok tidak seperti biasanya, kamu tiap datang ke sekolah kamu pasti ceria. memangnya kamu ada masalah besar ya?’’ tanya Indra teman Edo.

“Tidak, Dra ,aku tidak apa – apa,’’

“Ayolah cerita kepada kita, kita kan teman –temanmu.’’ desak Rudi.

‘’Aku kehilangan Ciko, kelinci kesayanganku,’’ jawab Edo dengan raut wajah sedih.

‘’Memangnya Ciko itu kelinci kesayanganmu ya?’’ tanya Rudi lagi.

‘’Iya itu kelinci kesayanganku.‘’

Sepulang sekolah, Rudi dan Indra datang ke rumah Edo.

’’Assalamualaikum, Edo’’ kata teman Edo sambil mengetuk pintu. Mendengar ada yang mengetuk pintu Edo keluar dari dalam rumah.

‘’Siapa, ya?‘’ tanya Edo sambil membuka pintu rumahnya.

‘’Oh, kalian. Ayo masuk, ada apa kalian kesini?’’ tanya Edo kepada teman – temannya.

‘’Kami berdua kesini ingin membantumu mencari Ciko, kelincimu yang hilang,’’ jawab Indra.

Akhirnya mereka bertiga berangkat mencari Ciko kelinci Milik Edo.

Setelah lama mencari tiba–tiba Edo terjatuh.

‘’Kamu tidak apa–apa Edo?’’

‘’Aku tidak apa–apa, Dra..’’ jawab Edo. ‘’Benar, tidak apa–apa?’’ tanya Rudi khawatir. ‘’Iya, aku tidak apa–apa,’’

‘’Ya sudah, ayo kita kembali mencari Ciko,’’ ajak Edo.

Setelah beberapa lama, tiba–tiba Edo melihat dan mendengar semak–semak yang bergerak.

‘’Ada apa di dalam semak–semak itu?’’ Pikir Edo dan teman– teman. Akhirnya mereka bertiga mendekati semak–semak lalu Edo membuka semak–semak itu, Ternyata di dalam semak– semak ada kelinci miliknya yang kakinya terjerat oleh tali layang-layang.

“Ciko, ternyata kau ada di sini. Aku kira kau siapa?’’ kata Edo dengan cepat mengambil dan memeluk kelincinya. Edo pun gembira, Indra dan Rudi pun ikut gembira karena mereka bisa menemukan kelinci kesayangan Edo.

Ciko, kelinci milik Edo badannya kotor dan lemas karena tidak makan dua hari. Sesampainya di rumah Edo langsung memberi makan; Ciko kelihatan sangat lapar, setelah beberapa lama baru Edo memandikannya. Dan kembalilah bentuk Ciko menjadi kelinci yang lucu dan imut. Indra dan Rudi senang melihat Edo tidak bersedih lagi.

Keesokan paginya, Edo pun kembali gembira ketika datang ke sekolah, dan Edo pun kembali aktif seperti biasanya. Tidak seperti kemaren waktu dia kehilangan Ciko, jika datang ke sekolah, Edo tidak lagi cemberut dan gelisah. Teman – teman Edo pun senang melihat Edo kembali ceria.

‘’Terima kasih kalian sudah menolongku untuk mencari Ciko kelinci kesayanganku,’’ kata Edo sambil mengucapkan terima kasih.

‘’Sam–sam Edo.’’

Pada akhir pekan, Edo mengajak kelincinya pergi bermain juga bersenang–senang.

‘’Alhamdulillah akhirnya aku bisa bermain dan bersenang – senang denganmu Ciko, kelinciku yang lucu, seperti dulu lagi,’’ kata Edo gemas.

Edo pun kembali ceria dan tidak cemberut lagi dan Edo pun mempunyai teman–teman dan hewan peliharaan yang sangat disayangi dan cintai.

Teman teman Edo terlihat kegirangan melihat Edo kembali ceria.

“Plok,’’ bunyi benda yang terjatuh dari pohon.

‘’Bunyi apa disana ya?‘’ gumam Edo sambil membuatkan makanan Ciko.

Setelah selesai mengambilkan makanan untuk kelinci kesayangannya, Edo cepat cepat keluar karena takut terjadi sesuati pada Ciko. Setiba di teras Edo terkejut, \

‘’kataku siapa, eh ternyata ada manga yang sudah matang’’ kata Edo. ‘’Tapi kemana kelinciku?’’

Edo pun mencari–cari di sekeliling rumahnya dan Edo sangat khawatir kepada kelinci kesayangannya. Tiba – tiba Ciko, kelincinya itu keluar dari belakang pintu rumah, ia pun terkejut dengan keluarnya Ciko dari belakang pintu rumah. Edo pun tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan Ciko, tapi Edo sangat senang melihat tingkah laku Ciko.

Hari minggu, Edo mengajak Ciko kelinci kesayangannya untuk pergi berjalan–jalan dan bermain di taman bersamanya. Lalu Edo bertemu dengan teman – temannya,

‘’Edo gimana kabarmu dan juga kabar kelincimu?’’ tanya Indra.

‘’Alhamdulillah, aku dan kelinciku baik – baik saja, bagaimana kabarmu teman – teman apa baik baik saja?’’

‘’Kabar kami baik, Edo.’’

Hari minggu berikutnya, Edo pun menghabiskan waktu liburnya bersama dengan Ciko. Edo sangat senang sekali karena bisa bermain, berjalan–jalan dan bersenang-senang. Tidak lupa pula Edo merawat Ciko dengan memberi makan setiap hari, membersihkan kandang dan memandikannya setiap dua kali dalam seminggu.

Ayah dan ibu Edo juga sangat senang kepada Ciko, Kelinci milik Edo yang lucu itu. Kadang-kadang mereka juga membantu Edo mengurusi Ciko, jika Edo sedang bersekolah.

***

Alifia Maharani, lahir di Sumenep pada tanggal 01 Mei 2009. Bercita-cita menjadi penulis dan penyair yang handal. Ia suka musik dan baca puisi juga lho!. Sekarang ia duduk di kelas 5 SDN Bangselok I, Sumenep. Anak Pertama dari tiga bersaudara ini tinggal di Jalan K.H Wahid Hasyim kolor . Sekarang aku bergabung di Club Penulis Cilik Sumenep. “Nantikan selalu karya-karyaku berikutnya, Dan selamat membaca !”





MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 2698642120102910681

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis

item

WA