Akar Perekonomi Indonesia Saat Pandemi Covid-19


Oleh : Annida Utami Putri

Tahun 2020 baru berjalan hampir setengah tahun. Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi hampir seluruh wilayah dunia. Penyebabnya adalah pandemic Covid-19 yang berasal dari penyebaran virus corona (SARS-CoV-2). Siapa sangka virus yang tak terlihat bisa melemahkan ekonomi hampir diseluruh dunia.

Penyebaran virus corona membuat sejumlah negara mengambil langkah kebijakan penguncian wilayah (lockdown) dan jaga jarak (physical distancing) kepada masyarakat guna menekan penyebaran virus. Namun, kebijakan lockdown juga belum membawa dampak positif bagi perekonomian negara karena kegiatan ekonomi tidak dapat berjalan secara normal.

Melansir Kompas.com pada triwulan pertama 2020 pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang Indonesia tumbuh negatif: Singapura -2,2 , Hongkong -8,9 , Uni Eropa -2,7 , dan China -6,8. Beberapa negara masih bertumbuh positif namun menurun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya: Amerika Serikat 0,3 , Korea Selatan 2,3 dan Vietnam  3,8. Indonesia mengalami penurunan yang cukup dalam dari 4,97 di kuartal keempat tahun 2019 menjadi tumbuh hanya 2,97 pada kuartal pertama tahun 2020. Kondisi ekonomi makro saat ini yang penuh dengan tantangan (fluktuasi nilai tukar, nilai investasi, export yang melemah) memberi dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia.

Krisis 2020 merupakan kombinasi antara kesehatan dan ekonomi. Meskipun pemerintah menggelontorkan dana untuk melakukan stimulus, krisis belum dapat dihentikan karena akar permasalahan adalah dari sektor kesehatan yang menjalar ke sektor ekonomi.

Penyebaran virus yang massive dan pembatasan yang diberlakukan di sejumlah daerah di indonesia membuat beberapa pabrik besar membatasi produksinya dan persediaan input mereka. Indeks PMI (Purchasing Manajer’s Index) manufaktur di Indonesia turun dari 51,9 dibulan sebelumnya menjadi 45,3 pada maret 2020, mengalami penurunan kondisi operasi yang paling tajam sejak April 2011. Sementara itu, rata – rata kuartal pertama tahun 2020 adalah 48,8. Sektor manufaktur Indonesia mencatat penurunan kuartalan ketiga berturut – turut. Pembatasan produksi sejumlah pabrik di Indonesia menyebabkan gelombang PHK besar – besaran.

Tulang punggung perekonomian Indonesia ada pada sektor mikro, kecil, dan menengah. Pada krisis tahun 1997, 2008 ekonomi Indonesia dapat terselamatkan karena UMKM yang terus bergerak. Hal ini terbukti bahwa UMKM memiliki daya tahan kuat dalam menopang perekonomian Indonesia, bahkan saat terjadi krisis global. UMKM berkontribusi 60,3 persen terhadap produk domestic bruto (PDB) Indonesia.

Pemerintah memberikan stimulus ekonomi bagi sektor yang terdampak. Stimulus fiscal yang digelontorkan pemerintah kepada pelaku UMKM dimaksudkan agar pelaku usaha dapat melanjutkan usahanya meskipun tertekan akibat pandemic corona. Stimulus untuk UMKM diberikan Pemerintah melalui relaksasi kredit untuk KUR, yaitu membebaskan pembayaran bunga dan penundaan pokok angsuran KUR paling lama 6 bulan.

Mengembangkan ekonomi rakyat yang bersumber dari dalam negeri melalui UMKM. Memproduksi dan menciptakan pasar di dalam negeri, guna membangun kegiatan ekonomi di tengah pandemic corona. Kegiatan ini membawa efek positif yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat ditengah pandemic corona.

Memanfaatkan teknologi sebagai nilai tambah ekonomi. Hal ini dapat menciptakan tenaga kerja dan membantu menyerap tenaga kerja sehingga mampu memperbaiki pendapatan masyarakat. Terlebih lagi setelah corona, Indonesia akan membutuhkan lebih banyak lapangan pekerjaan. Karena PHK telah terjadi dan banyak tenaga kerja yang menganggur.

Pasalnya separuh lebih kegiatan ekonomi Indonesia berasal dari konsumsi dalam negeri. Apabila ingin meningkatkan konsumsi, maka masyarakat harus memiliki pendapatan dan pekerjaan.

Untuk mempertahankan usahanya, para pelaku UMKM harus mengalihkan lapaknya ke pasar digital. Hal tersebut harus didukung dengan membangun system perbankan yang mendukung usaha ekonomi dalam negeri guna melancarkan kegiatan ekonomi. Memaksimalkan fungsi bank sebagai penghubung antara sektor keuangan dan sektor industry. UMKM dapat memaksimalkan manfaat uang elektronik sebagai alat pembayaran. Dengan layanan ini pelaku usaha dapat menghemat biaya layanan dan pembagian kerja lebih efisien.

Selain membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pemerintah sebaiknya memperkokoh ekonomi dengan membentuk dewan yang menangani perekonomian Indonesia agar perekonomian saat ini ataupun setelah pandemic corona tidak tertekan. 

Dengan diberlakukannya masa transisi PSBB dan new normal di daerah yang mengalami kasus penurunan pasien positif corona, diharapkan perekonomian Indonesia terus bergerak.


MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 6318391287700852470

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Relaksasi

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Tips Antisipasi Sebaran Virus Corona

item

WA