Minat Baca Anak-Anak Kanada dengan Indonesia

Akyasa Adiba

Sudah diketahui bahwa minat baca di Indonesia menduduki peringkat paling rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN. Hasil survey yang dikeluarkan oleh UNESCO menjelaskan bahwa dari 1000 penduduk Indonesia hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi. Hal ini dikarenakan buku belum dijadikan sebagai sumber utama dalam mencari informasi.

Masyarakat di Indonesia lebih senang menggunakan TV atau radio untuk menjadi sumber informasi dengan alasan praktis. Hal tersebut menunjukan bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lainnya. Masyarakat di negara lain sudah memahami betul betapa pentingnya buku. Mereka tahu bahwa dengan membaca dapat meningkatkan pengetahuan tentang dunia, sedangkan masyarakat Indonesia masih belum begitu memahaminya.

Salah satu alasan rendahnya minat baca di Indonesia dikarenakan belum diterapkannya kebiasaan membaca sejak anak-anak. Berbeda dengan anak-anak di dunia (negara-negara) barat yang gemar membaca. Anak-anak di Indonesia masih memandang kegiatan membaca sebagai suatu hal yang memberatkan, jika dibandingkan dengan kegiatan lainnya, seperti bermain dan menonton televisi.

Hal ini dikarenakan Indonesia masih belum mampu mengajarkan bahwa membaca adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Di mata anak-anak Indonesia, membaca masih merupakan kegiatan yang membosankan dan berat untuk dilakukan karena harus berurusan dengan kata-kata yang kadang sulit untuk dipahami. Daya konsentrasi anak yang belum terbiasa membaca pun rendah sehingga ia akan dengan mudah teralihkan kepada kegiatan lain yang menurutnya lebih menyenangkan.

Salah satu negara dengan minat baca tinggi ialah negara Kanada. Di Kanada, pada jam pelajaran bahasa Inggris, guru-guru akan menyisihkan waktu paling tidak 15 menit untuk membaca bukubuku bacaan yang dibawa siswa-siswanya dari rumah. Kemudian 15 belas menit lagi dimanfaatkan guru untuk membacakan sebuah cerita yang menarik kepada siswa-siswanya. Hal itu memperlihatkan bahwa anak-anak di Kanada sudah diajarkan untuk memiliki kebiasaan membaca. Membaca juga dapat dijadikan kegiatan yang menyenangkan karena guru juga ikut meramaikan suasana dengan cerita yang dibacakannya.

Pada saat pelajaran bahasa Inggris berlangsung, para siswa menganalisis suatu buku dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Jika ada suatu kata yang sulit, kata itu akan dibahas oleh guru. Setelah kata itu dibahas, siswa akan langsung diminta untuk membuat sebuah kalimat dengan kata tersebut. Hal ini dimaksudkan agar siswa menguasai kata barunya itu dan agar kosakata sang siswa bertambah. Saat ulangan pun, siswa akan ditantang untuk membuat sebuah kalimat dengan kata yang telah dipelajarinya agar ia semakin mahir dan terbiasa untuk menyusun kalimat.

Di Kanada anak-anak juga diajarkan bahwa ‘buku adalah sahabat’ karena buku akan selalu ada di manapun dan kapanpun dibutuhkan. Karena itu, anak-anak di Kanada dibiasakan untuk mencari informasi lewat buku. Mulai dari mencari kosa kata sulit di dalam kamus dan mencari jawaban dari soal-soal yang diberikan oleh guru. Dengan begitu, wawasan anak secara tidak langsung akan bertambah dan bukulah yang akan dicari anak-anak di Kanada ketika mereka ingin mengetahui sesuatu hal. Kebiasaan untuk mencari kosa kata yang sulit lewat kamus pun akan menambah pemahaman sang anak dalam membaca buku.

Kesadaran akan membaca di Kanada sangatlah tinggi. Oleh karena itu, sekolah-sekolah menjadwalkan kunjungan ke perpustakaan sekolah seminggu sekali agar siswa-siswanya dapat meminjam buku dan membacanya di rumah. Pustakawan juga akan ikut berperan dengan menghibur siswa-siswanya dengan membacakan cerita-cerita menarik dan dengan gaya yang lucu sebelum siswa-siswanya diperbolehkan untuk meminjam buku. Siswa juga diwajibkan untuk membuat book report tentang buku yang telah dibacanya, minimal satu buku per minggu. Di dalam book report itu siswa disuruh merangkum isi buku, kekurangan dan kelebihan isi buku, dan apa yang telah dipelajarinya dari buku itu.

Untuk anak-anak kelas tiga kebawah, mereka cukup menuliskan apa yang disukainya tentang buku itu berserta gambaran yang mereka buat tentang bagian yang disukainya itu. Perpustakaan sekolah juga mengajak siswa-siswanya untuk mengujungi perpustakaan pada jam istirahat dimana siswa-siswa dapat belajar membaca bersama pustakawan dan dibantu untuk mengerjakan PR.  Di perpustakaan itu juga disediakan ruang bacaan yang cukup nyaman sehingga siswa-siswa dapat membaca dengan santai dan menyenangkan.

Di Indonesia hanya beberapa sekolah yang menerapkan kebiasaan membaca seperti itu. Itu memang dapat dikatakan sebuah awal yang baik, tetapi perlu ditingkatkan lagi. Anak-anak SD di Indonesia harus dibiasakan membaca sejak kecil. Oleh karena itu, kegiatan membaca harus dibuat semenarik mungkin bagi anak. Jangan dijadikan membaca sebagai beban.

Mulailah membaca dongeng-dongeng dan cerita-cerita disaat awal pelajaran bahasa Indonesia selama setengah jam. Guru juga harus pandai-pandai membacakan cerita kepada siswa agar siswa tidak bosan saat mendengarkannya. Saat membaca harus disertakan dengan gayagaya yang lucu agar siswa tetap tertarik pada ceritanya.

Dapat dilihat dengan baik bahwa negara Kanada dapat mengembangkan budaya membaca dengan baik pada generasi mudanya. Kita bangsa Indonesia seharusnya bisa mencontoh hal itu agar tidak ketinggalan dengan negara-negara lainnya. Dengan membaca bukulah, kita mendapatkan ilmu dan memperkaya diri dengan wawasan agar tidak gampang dibodohi orang lain. Dengan menanamkan kesadaran membaca kepada anak-anak Indonesia kita akan mendapatkan suatu generasi yang kuat dan kaya ilmu sehingga dapat memajukan negara kita.

Akyasa Adiba, siswa SMA Negeri 1 Banguntapan

Diangkat dari “Seni, Tradisi, dan Modernitas Suara Remaja” Antologi Esai Bengkel Bahasa Indonesia Balai Bahasa DIY (203)

Tulisan Terkait

Utama 1467532905847674819

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis

item

WA