Guru Spiritual; Kiprah dan Moralitas

 
Oleh: Megawati

Saat ini pendidikan di era perubahan terutama di Negara kita Indonesia, bukan hanya berbicara tentang mutu lulusan. Seorang pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Serta dituntut untuk menguasai teknologi. Dengan meningkatkan kualitas seorang guru agar guru tersebut mampu umtuk mengajarkan materi dengan menggunakan pendekatan penerapan teknologi informasi yang mana dengan begitu kita tidak semakin tertinggal oleh zaman yang mana akan berdampak pada mutu lulusan.

Pendidikan sekarang sudah jauh berbeda dari pendidkan sebelumnya atau beberapa tahun silam, hal ini dapat dilihat dari segi aspek pendidikan, tenaga pengajar, sarana dan prasarana, murid-murid dan lain-lain.

Guru merupakan aspek besar dalam penyebaran ilmu, tanpa seorang guru kita tidak akan tau dan pintar sampai sejauh ini. Guru merupakan orang yang berjasa terhadap sang murid atau dengan kata lain guru merupakan orang yang mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan kepada murid diluar bimbingan orang tua dirumah, sehingga akhlaqul karimah kepada guru perlu diterapkan sebagaiaman akhlaq kita kepada orang tua.

Akan tetapi jika kita lihat pada masa sekarang ini, banyak sekali murid atau seorang anak didik yang kurang menghormati dan sering acuh jika di nasehati oleh gurunya, dan lebih miris lagi disaat ada yang diberitakan bahwa ada seorang murid yang berani menyakiti gurunya sampai memukul kepala guru tersebut, betapa rendahnya akhlak pada zaman sekarang ini.

Lalu bagaimanakan seharusnya seorang guru  bersikap terhadap murid yang mempunyai akhlaq kurang baik seperti yang diatas?

Nah disini peran guru dan orang tua sangatlah penting untuk merubah sikap dan perilakunya, yang pertama guru harus menjadi contoh bagi anak didiknya, karna sikap dan perilaku kita akan diamati betul oleh anak didk kita, sebagaimana pepatah mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Nah jika seorang guru melakukan suatu kejelekan maka murid kan melakukan sesuatu yang lebih jelek lagi.

Yang kedua guru harus menjadi seorang motivator bagi anak didiknya.  Makna pembelajaran dikatakan berhasil bila siswa mempunyai motivasi dalam belajar sehingga terbentuk perilaku belajar  siswa yang efektif . oleh karena itu peran seorang guru bukan hanya semata-mata mentransfer ilmu pelajarannya kepada siswa, tetapi guru juga sebagai motivator bagi siswa agar memiliki orientasi dalam belajar.

Yang ketiga adaalah guru debagai instruktur, tanggung jawab instruksional guru ialah berlangsungnya interaksi belajar mengajar. Guru harus mampu menciptakan situasi dan kondisi belajar yang kondusif.

Yang keempat guru sebagai manager, dalam menjalankan tugas   kesehariannya, guru sebagai pendidik dalam proses belajar mengajar sangat dituntut kemampuannya dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengawasi semua kegiatannya. Jadi guru bertanggung jawab umtuk mengatur semua tugas-tugasnya dalam mendidik anak dikelas.

Ke lima guru sebagai evaluator, penilaian merupakan suatu keharusan bagi seorang guru, untuk mengukur seberapa jauh ketercapaian tujuan pembelajaran. Seorang guru dalam menjalankan tugas kesehariannya, yaitu mendidik, tidak akan luput dari penilaian.

Jadi peran guru disini sangatlah penting dalam pendidikan, sebagai pendidik kedua setelah orang tua, kewibawaanya dan keberadaan guru sangat diperlukan masyarakat, dengan demikian, guru harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat yang diberikan kepadanya, dengan itu juga guru diposisikan sebagai sosok yang disebut memiliki wewenang terhadap para muridnya.

Megawati adalah  mahasiswi IDIA Prenduan Sumenep


MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 3138391339494955651

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Relaksasi

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Tips Antisipasi Sebaran Virus Corona

item

WA