Elhaq Sang Ilmuwan Penyebar Kebenaran

Cerpen: Sulistia Ningrum

Hari ini adalah hari yang Elhaq tunggu-tunggu, ia akan pindah ke sekolah favorit yang ada di Jerman. Elhaq adalah anak ilmuwan Barat yang sangat terkenal di seluruh penjuru dunia yaitu, Abet Ensen. Elhaq sangat berbeda dengan ayahnya, ia tidak memiliki kecerdasan seperti ayahnya. Oleh sebab itu ia pindah sekolah yang baru, di sekolah sebelumnya ia sangat malas belajar, tugas-tugas yang diberikan oleh guru-gurunya tidak pernah ia kerjakan, saat pembelajaran berlangsung ia selalu tidur dengan kepala menempel di meja dan tangan menjulur ke depan seperti mengukur meja, elhaq tidak pernah datang awal ke sekolah, sealalu saja datang terlambat, hari-harinya dipenuhi dengan kekosongan, hidupnya tidak berarti.

Namanya tercantum sebagai siswa disana, tetapi keberadaannya tidak pernah dianggap. Pihak sekolah ingin mengeluarkannya, tetapi masih berharap dengan elhaq agar ia dapat berubah, menimbang ayahnya seorang ilmuwan. Karena sudah terlalu lama pihak sekolah bersabar terhadap elhaq dan harapan yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang, pihak sekolah pun mengambil keputusan untuk mengeluarkan elhaq dari sekolah.

Tuuut.. tuuut.. tuuut bel masuk pun berbunyi. Sebelum bel masuk berbunyi guru-guru sudah masuk ke kelas-kelas. Inilah salah satu alasan mengapa sekolah ini menjadi favorit di Jerman, karena menjunjung tinggi waktu. Dan luar biasanya hari ini, Elhaq datang lebih awal dari biasanya, ia sangat bersemangat untuk masuk ke kelas barunya, dan tidak seperti biasanya ia berjalan dengan penuh suka ria.

***

 “Ok, today we have new student” (Elhaq pun langsung masuk ke kelas dan berdiri di depan kelas untuk memperkenalkan diri) “good morning, I want to introduce myself, my name is Elhaq Esten, you can call me Elhaq” (Elhaq pun langsung duduk di kursi yang kosong). Seperti biasa Elhaq tidak banyak bicara, walaupun ia sangat bersemangat untuk bersekolah. Di sekolah baru Elhaq pun gempar setiap sudut ruangan, karena teman-temannya mengetahui bahwa ia adalah anak dari ilmuwan besar Abet Esten. Teman-temannya pun memuji Elhaq karena anak dari ilmuwan akan seperti ayahnya, yaitu kecerdasan yang luar biasa. Tetapi, lambat laun teman-temannya pun menyadari bahwa Elhaq jauh berbeda dengan ayahnya, ia tidak memiliki kecerdasan seperti ayahnya. Semakin hari pun teman-temannya menjauh darinya, dan sampai tidak ada yang mau berteman dengannya.

***

“Kamu harus berubah Elhaq, sampai kapan kamu hidup dengan kebodohan seperti ini, jadilah seperti zaman, yang selalu berubah menjadi lebih baik. Jangan tutup dirimu dari kemajuan, kemajuan dalam berpikir, pikirkanlah masa depanmu, nak” (nasehat Abet Esten kepada Elhaq) *terjemah dalam bahasa Indonesia*. Seperi biasa Elhaq tidak pernah menjawab selain dengan anggukan kepala menandakan bahwa ia mengerti akan keinginan ayahnya itu.

Seperti datang cahaya dari surga pada hari itu, cahaya yang membawa petunjuk. Hati Elhaq terketuk dengan kata-kata sederhana sang ilmuwan. Ia mulai menanyakan pada dirinya,  untuk apa ia hidup, sampai kapan ia hidup dengan kehampaan hati tanpa ilmu yang berarti. Pertanyaan itu akan ada jawabannya jika iya berubah, jauh 360° dari dirinya yang sekarang.

Setelah hari itu, ia berubah 360° dari sebelumnya, ia belajar siang dan malam tanpa lelah. Tingkah lakunya pun berubah total, ia mulai menyapa teman-temannya di sekolah, ia tidak pernah tidur saat pelajaran berlangsung, ia aktif dalam proses pembelajaran, nilainya pun melejit tinggi seketika. Hampir seluruh warga di sekolah tidak percaya, terlebih ayahnya.

Setelah masa SMA yang penuh dengan keajaiban, ia melanjutkan perkuliahan di Oxford University, Amerika. Jauh meninggalkan sang ayah demi masa depannya. Di perguruan tinggi ini ia mulai menampakkan bakat-bakat yang luar biasa, seperti halnya ayahnya. Tetapi, dengan kecerdasan pun ia belum merasakan cahaya yang datang, hidupnya masih penuh dengan kehampaan. Disinilah ia bertemu dengan seorang gadis yang jelita nan cerdas, namanya adalah Arumi. Arumi adalah mahasiswi di perguruan tinggi yang sama dengan Elhaq, ia berasal dari negara Indonesia.

Pertemuan yang singkat telah membuat hati Elhaq menggebu untuk selalu bertemu. Hatinya tak karuan saat menatap Arumi, entah bagaimana perasaannya, yang jelas baru kali ini ia rasakan, tidak bisa ia jelaskan, tetapi selalu ia rasakan.....
 (Elhaq... Inilah Cinta).

Elhaq ingin mengenal Arumi lebih dekat, tetapi satu fakta yang ia ketahui bahwa Arumi tidak satu keyakinan dengannya. Sulit ia bayangkan bagaimana hidupnya tanpa senyuman gadis itu. Demi cinta, Elhaq memberanikan diri untuk melamar Arumi. “Arumi, will you marry me?”(tanya nya penuh harap dan cemas). “Sorry I can’t.”(jawab Arumi dengan jelas dan lantang). Setelah kejadian itu terjadi sang cerdas Elhaq pun mengambil keputusan besar, bahwa ia akan membandingkan keyakinannya(Kristen ortodoks) dengan keyakinan gadis itu(Islam) dengan ilmu yang ia miliki. Selama bertahun-tahun lamanya ia mempelajari agama Islam dan membandingkan dengan agamanya. Cahaya kebenaran datang pada kehidupannya. Ia paham benar dengan agama Islam, tetapi keputusan untuk berpindah keyakinan belum ia putuskan, masih dalam keraguan.

Tiga tahun telah berlalu, ia hanya butuh tiga tahun untuk menyelesaikan kuliahnya, begitu juga dengan Arumi. Selama tiga tahun itu pula ia bekerja keras untuk mencari kebenaran untuk mencari jawaban untuk apa ia hidup.

***

Ia pun mengambil keputusan besar, dengan berpindah keyakinan, yaitu Islam. Setelah itu ia menyebarkan agama Islam di  seluruh penjuru Amerika. Tanpa rasa gentar dan takut ia menyampaikan kebenaran tersebut. Dengan skenario-Nya, Islam pun mulai menyebar dengan cepat di Amerika.

Ia pun kembali ke tempat kelahiranya, Jerman. Ayahnya yang sudah lama mengetahui hal itu tidak sedikit pun rasa marah terhadap Elhaq, karena menurut Abet Esten anaknya telah dewasa dapat menemukan kebenaran menurutnya. Tetapi Abet Esten tidak satu keyakinan dengan Elhaq, ia tetap dalam pendiriannya yaitu agama Kristen Ortodoks. Setelah mengenalkan agama Islam di benua Amerika, ia kembali memperkenalkan agama Islam di Jerman. Setelah menempuh jalan hidup yang rumit, sampai ia menemukan kebenaran, masih ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Ini karena Arumi. Wanita yang pernah singgah dihatinya dan kemudian pergi tanpa berita.

Demi Islam dan demi Arumi, Elhaq menyeberang ke negara Indonesia. tujuannya adalah untuk agama Islam dan sang pujaan. Elhaq telah menjadi seorang ilmuwan serta ulama. Kehidupannya penuh dengan teka-teki yang kemudian telahia pecahkan sendiri.

***

Tentu saja Arumi mengetahui hal itu, dan mengetahui bahwa Elhaq menyebarkan agama Islam di negaranya. Singkat cerita Sang Pemilik Hati mempertemukan keduanya  dengan ikatan suci, karena pengetahuan dan kebenaran. Keduanya pun meyebarkan agama Islam dan mengajarkan tentang ilmu sains dan Islam di Indonesia, menerapkan apa yang telah mereka dapatkan selama masa pendidikan, terlebih Elhaq yang telah menjadi ilmuwan seperti ayahnya. Ia yang gigih memperkenalkan ilmu sains di negara Indonesia, serta Arumi yang teguh menyebarkan agama Islam di Indonesia. Keduanya bersatu untuk memajukan negara Indonesia. Begitulah yang mereka terapkan terhadap ilmu agama dan sains di Indonesia. Bersatu karna tujuan yang sama.

Sulistia Ningrum adalaha mahasiswa IDIA Sumenep Madura gerasal dari Bangka Belitung

Menarik juga:

Tulisan Terkait

Utama 8098773610735127331

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Relaksasi

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Tips Antisipasi Sebaran Virus Corona

item

WA