Revolusi Pendidikan Pesantren;
Sebagai Character Building Generasi Alfa Era RI 4.0


Mahasiswi IDIA Al-Amien Prenduan saat tanya jawab dengan pemateri pelatihan menulis
Oleh: Baiq Wahyu Diniyati H

Pesantren merupakan lembaga pendidikan asli bumi Nusantara, yang berbasis agama yang memiliki tugas pokok  yaitu sebagai transmisi ilmu ilmu pengetahuan Islam, pemeliharaan tradisi Islam dan sebagai lembaga yang bertujuan untuk membentuk akidah generasi masa yang akan datang,  yang akan menghadapi perubahan zaman dan berbagai pembentukan-pembentukan karakter baru pada masa sekarang. Untuk itu pesantren harus mampu merumuskan pendidikan yang tetap berorientasi pada penanaman nilai-nilai keislaman yang berdasarkan fitrah peserta didik.

Pada zaman sekarang ini, realita kehidupan manusia telah memasuki era revolusi teknologi yang secara fundamental mengubah gaya hidup dan sosialisasi antara satu dengan yang lainnya. Kemajuan teknologi yang mengalami percepatan luar biasa membawa perubahan radikal di segala aspek kehidupan. Kondisi tersebut menggiring kita menuju era baru khususnya dalam bidang industri yaitu revolusi industri keempat atau disebut juga sebgai industri 4.0 yang selanjutnya disingkat RI 4.0. Masuknya era 4.0 ditandai dengan munculnya segala aspek yang serba komputer, robotika, kendaraan tanpa pengemudi dan perkembangan euroteknologi yang memungkinkan manusia itu harus lebih mengoptimalkan fungsi otak, kecerdasan buatan, big data, nano teknologi yang seluruhnya ditujukan tidak lain untuk kesejahteraan umat manusia. Perkembangan teknologi dan sains ini  telah membawa babak baru bagi peradaban manusia,  yang daya jangkau nya sangat luas tanpa adanya batas waktu dalam berintreaksi, dan memicu perubahan gaya hidup yang semakin modern.
   
Generasi alfa disebut juga dengan gen-A adalah istilah yang diberikan peneliti sosial Mark McCrindle untuk kategori generasi yang lahir pada tahun 2010, mereka  adalah generasi penerus dari generasi sebelumnya yang dikenal dengan generasi Z. Generasi Alfa ini adalah anak-anak yang lahir dari generasi Millenial. Mereka akan bermain dan berintreaksi dengan ragam teknologi yang bermcam-macam. Mereka hidup di era digital. Era dimana perangkat teknologi memiliki tingkat kecerdasan tinggi, dan akan membentuk pola pikir generasi ini dengan internet sebagai pusat aktifitas generasi alfa.
   
Untuk itu semua aspek pendidikan khususnya pendidikan pesantren memiliki banyak tantangan dalam menghadapi kehidupan yang semakin modern. Tantangan utama pesantren sebagai character building adalah bahwa pada masa ini akan terjadi pergeseran-pergeseran nilai-nilai moral dan spritual karena yang akan dihadapi generasi tersebut, manusia menjadi semakin pragmatis dan oportunistik ditengah-tengah kehidupan yang serba digital.

Untuk itu, pesantren diharapkan dapat menyesuaikan pendidikannya dengan adanya perkembangan teknologi yang serba digital, terlebih ketika terjadi fenomena inovasi disrupsi dalam proses digitalisasi pembelajaran, yang akan memberikan pengalaman  pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif,partisipatif, beragam dan menyeluruh. Dalam hal ini, pendidikan pesantren harus tetap mampu mempertahankan perannannya dalam membangun dan mengembangkan karakter generasi ini, dengan tetap menanamkan ajaran-ajaran regilius Islam.

Pada konteks ini pesantren dalam menghadapi revolusi teknologi RI 4.0, mampu menanamkan nilai-nilai akidah peserta didik agar tetap memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri dan mempunyai keterampilan yang dibutuhkan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu pendekatan pembelajaran di pesantren harus di kembangkan seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat signifikan. Misalkan dengan mengadakan literasi digital di pesantren untuk menjadikan literatur keislaman berbasis teknologi sebagai bentuk perkembangan islam yang beridentitaskan rahmatan lil ‘alamin, dengan begitu pesantren tidak akan di identikan lagi dengan ketertutupan pesantren terhadap perkembangan dari kemajuan teknologi.

Sudah saatnya pesantren menjadikan teknologi sebagai media dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, dengan menjadikan kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan zaman dengan mengambil manfaat-positif untuk perkembangan pesantren tersebut, dan tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren sebagai penjaga tradisi keilmuan klasik tanpa sepenuhnya larut dalam moderanisasi kehidupan. Dengan kata lain, pesantren tetap menjadikan nila-nilai pesantren menjadi inti pembelajaran yang dilaksankannya melalui penanaman nilai-nilai yang dilandasi oleh ajaran Islam.

Semoga bermanfaat... Dan Semoga diterima

*Baiq Wahyu Diniyati H, Mahasiswi Fakultas Tarbiyah/PBA Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 2428957106892077192

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis


 

item

WA