Merdeka Belajar Indonesia:
Exit Ujian Nasional

 
Anugerah Sutasoma Balai Bahasa Jatim merupakan bukti peningkat tokoh dan guru dalam mengambangkan prestasinya

Karya : Baiq Wahyu Diniyati H.

Mendikbud yang telah memutuskan untuk menghapus ujian nasional (UN). Mulai 2021, siswa tidak lagi dibebani kewajiban mengikuti UN yang sebelumnya menjadi tiket sebagai penentu kelulusan. Diakui atau tidak, UN selama ini telah menjadi momok yang mengerikan. Alih-alih siswa focus pada pembelajaran malah yang terjadi sebaliknya, dengan adanya system evaluasi seperti ini anak justru seringkali terperangkap dalam proses pembelajaran yang pragmatis, hafalan atau sekedar pada keterampilan memilih jawaban, yang terdiri dari multiple choice daripada memahami kedalaman materi pembelajaran untuk pembelajaran bermakna yang akan menjadi pegangan dalam kehidupan bersosialisasi.

Ketika UN menjadi satu-satunya syarat kelulusan. Tidak sedikit dari siswa, guru dan bahkan orang tua menempuh jalan apapun asalkan lulus dan bisa meraih nilai setinggi-tingginya dalam pelaksanaan ujian berskala nasional. Tidak jarang kasus jual beli kunci jawaban kerap terjadi mulai dari harga ratusan ribu bahkan sampai jutaan. Ini adalah pengalaman yang menunujukan bahwa pelaksanaan UN menghasilkan hal-hal yang kontradiktif tidak sesuai dengan tujuan yang sebenarnya. Dari sinipun terlihat jika pemerintah hanya menilai peserta didik dari segi kemampuan kognitif saja tanpa memperhatikan aspek-aspek pendidikan yang lain. Maka dari itu mendikbud Nadiem Makariem mengambil kebijakan untuk tetap menghapus UN.
Hasil belajar siswa tidak ditentukan lagi lewat tes berkala nasional, tetapi diserahkan kepada sekolah. Sistem penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa menggunakan tiga hal, pertama literasi, untuk mengetahui seberapa besar tingkat kemampuan siswa dalam bernalar menggunakan bahasa yang misalnya berupa karya ilmiah. Kedua, system numerasi, untuk kemampuan bernalar menggunakan matematika, bisa mengaplikasikan konsep matematika dalam situasi apapun, baik secara konkret maupun abstrak. Dan yang terakhir adalah survey karakter. Aspek pembelajaran ini sangat penting dan bertujuan untuk mengtahui ekosistem belajar, kondisi stress anak, mengidentifikasi psikologi anak dan perilaku lainnya. Pemerintah sebelumnya hanya memiliki data kognitif anak. Akibatnya, kemendikbud tidak bisa melihat baik atau buruk ekosistem pembelajaran sekolah. Tidak tahu apakah rasa cinta tanah air dan nilai pancasila benar-benar dirasakan anak. Juga soal toleransi, gotong royong dan tingkat kebahagiaan siswa di seluruh Indonesia. Survei karakter diharapkan bisa menjadi tolak ukur bagi sekolah untuk melakukan suatu perubahan.

Inovasi Merdeka Belajar Untuk SDM Unggul


Hakikat mendidik adalah meletakkan fondasi yang kuat untuk kehidupan anak di masa yang akan datang. Sebagaimana telah Rasulullah sabdakan “ Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup di zaman mereka, bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka dicptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.” Tuntutan zaman mengharuskan pendidikan harus disesuaikan dengan zaman. Ilmu itu bersifat dinamais dan tidak tetap. Perubahan paradigma pendidikan diwujudkan dalam suatu perubahan kurikulum.

Perubahan system pendidikan telah ditetapkan Nadiem Makariem. Anak-anak sekarang hidup di abad ke-21. Karena itu mereka harus dibekali ilmu dan pengetahuan yang selaras dengan perkembangan abad 21. Mendikbud telah menetapkan kompetensi abad 21 terdiri dari Complex problem solving;kemampuan memecahkan masalah yang kompleks, Social skill;kemampuan melakukan koordinasi, negoisasi, persuasi dalam memberikan bantuan, dan kecerdasan emosional, Process skill;kemampuan belajar aktif, logika berfikir serta monitoring diri dan pihak lain, System skill;kemampuan melakukan judgement dan keputusan cost-benefit serta melaksanakan system dan Cognitive ability;kemampuan kognitif yang fleksibel, kreatif, beralasan logis, memiliki sentivitas terhadap masalah, dan punya visualisasi.

Merdeka belajar memberikan kesempatan bagi sekolah, guru dan muridnya bebas untuk berinovasi, bebas untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Karena itu, inovasi merdeka belajar yang telah disediakan pemerintah, bisa menjadi tolak ukur bagaimana penilaian yang sebenarnya harus dinilai. Tinggal bagaimana kita mengaplikasikan segala bentuk system pendidikan yang telah ditetapkan yang tidak lain bertujuan untuk menciptakan SDM unggul menuju Indonesia emas 2045.

Bebaskan Guru Dari Belenggu

Hakikat pembelajaran adalah belajar bermakna. Anak-anak mendapatkan ilmu pengetahuan, pengelaman serta keterampilan yang bermakna. Belajar bisa didapatkan oleh anak melalui berbagai macam bentuk media. Gurupun memiliki kewenangan berkreasi dan berinovasi  dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna.

Mendikbud telah memberi ruang kebebasan untuk guru, terlebih dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru bebas memilih, membuat dan menggunakan serta mengembangkan RPP sesuai dengan kreatifitas guru. Menulis RPP saat ini lebih efisien, tidak lagi bertele-tele seperti sebelumnya dengan guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyusun perangkat pembelajaran.

Kemerdekaan penyusunan RPP yang singkat tidak berarti menunjukan penurunan tingkat kualitas pembelajaran. Malah dengan adanya perampingan RPP, membuat guru mempunyai lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pembelajaran dan melakukan proses evaluasi pembelajaran.

Dengan adanya kebebasan belajar seperti yang telah ditetapkan di atas. Ini menjadi harapan sekaligus menjadi motivasi kita untuk mengolah pembelajaran dengan sebaik baiknya. Dengan tujuan untuk menciptakan pendidikan berkualitas, generasi berkualitas dan Indonesia berkualitas.

Baiq Wahyu Diniyati H. Mahasiswi Fakultas Tarbiyah/PBA IDIA Prenduan Sumenep Madura








MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 5552577435495838273

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis

item

WA