Antara Cinta, Setia dan Realita

  

Pentigrafis: Yosep Yuniarto

Aku sebetulnya merasa berat saat memutuskan hendak melanjutkan kuliah S2 di Sydney, Australia. Maklum aku belum genap sebulan 'jadian' dengan Mas Rama, manajer pemasaran di kantor perusahaan orang tuaku. Namun janji setia dari Mas Rama menguatkan dan menyakinkanku dalam menjalin hubungan jarak jauh ini. Awalnya semua memang nampak lancar-lancar saja, kami aktif dan rutin komunikasi via FB, WA dan sering juga telpon langsung. Namun baru saja sekitar 6 bulan aku tinggal di Sydney, mendadak aku mendengar kabar mengejutkan yang bagai petir di siang bolong: Mba Sinta, kakakku dalam waktu dekat akan menikah.. Dengan Mas Rama!

Kebetulan kampusku baru saja selesai melaksanakan ujian jadi sudah santai dan bebas. Aku pun memutuskan untuk secepatnya terbang balik ke Indonesia. Rasanya kurang puas jika aku mendapatkan penjelasan tentang hal ini semua hanya lewat media alat komunikasi. Harus secara langsung biar mantap. Aku betul-betul merasa ditikam dari belakang baik oleh Mba Sinta maupun Mas Rama. Sesampainya di rumah ternyata Mba Sinta tidak ada. Menurut pembantuku dia sedang pergi dengan Mas Rama. Kemungkinan untuk mengurus tetek bengek pernikahan mereka. Emosiku betul-betul mau meledak seperth bom nuklir. Untung ada mama yang kemudian langsung saja menjadi sasaran berbagai pertanyaanku yang meluncur deras.

Mama menghela nafas dan kemudian berkata jika semua ide dan inisiatif pernikahan ini berasal dari beliau. Mama sudah yakin bahwa Mas Rama adalah sosok yang tepat dan bisa bertanggungjawab menjadi seorang ayah bagi janin yang saat ini sedang dikandung oleh Mba Sinta. Aku mengeryitkan dahi dan bertanya sejak kapan mereka akrab dan berpacaran sampai akhirnya Mba Sinta menjadi hamil? Mama menggelengkan kepala dan berkata jika yang menghamili Mba Sinta itu bukan Mas Rama. Aku jadi tambah bingung dan bertanya jika Mba Sinta hamilnya dengan orang lain, mengapa Mas Rama yang diminta menikahi dia? Perlahan Mama menjawab orangnya tak mungkin disuruh bertanggung jawab. Karena dia adalah papaku yang memperkosa Mba Sinta dalam keadaan mabuk sepulang pesta bersama dengan teman-temannya dan mama pas sedang berada di luar

Sumber: FB Kampung Pentigraf Indonesia


Tulisan Terkait

Kamar Pentigraf 3372899759708818399

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena Marlena Marlena Marlena Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item