Saksi

 
Pentigrafis: Ken Agnibaya

Sandra, bocah berumur tujuh tahun dan baru duduk di kelas satu SD itu berdiri di bawah sumpah untuk berkata jujur. Hakim, jaksa, bahkan siapapun di ruang sidang itu tahu bahwa ia akan jujur tanpa disumpah. Ia menjadi saksi kunci kematian Sonya, mamanya, yang ditemukan tewas di halaman sebuah rusun Ibukota dengan tubuh remuk hampir tak berbentuk. Perempuan itu mengakhiri hidupnya dengan meloncat bebas dari lantai 23. Dengan cara yang sangat anak-anak, hakim menanyai Sandra.

"Mama bilang mau terbang. Mama ingin melihat Sandra dari langit. Sejak Ibu Malaikat sering ke rumah bersama Papa, Mama terus berlatih. Mama mencuci piring dan pakaian, mengepel lantai, dan melakukan semua hal di rumah setiap hari, dari pagi hingga malam tiada henti. Kata Mama biar tangannya menjadi sayap yang kuat. Mama terus berlatih menangis agar matanya kuat, karena terbang itu anginnya kencang, biar matanya tak perih. Papa sering melatih Mama dengan teriakan, tendangan, dan pukulan. Mama bilang di langit itu harus kuat, harus perkasa." Sandra menceritakan semua dengan bahagia, seperti kata mamanya bahwa hidup harus selalu bahagia. Semua orang terdiam, tak mampu berkata apa-apa.

Hakim menghela nafas panjang. Dengan sangat hati-hati, Hakim bertanya tentang apa yang terjadi malam itu. Sandra menjawab, "Malam itu Papa datang bersama Ibu Malaikat. Papa memberikan beberapa latihan pukulan dan tendangan ke tubuh Mama. Terus Mama memelukku. Ia bilang sudah saatnya terbang ke angkasa. Pesan Mama, hormati Papa dan Ibu Malaikat. Aku tak boleh melanggar karena Mama akan mengawasiku dari langit. Lalu Mama melangkah ke jendela dan terbang."

Yogyakarta, Agustus 2019

Sumber: FB; Kampung Pentigraf Indonesia

POSTING PILIHAN

Related

Kamar Pentigraf 3940955636153660388

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item