Memetik Buah Agustusan


Oleh : Moh. Rasul Mauludi

Bagi Indonesia, bulan agustus adalah bulan bersejarah. Bulan dimana sejarah kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan ke seluruh pelosok Nusantata. Bulan agustus bagian dari buah perjuangan yang panjang. Perjuangan yang penuh tumpah darah demi sebuah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Setiap tahun kita mengenang, merayakan dan memeriahkan arti sebuah kemerdekaan. Momen agustus merupakan sebuah momen mengekspresikan diri sebagai bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawan yang gigih penuh semangat membela bangsa dan negara tercinta Republik Indonesia.

Secara sakral, setiap tanggal 17 agustus serentak elemen instansi dan masyarakat melaksanakan upacara bendera, sebagai wujud kecintaan pada sang pahlawan. Selain upcara bendera, untuk memeriahkan perayaan hari kemederkaan diadakan berbagai kegiatan dengan segala macam bentuk kreativitas. Baik itu berupa lomba, parade, gerak jalan, karnaval dan lain sebagainya.

Bagaimana seharusnya kita memetik buah agustusan ini !, tentunya kita semua tidak hanya dalam hal rutinitas dan sekedar merayakan melainkan bagaimana mengisi kemerdekaan yang mahal ini dengan hal-hal yang bisa mendorong mewujudkan cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Yakni Indonesia raya yang jaya dan maju di dunia.

Bangsa yang majemuk dengan pedoman Bhinneka Tunggal Ika adalah bangsa yang besar harus sejalan dengan amanat Pancasila dan UUD 1945. Bangsa Indonesia dengan sejarah panjangnya adalah bangsa yang berdiri diatas cita-cita para pendiri bangsa dan negara Republik Indonesia.

Perayaan agustusan bukanlah sekedar bergembira ria, ucapan terima kasih atau tabur bunga dipusara makam pahlawan tetapi bagaimana memenangkan sebuah perjuangan dan usaha untuk mewujudkan impian dan cita-cita bersama selayaknya para pejuang yang mampu memenangkan perjuangan yang berbuah kemederkaan.

Memetik buah agustusan yakni memetik dengan doa, daya upaya serta usaha semaksimal mungkin meraih buah-buah yang sudah dihasilkan oleh pohon yang ditanam oleh para pahlawan bangsa. Dengan keanekaragaman dan kemajemukan bangsa ini, bukan lagi mempertentangkan perbedaan-perbedaan, bukan lagi mengkhianati sejarah panjang bangsa dan bukan lagi merusak nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Tak ada lagi penjajahan oleh negara lain dan tak ada lagi perang yang banyak memakan korban. Kini penjajahan berupa rongrongan dalam negeri sendiri dan diri bangsa sendiri yang harus dihadapi sehingga tidak ada yang namanya pengkhianatan-pengkhianatan terhadap kemerdekaan.

Bagaimana memetik buah perjuangan itu dengan bersama-sama meski berbeda agama, suku, bahasa, adat istiadat, budaya dan wilayah. Dengan agustusan yang dilaksanakan serentak diseluruh nusantara menjadikan bangsa lebih memahami dan memaknai sebuah perjuangan kemerdekaan. Kemudian di agustus tahun 2019 ini bagaimana Indonesia yang unggul bisa terwujud dan Dirgahayu Republik Indonesia ke 74.


Tulisan Terkait

Utama 3311874997747501901

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena Marlena Marlena Marlena Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item