Banjir Air Mata di Graha STKIP

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Sumenep Fajarisman
Ratusan guru dan mahasiswa memenuhi ruang Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep (02/04). Mereka mengikuti sarasehan bertajuk Widayanti Rose Berbagi Ilmu dari Cina.

Hadir dalam sarasehan yang diselenggarakan Rulis itu, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Sumenep Fajarisman, Kaprodi PGSD STKIP M. Ridwan, Kaprodi PBSI STKIP Suhartatik.

Ketua Rumah Literasi Sumenep, Lilik Rosida Irmawati menyatakan, pelaksanaan acara ini sebagai bentuk apresiasi terhadap guru yang telah dipercaya Pemerintah untuk mengembangkan ilmunya. 
Ketua Rumah Literasi Sumenep, Lilik Rosida Irmawati
 "Dan sepantasnya bila ilmu-ilmu yang ditimba dari Cina itu dibagi-bagi kepada pihak yang lain," tambahnya.

Peserta disambut dengan suguhan lagu yang dinyanyikan oleh Meiza, panggilan akrab Mayvita Nur Faizah. Suara merdu juara kontes pencarian bakat Sumenep ini mampu memukau peserta. Tepuk tangan riuh terdengar begitu Meiza memperdengarkan suaranya.

Tepuk tangan kembali bergemuruh saat anak kedua dari dua bersaudara ini menyelipkan puisi di antara nyanyiannya. Puisi Buah Mimpi ditulis Meiza khusus buat Widayanti, guru inspirator, yang menjadi narasumber dalam acara yang dimulai pukul 09.30 ini. Iringan musik dari siswa SMAN I Sumenep membuat nyanyian dan puisi terdengar lebih indah.

Asyraf yang naik ke panggung setelah Meiza menyanyikan lagu berjudul Ayah. Siswa SDN Kolor II ini menyanyikan lagu dengan penuh penghayatan sejak bait pertama. Tak ayal bila perasaan peserta yang menyaksikan hanyut dalam lagu yang dinyanyikanya. Baru satu kalimat dinyanyikan bulu roma merinding. Pada kalimat kedua, mata peserta mulai berkaca-kaca. Selanjutnya, peserta mengalirkan air mata dan terisak hingga Asyraf menyelesaikan lagunya.

Suguhan ketiga disajikan oleh Faiq Delima. Mahasiswa Prodi PBSI ini membacakan puisi karya dosennya, Tika Suhartatik. Faiq membacakan Ada Tuhan Antara Kau dan Aku dengan lantang di hadapan penulisnya.

Fajarisman menyambut bahagia atas terelenggaranya kegiatan bagi oleh-oleh dari Cina ini. Ia optimis oleh-oleh yang diberikan Widayanti setelah belajar di Cina akan memajukan pendidikan Indonesia, pendidikan di Sumenep, dan memajukan Rulis.

“Keberhasilan Ibu Widayanti merupakan best practice yang bisa dicontoh guru-guru yang lain,” terang Fajarisman.

Kabid Dikdas ini berharap, setelah ini akan ada lagi guru-guru Sumenep yang bisa belajar ke Cina, Jerman, Australia dan ke negara maju lainnya. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan pilar keberhasilan yang akan diikuti keberhasilan lainnya. (Taufiku)


Tulisan Terkait

Utama 3236483094201554124

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item