Bunga di Taman Bunga

Oleh : Moh. Rasul Mauludi 
 

Dikalangan masyarakat, baik masyarakat Sumenep ataupun diluar Sumenep, di kota Sumenep dikenal dengan Taman Bunga yang disingkat dengan TB. Dulu, TB Sumenep merupakan sentral para pebisnis termasuk pedagang kaki lima.

Menjelang sore hingga larut malam tak pernah sepi dengan lalulalang orang. Jualan segala macam jualan mengelilingi TB. Kios-kios, lapak-lapak, warung-warung, stand-stand, lesehan dan sebagainya mewarnai ramainya TB Sumenep.

Semakin ramai disaat momen-momen tertentu, malam minggu, malam ramadhan, malam tahun baru dan malam hiburan lainnya. Namun meski hari-hari biasa TB Sumenep tetap ramai dengan pengunjung.

Bepergian ke Sumenep dimalam hari sepertinya tidak sah bila tidak mampir ke TB. Banyak aktivitas yang dilakukan orang di TB. Ada yang beli ini beli itu, jagungan alias cangkrukan, refresing, mencari hiburan dan lain-lainnya.

Posisi TB Sumenep berhadapan langsung dengan sebuah masjid yang bersejarah di kabupaten Sumenep, yaitu masjid Jamik atau masjid Agung Sumenep. Masjid itu dikenal hingga Nusantara karena bagian dari sejarah panjang Indonesia.

TB Sumenep tepat berada dijantung kota kabupaten Sumenep. Ditengah Taman Bunga dihiasi dengan pepohonan yang rindang, tetumbuhan yang berbunga, sarana bersantai ria, mainan anak-anak, sarana olah raga bagi yang berolahraga dipagi hari dan bundaran kolam yang ditengahnya tertempel piagam adipura.

Keramaian dan kemeriahan tersaji setiap sore dan malam. Ada yang sendirian ada pula yang berpasangan serta bersama-sama dengan keluarga. Namun setiap tempat dan situasi yang penuh dengan keramaian dimanpun saja, selalu tidak luput dari tindak tanduk penyimpangan. Seperti adanya copet dan perbuatan-perbuatan melanggar asusila (pacaran/mesum).

Dan kini TB tetap menjadi Taman Bunga, namun beralih fungsi hanya menjadi tempat bersantai saja dan pemandangan yang menyejukkan. Karena sentral bisnis sudah dialihkan ke tempat lain. Mungkin disebabkan karena sebuah masjid sangat tidak elok apabila didepannya dijadikan tempat keramaian yang mengganggu atau tidak pantas.

Bunga-bunga dikembalikan pada fungsinya yaitu untuk menyejukkan pemandangan dan membuat indah tata kelola kota. Taman Bunga tetap menjadi Taman yang indah bagi pengunjung yang ingin menikmatinya. Rehabilitasi dan inovasi dilakukan sesuai perkembangan zaman. Kini TB Sumenep semakin betsolek lebih cantik dan manis. Merpati-merpati tetap menghiasi dan terbang kesana kemari diarea TB Sumenep.

Tidak ada lagi bunga-bunga yang mencari tempat remang-remang disekitar TB Sumenep. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, masih ada saja yang memanfaatkan untuk berduaan atau sebagai pertemuan anak manusia dengan caranya masing-masing.

Bunga-bunga yang berkeliaran menjadi bagian dari yang harus ditertibkan dan ditiadakan, demi keelokan dan keasrian TB Sumenep. Karena bunga-bunga seperti itulah yang mendatangkan kupu-kupu liar memanja hidung belang.

TB Sumenep menjadi pesona baru dengan segala momentumnya. Kita semua sebagai warga dan masyarakat yang menikmatinya sekaligus melestarikan keindahannya. Meskipun ini juga bagian tanggung jawab dari pihak yang bertanggung jawab menjaga dan merawatnya.

Momen berfoto ria dengan selfi sesuka hati menjadi trend terkini yang dilakukan di TB Sumenep. Semua tidak lepas dan sangat mustahil bila tidak mengabadikannya diruang online. Bunga-bunga yang indah itu harus dijebret agar keindahan tidak berlalu dari kehidupan kita. Bunga di Taman Bunga Sumenep milik kita semua, mari merawatnya dan mari sebarkan luaskan keindahan kota kita sendiri. Dan aku bangga menjadi orang Sumenep.

Tulisan Terkait

Gupen 4544740079710535490

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item