Sajak-sajak Masmuni Mahatma

Masmuni Mahatma, M. Ag, lahir di Sumenep, 8 September 1976, merupakan salah satu santri alumnus dari Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, dengan mengenyam pendidikan dari tingkat MI, MTs dam MA kemudian hijrah ke Bandung melanjutkan pendidikan S1 dan S2 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Selain itu juga belajar ilmu jurnalistik di FIKOM UNINUS dan STIKOM Bandung,

Tulisan-tulisannya telah dipublikasikan ke sejumlah media di daerah dan pusat. Sedang buku-buku yang ditulis antara lain: Merajut Nalar Demokrasi. Bandung: Media Cendekia, 2005. NU 2 VERSI; dari Pergulatan Menuju Kejayaan. Bandung: PűSAKA Pűblisher, 2007. Aku Butuh Darahmu (antologi puisi). Bandung: PűSAKA Pűblisher, 2009. Bulan di Atas Ka’bah; Sufistika Jeihan. Bandung : Jeihan Institut, 2010, (Kontributor) dalam Buku Mengalami Pancasila; Kisah Pancasila dari Ruang-Ruang Pembelajaran, Bandung : UNPAR Press, 2017.

Juga nyambi sebagai editor buku seperti : Unjuk Rasa Kepada Allah, D. Zawawi Imron, Rosdakarya, Bandung (1999); Gumam-Gumam dari Dusun, D. Zawawi Imron, Pustaka Hidayah, Bandung (2000); Menjadi Manusia, Jakob Sumardjo, Rosdakarya, Bandung, (2001); Arkeologi Budaya Indonesia, Jakob Sumardjo, Qalam, Yogyakarta, (2002); Mencari Sukma Indonesia, Jakob Sumardjo, AK Group, Yogyakarta, (2003); Sate Rohani dari Madura, D. Zawawi Imron, Rosdakarya, Bandung (2001); Soto Sufi dari Madura, D. Zawawi Imron, Media Cendekia, Bandung (2002); Menjaga Kemuliaan Alquran, KH. Yusuf Muhammad SQ., Media Cendekia Bandung, (2003); Stairway to Heaven, KH. Yusuf Muhammad SQ., Media Cendekia Bandung, (2003); Muzakarah Jam’iyah, KH. Yusuf Muhammad SQ., Media Cendekia Bandung, (2003); Sketsa Pergerakan; Kritik Otokritik Gerakan PMII, A. Malik Haramain, Fajar Pustaka Yogyakarta, (2003); Khazanah Ilmu Haji dan Umrah, KH. Yusuf Muhammad SQ. (Penerjemah), Media Cendekia Bandung, (2003); Tips dan Petunjuk Praktis Orang Indonesia Pergi Haji, Wakhudin, Mutiara Press, Bandung, (2003); Buku Panduan Pemantau Pemilu 2004, JAMPPI Jakarta, (2004); Jeihan: Ambang Waras dan Gila, Jakob Sumardjo, Jeihan Institute, Bandung, (2007); Sajak Filsafat Jeihan, Jakob Sumardjo, Jeihan Istitute, Bandung (2009); Sinuhun Paku Buwono X, KRT. Kastoyo Ramelan, Jeihan Institute (2010); Revitalisasi Madrasah, H. Firdaus Basuni, M. Pd, Media Maxima, Bekasi (2010); Makbulnya Zikir dan Doa, KH. Yusuf Muhammad SQ., Qibla (BIP) Jakarta, 2014 dan Buku Pintar Ayat-Ayat Alquran, Syamsul Rijal Hamid, Qibla (BIP) Jakarta, 2014

Selain menulis, ia memposisi diri sebagai abdi negara (ASN) dan bertempat tinggal di Jl. Manisi, Lio Utara Cipadung RT/RW 004/009 No. 41 Cibiru Kota Bandung 40614


Air Diri

sesaat pada angin sore
seikat kemarau kutitipkan
siapa tahu ombak tak lagi bertamu
surat hilang kata di matamu
kata beku darah di alismu
Air diri mengalir deras
tak lagi peduli selokan waktu
Doa menggigil di atas kertas
Caramu bertamu
lancipkan segala asa

Sabar atau terkapar
Air diri terus bersandar
Serpihan keringat bekukan kabar
Di pelupuk mata ronamu membakar

Tebu tebu tak berair
Luka luka rindukan gitar

Pelipur, 140118


Batu Berkulit Angin

Batu batu berkulit angin
Tukar napas di kasur awan
Tembang langit berderu dalam diam
Kobar rindu debui kolam
Sapa sapa kian padam

Doa pun terendam

Batu batu berkulit angin
Salin lirikan dalam angan

Siapa hilang cincin
Di halaman
Tulang rusuk dilahap rembulan
Ah, sialan

Kau kesiangan

Pelipur, 2018

Bisikan Pagi

Sedang apa kau di sana
seluka hati ingin dimanja
Kemarin pelukmu tersisa secuil saja

Ingin kuberbisik;
Sebiji kata yang lepas
Dari bibirmu
Selalu memintal rindu

Aku akan menunggu
Tanpa angin dan hujan
Bertamu

Pelipur, 2002118

Dalam Namamu

Sepenggal surat berlapis darah
Kurapikan diantara lirik matamu
Hangat Cipadung tak jua tersentuh
Selaksa cemburu
Selimuti lintas nadiku

Menggigil aku
Dalam namamu

Ada luka kian basah
Setali canda kala sua
Tak lihai ikat letih
Derai air mata
Terbawa arus jauh

Aku jatuh
Kau gundah
Napasku kalah
Jantungmu berdesah

Di belukar awan
Kita terus berkejaran

Tuhan
Inikah ombak kau lukiskan
Dimana lagi kami berpapasan
Selembar baju telah kehujanan

PKP, 2018


Darah Kata

Kusaksikan gerimis tiba
Bawa selempah kata
Dari percakapan ombak
dan keriput angin tenggara
Tarian daunan cemara
Sesekali gairahkan sukma
Kau samedi tanpa kamera
Batang bambu kian terluka

Embun bertanya
Darah kata
Kau hirup dimana
Kerikil putih dansa di bola mata

Darah kata
Lumuri jiwa
Sirami tembakau Madura

Belitung Timur, 2018


Sungai di Alismu

Siapa hadang rembulan di tengah hutan
Sejuta kabar pohon kelapa
Tersayat di persimpangan
Sinden Badur lupa mantra
Napasnya tak beraturan

Diguna guna

Jelang gelap sandar di dada
Rembulan hamili sukma
Jerit biji biji semangka
Keluh ranting cemara
Keraskan irama doa
Dalam tapa Sinden terpana

Madura
Sungai di alismu mulai keruh
Lumpur tak boleh tumpah
Nyanyikanlah
Pepatah yang masih berdarah

PKP, 2018







Tulisan Terkait

Puisi Pilihan 3904928096041105373

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item