Manfaat Dongeng Dalam Pembelajaran



Metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dapat dikerjakan dengan menggunakan dongeng sebagal medianya. Manfaat atau tujuan dasar materi ajar akan tersampaikan secara tidak Iangsung melalul jalannya cerita dan awal sampai akhir, sehingga tidak perlu terlalu menggurui siswa. Banyak hal yang bisa dipetik dan dipelajari dan sebuah dongeng (cerita) di antaranya adalah:

1. Mengajarkan moral. Melalui dongeng, nilai-nilai moral kehidupan dapat ditransformasikan. Dengan mengambil tema kepahiawanan misalnya, anak-anak atau peserta didik bisa digiring untuk membayangkan perbuatan kepahiawanan yang dilakukan oleh para tokoh dalam dongeng tersebut.

2. Mengajarkan budaya. Latar belakang budaya suatu daerah atau tempat tertentu juga dapat dilakukan dalam hal mi. Nilai-nilai budaya semisal gotong-royong, sopan-santun dapat dengan mudah disisipkan atau bahkan ditekankan melalui cerita yang disampaikan. Kekuatan dongeng yang mampu menyampaikan pesan secara tersirat ml dapat disispi dengan beragam materi ajar asalkan ditampilkan secara estetik dan tidak nampak terlalu verbal.

3. Mengembangkan daya imajinasi. Setiap anak memerlukan
pengembangan imajinasi. Tanpa itu akal pikiran akan menjadi pasif, buntu sehingga tidak terbiasa atau terlatih untuk memecahkan beragam masalah daam kehidupan.
Kekuatan imajinasi dongeng hadir bersamaan dengan kegiatan mendongeng dilakukan. Artinya, peserta didik akan Iangsung menyerap cerita yang disampaikan untuk kemudian di simpan menjadi memori dalam bentuk imajinasi peristiwa di mana di dalamnya sudah termasuk, tokoh, cerita, latar, dan pesan cerita. Semua nilal yang disampaikan dalam dongeng mendapatkan gambaran yang jelas melalui rekaan peristiwa dalam imajinasi tersebUt.

4. Merangsang pikiran kreatif. Kekuatan imajinasi dengan sendirinya akan mendorong pikiran kreatif. Menurut Seto Mulyadi (Kak Seto) dongeng akan merangsang psikologis anak sehingga anak terdororig untuk berpikir kreatif. Persoalan yang ditampilkan dalam cerita dan diselesaikan oleh sang tokoh akan menjadi model dasar bagi anak dalam memecahkan masalah. Ketika hal ml sering dilatihkan maka tidak menutup kemungkinan sang anak akan mampu melahirkan solusi baru bagi masalah yang ditemuinya dalam kehidupan dengan mengambil peristiwa dalam dongeng sebagai model dasar.

5. Merangsang kecerdasan emosional. Apa saja yang dialami dan dilakukan oleh tokoh dalam dongeng dapat menumbuhkembangkan empati anak (peserta didik). Perasaan sang tokoh, situasi atau peristiwa yang melingkupinya dapat menimbulkan efek perasaan yang luar biasa bagi anak-anak, sehingga ketika empati mi muncul maka akan dengan mudah bagi anak-anak untuk belajar bersimpati. Hal mi diperkuat dengan pola interaksi antara pendongeng dan pendengar.

6. Mengembangkan kemampuan berbahasa. Cerita yang disampaikan dengan menggunakan bahasa, balk itu daerah atau nasional (Indonesia) akan merangsang anak untuk lebih memperkaya vokabulari. Selain itu juga dapat digunakan untuk pembelajaran penggunaan kosa kata secara tepat dalam sebuah kalimat serta dalam situasi apa kalimat atau kata tersebut digunakan.

Selain apa yang disebutkan di atas, masih banyak manfaat dongeng dalam pembelajaran. Dongeng atau cerita dapat digunakan sebagai media untuk mengajarkan kemampuan, misalnya, matematis. Setelah memaparkan sebuah cerita sederhana, bisa saja guru atau tutor menanyakan hal-hal matematis kepada peserta didik. Misalnya, dalam cerita tersebut ada berapa tokoh manusia, ada berapa binatang, dan laIn sebagainya. lntinya, dongeng dapat digunakan untuk mengajarkan beragam hal kepada peserta didik.
***
Tulisan bersambung:
  1. Mendongeng di Sekolah
  2. Manfaat Dongeng Dalam Pembelajaran
  3. Mendongeng Secara Efektif


Tulisan Terkait

Asah Literasi 7747883002593976685

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item