Rulis Mengantar Saya Menuju Perubahan

Oleh: Liza Varo 


Pemalu, tidak percaya diri, bahkan rendah diri, adalah serangkaian penyakit yang  hingga saat ini masih menggerogoti perasaan saya. Penyakit itu terbatas pada dunia publisitas, serta berlanjut pada dunia kehidupan sosial, meski tak terlalu parah dan masih bisa diatasi. Sayangnya semua penyakit tersebut berdampak besar pada proses kreatifitas menulis. Dimana intensitas berkarya saya mulai menurun dan semakin enggan berhubungan dengan media. Hingga suatu hari, sahabat yang sudah seperti saudara mengajak saya bergabung di Rumah Literasi Sumenep. Saya menyambutnya dengan antusias dan langsung bergabung di dalamnya.

Lisa dan usaha penerbitannya

Awal bertemu dengan anggota Rumah Literasi Sumenep (Rulis)  saya masih canggung dan kaku. Namun sikap mereka yang ceria dan penuh kekeluargaan mulai menghangatkan hati saya. Saya mulai membuka diri bahkan tak jarang bercerita kepada Bu Lilik (Lilik Rosoda Irmawati) selaku ketua Rulis  tentang berbagai persolan hidup. Sementara dalam hal kepenulisan saya mulai terangsang kembali untuk menulis. Tidak hanya di laptop, namun juga menulis di Wattpad.

Selain itu, saya juga banyak mengikuti kegiatan dan bertemu dengan banyak orang. Sebagian besar dari mereka adalah para penulis baru hingga yang sudah senior. Saya banyak belajar dari mereka. Melihat semangat mereka saya terpacu terus meningkatkan kreatifitas saya. Serta berjuang melawan penyakit malu dan rendah diri saya. Karena kadang saya masih suka tidak percaya diri, merasa peran saya di Rulis tidak ada dibanding yang lain. Merasa tidak memiliki kelebihan yang menonjol atau bakat yang berguna di komunitas guru itu. Sering berpikir, ‘Apa yang bisa dilakukan orang yang pemalu seperti saya. Bahkan kemampuan menulis pun tidak ada apa-apanya dibanding teman yang lain.’ Perasaan seperti itu kadang mengganggu, namun tekad saya untuk mengembangkan diri di dalam Rulis membuat saya membuang perasaan itu sejauh mungkin. Saya harus berpikir positif, bermental baja.

Melihat teman yang lain banyak berkarya dan mengasah bakatnya, harus dijadikan acuan bagi saya untuk mengejar ketertinggalan. Saya tanamkan dalam diri, bahwa saya bisa. Saya hanya harus berusaha sebaik mungkin. Fokus dan tidak perlu memikirkan hal-hal yang negatif. Saya harus merubah mindset saya. Dan sejak itulah saya jadikan prestasi yang diraih teman-teman Rulis sebagi acuan, dorongan atau motivasi bagi saya untuk tetap semangat belajar, mengasah bakat dan pengembangan diri.

Rulis secara tidak langsung telah mengantarkan saya dengan pengaruhnya yang positif, menuju perubahan baru yang lebih bermakna. Mempengaruhi saya menjelma sebagai pribadi yang berbeda yang lebih baik dari sebelumnya. Serta mampu memotivasi pemikiran saya untuk berkembang menjadi lebih kreatif, dan berpikir positif.

Dari semua hal tersebut kemudian saya mulai berani mewujudkan impian saya untuk mendirikan sebuah industri penerbitan dan industri perfilman setelahnya. Meski masih tergolong baru dan belum bisa dinilai kesuksesannya karena umurnya yang masih terbilang baru dirintis. Namun proses yang saya lalui hingga saya tiba diposisi saya sekarang, merupakan perubahan luar biasa yang terjadi dalam diri saya. Oleh karena itu saya sangat bersyukur bergabung dalam Rulis hingga saat ini. Terus belajar dan mengembangkan bakat, senantiasa berusaha secara optimis agar bisa sukses seperti teman yang lain. Dan semoga kehadiran saya di Rumah Literasi dapat bermanfaat baik dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan Rulis kedepan.

****
Liza Varo adalah nama samaran dari   Lisa Ulfa Maisura adalah guru SDN Panagan Kecamatan Gapura Sumenep, juga aktifitas RULIS

Tulisan Terkait

Gupen 4395484185286725700

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item