Rahasia Mahir Menulis

oleh Taufiku


Banyak orang yang ingin bisa menulis dan ingin menjadi penulis. Tapi hanya sedikit yang bisa mewujudkan keinginannya. Karena hanya sedikit sekali jumlah orang yang berhasil menjadi penulis dibandingkan dengan jumlah yang sebenarnya memiliki peluang untuk menjadi penulis, maka tidak salah bila penulis disebut sebagai sosok yang istimewa. Sosok yang tidak semua orang bisa meraihnya.

Semua orang sebenarnya memiliki potensi yang sama untuk menjadi seorang penulis. Hanya saja, sebagian besar gagal karena mereka tidak mengetahui rahasi menulis.

Rahasia? Ya, rahasia dan kunci. Orang asing yang hendak masuk ke sebuah rumah istimewa karena di dalamnya berisi benda-benda berharga tidak bisa masuk dengan mudah bila ia tidak memiliki kunci rumah tersebut. Tanpa memiliki kunci rumah, ia mungkin saja bisa masuk ke dalam setelah melalui usaha yang panjang dan melelahkan. Namun dengan sebuah kunci, ia akan masuk ke rumah dengan lebih mudah dan cepat.

Inilah yang saya rasakan ketika hendak masuk ke dalam dunia penulisan. Saya menempuh jalan panjang hingga bertahun-tahun. Saya membaca banyak buku tentang teknik menulis, namun tetap saja tidak menjadi penulis.

Pengembaraan saya dalam gelapnya lorong penulisan perlahan menemui cahaya terang ketika menemukan rahasia menulis. Rahasia inilah yang menuntun proses pencarian pada arah yang benar setelah lama berada di jalur yang hampir membuat saya tersesat.

Pencarian saya yang panjang itu tidak benar-benar sia-sia karena dalam penjelajahan itulah saya menemukan rahasia. Tanpa menjelajah mungkin saya tidak akan menemukan rahasia itu sehingga tidak akan menjadi penulis.

Saya akan membocorkan rahasia itu kepada Anda. Saya berharap Anda bisa menempuh lorong menjadi penulis lebih cepat daripada saya. Anda tak perlu melalui menjelajah lebih lama lagi untuk menjadi penulis karena saya akan memberikan rahasia ini.

Menulis merupakan sebuah keterampilan layaknya berenang. Kita mungkin membaca berbagai macam buku yang berisi teknik berenang agar bisa berenang. Di buku tersebut dijelaskan cara berenang berikut berbagai macam gaya berenang. Karena seringnya membaca buku tersebut, kita hafal semua teori berenang.

Apakah dengan mengetahui bahkan hafal teknik berenang membuat kita bisa berenang? Saya yakin sedikitpun kita tidak bisa berenang. Dalam hal berenang, kita kalah dengan anak-anak pantai yang bahkan tak pernah membaca teknik berenang. Anak pantai lebih mahir berenang karena mereka belajar berenang bukan dari bacaan. Mereka turun ke laut, menggerakkan tangan dan kaki hingga mereka bisa berenang.

Dengan membaca buku yang berisi teknik menulis, kita tidak mahir menulis. Keterampilan menulis bisa kita kuasai dengan menggerakkan jari, menulis kata dan kalimat. Mengembangkan kalimat menjadi paragraf hingga menjadi sebuah tulisan utuh.

Rahasia menjadi penulis bernama menulis, menulis, dan menulis
.

Dengan membaca kita menjadi pembaca dan dengan menulis kita menjadi penulis. Bila kita masih sering belajar menulis dengan banyak membaca, berhentilah membaca lalu ganti dengan menulis.

Membaca itu penting, tapi untuk menjadi penulis kita harus menulis. Membaca, lalu menulis apa yang kita baca. Membaca lagi lalu menulis lagi.

Bila kita tertatih-tatih menulis, berbahagialah karena kita sedang berproses menjadi penulis. Semua memang berawal dari tertatih hingga pada saatnya menulis dengan mahir. Tak mungkin berjalan cepat tanpa melewati berlajar merangkak. Satu kalimat yang isinya seperti berikut pernah saya baca namun lupa siapa yang menulisnya.

“Untuk bisa menulis Anda tidak harus seperti Helvy Tiana Rosa, tapi untuk menjadi seperti Helvy Tiana Rosa, Anda harus menulis.

Tulisan Terkait

Utama 727005908458763523

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item