Liburan Sekolah, Jadikan Liburan Literasi

Oleh : Moh. Rasul Mauludi

Di sekolah, setiap ada ujian akan ada liburan. Liburan yang rutin dilaksanakan dan panjang waktunya, setelah semesteran dan kenaikan kelas serta pelulusan kelas akhir. Liburan seperti itu yang sering ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi di sekolah. 

Dan kini ujian sudah usai dilakukan oleh siswa-siswi di lembaga pendidikan. Pelulusan pun diwarnai dengan berbagai macam ekspresi kesenangan ataupun kegembiraan. Ada yang sederhana, bersyukur dan ada pula (mungkin) berlebihan.

Rutinitas tahunan ini memiliki catatan tersendiri, akan tetapi belumlah menunjukkan bahwa yang lulus sudah dijamin mampu menerapkan apa yang menjadi harapan dari pendidikan yang diterimanya sebelum ujian.

Karena masih banyak fenomena-fenomena yang diluar nalar sering terjadi bahkan melampaui batas kewajaran. Pada moment liburanpun sering terjadi hal-hal itu dan tak bisa dibohongi penyimpangan pada jiwa pendidikan (ilmu pengetahuan) semakin merajalela.

Sebagian harapan yang ingin dimunculkan setelah selesai ujian diantaranya siswa-siswi tidak terlena dengan suasana kegembiraan, tidak putus jenjang pendidikannya dan tetaplah mengembangkan dunia literasi.

Nah bagaimana mengisi literasi disaat liburan tahun ini dan sekaligus mengisi literasi di bulan puasa. Karena yang sebenarnya literasi tidak harus di sekolah. Inspirasi, imajinasi dan pengetahuan itu ada dimana dan kapan saja.

Kebiasaan mengisi liburan lebih banyak untuk refsresing dan rekreasi serta bersantai ria. Itu wajar tidak ada yang melarang, malah lumrah untuk dikatakan dianjurkan. Namun bagi yang berfikir aktif dan kreatif, nuansa liburan akan menjadi obyek dari kepekaan kita untuk dijadikan bagian dari literasi. Menulis dan membaca bisa diluangkan saat benar-benar menikmati liburan itu sendiri.

Sehingga ada banyak cerita yang bisa ditulis dan dirangkai dengan huruf-huruf. Kesan dan pesan dari liburan yang dinikmati, semuanya tertuang indah di memori hidup. Apalagi di jaman now, banyak kreativitas-kreativitas yang muncul dengan cara yang berbeda-beda. Selfi-selfi, membuat video dan menulis status adalah bagian dari kreativitas yang bermuara pada kemampuan berliterasi.

Literasi liburan, dimaksudkan dalam rangka tidak melupakan dan meninggalkan begitu saja kegiatan belajar. Kadang dan sering dilakukan, liburan panjang juga diisi mempersiapkan buku tulis baru, buku pelajaran yang baru dan sebagainya. Menulis dan membaca tetaplah ada dalam liburan itu meski waktunya tidak seperti waktu efektif fakultatif.

Jadi jangan abaikan begitu saja liburan ini dengan tidak membuat yang bisa menjadi sesuatu nantinya. Tentunya sesuatu yang positif yang diharapkan. Karena kebiasaan setelah liburan akan kembali bergelut dengan proses belajar di sekolah, dan akan ditanya atau diminta untuk menceritakan pengalamannya menikmati liburan panjang.

Artinya liburan bisa jadi inspirasi dan imajinasi dari pengembangan kemampuan literasi yang ada dalam diri sendiri. Berliburlah dengan menulis dan membaca disela-sela bersantai ria dan sebagainya.

*) Guru SD Negeri Sapeken III, Kecapakan Sapeken, Sumenep

Tulisan Terkait

Gupen 9109128666153276978

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item