Ali Harsojo; Guru itu Harus Melek Literasi

Ali Harsojo saat menerima penghargaan guru berprestasi dari Bupati Sumenep
Keberhasilan Ali Harsojo, M.Pd, sebagai guru berprestasi tingkat Kabupaten Sumenep tahun 2018 memang perlu dicontoh guru-guru yang lain. Dipercaya sebagai guru berprestasi bukan hanya sebagai kebanggaan semata, namun sebuah tantangan untuk memperjuangan dunia pendidikan agar lebih bermakna bagi generasi yang akan datang.

Penghargaan guru berprestasi yang disampaikan langsung oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim saat upacara Hari Pendidikan Nasional 2018 di halaman Kantor Bupati Sumenep, (2/4), itu juga bersamaan peraih prestasi lainnya dari beberapa kategori.

Guru SDN Pajagalan 2 Kota Sumenep  yang termasuk sebagai finalis guru berprestasi tingkat Jawa Timur ini merasa prihatin melihat  kondisi pendidikan saat ini. “Penguatan pendidikan karakter belum banyak membuahkan hasil maksimal. Maka guru perlu menjadi teladan utama agar bisa menjadi contoh yang baik,” ungkapnya pada media ini.

Selain menjadi guru Ali mengaku dirinya juga menulis, dan buku pertamanya berjudul “Samudera Inspirasi di Facebook” penerbit, Pustaka MediaGuru 2018 dan “Antologi Gurusianer Bicara Eskul dan Gurusianer Bicara Literasi” pada tahun sama. “Tulisan saya banyak diposting blog pribadi saya; aleepetanipena.com dan laman lainnya,” ujar pria yang juga pengurus Rumah Literasi Sumenep ini.

 Pria bertubuh tinggi ini menyebut kemampuan pengembangan keprofesionalan guru juga relatif rendah. “Guru seharusnya juga lebih melek literasi agar terus berkarya sepanjang hayat. Guru mulia karena karya,” jelasnya.

Ditanya bagaimana sampai akhirnya masuk kategori guru berprestasi tingkat provinsi, ia mengaku harus melalui beberapa tahapan, yaitu seleksi selama dua hari meliputi penilaian portofolio,tes tulis, kompetensi bidang, wawancara dan presentasi KTI.

“Untuk berhak maju ke tingkat provinsi hasil memperoleh  tiga pemenang dalam setiap kategori dan jenjang, dan tentu harus melalui proses dari tingkat sampai tingkat kabupaten” imbuhnya.

Guru yang sebelumnya mengajar di Kecamatan Giligenting itu punya solusi agar pendidikan lebih maju diantaranya mutu guru harus meningkat dengan usaha pengembangan diri yang maksimal,

“Dorongan untuk menjadikan siswa berprestasi, melek literasi dan hidup dengan karya serta pentingnya berkolaborasi dg teman sejawat dalam komunitas yang konsekuen dengan  peningkatan mutu pendidikan, sebagaimana digerakkan oleh Rumah Literasi Sumenep.” urainya panjang lebar,


Ali mengaku dengan keberhasilan prestasi ini, dirinya akan lebih bersemangat untuk meningkatkan kinerjanya. “Dengan perhargaan ini  sama artinya saya ditantang untuk lebih memajukan pendidikan, melaksanakan PPK dengan konsekuan, konsisten mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan siswa di bidang akademik dan kepenulisan,” tukas Ali (syaf)



.

Tulisan Terkait

Utama 4851693381670822316

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item