Sebuah Renungan: Demi Seorang Ibu


"Jika kau terlahir miskin, maka itu bukan kesalahanmu. Tapi, jika kau mati dalam keadaan miskin, maka itu adalah kesalahnmu." "Bill Gates"

Pepatah itu menjadi sindiran keras bagi saya, karena seperti pada kalimat pertama, saya terlahir dari keluarga menengah ke bawah dan sampai saat ini saya belum bisa mengubah keadaan itu. Takdir belum berpihak pada saya. Saya percaya pada Tuhan, jika Tuhan tak menghendaki kehidupan yang saya inginkan dan mematahkan harapan saya, maka Tuhan akan memberikan kehidupan lain yang sebenarnya teramat baik. Setengah perjalanan telah saya lalui, kini saya bisa merasakan emosi dari kisah-kisah yang dulu tak saya mengerti, dan bisa dikatakan kini tengah terjadi dalam hidup saya.

Dulu saya tak banyak tahu tentang perbedaan suatu hal, antara kebahagiaan dan penderitaan serta rasa-rasa lainnya yang tak banyak saya jumpai. Saat itu yang saya tahu dalam hidup saya adalah kenyamanan dan tuntutan kebahagiaan yang harus saya dapatkan lewat apa saja yang saya inginkan, tanpa saya tahu asal kebahagiaan itu.

Semua penderitaan yang saya lihat dan saya alami pada saat itu tak begitu nampak dan tanpa terasa. Hingga sampai waktunya tiba, saat seseorang yang berperan penting dalam hidup saya tiada dan saat saya sudah mulai mengerti dengan semuanya, saat itu pula lah ujian hidup saya dimulai. Perlahan kini kami mulai bangkit melawan keterpurukan kami, dan kami dua wanita tangguh yang saat ini sedang berjuang demi masa lalu dan masa depannya.

Ketika kami harus membayar semua kebahagiaan yang dulu pernah diberikan oleh suami dan ayah kami, yang sebenarnya kami pun tidak menginginkannya. Walaupun demikian saya tahu semua ia lakukan hanya demi kami, sebab itu kami tengah berjuang demi dirimu, Ayah.

Fase-fase itu tentu sangat berat bagi saya hingga dalam perjalan ini saya banyak kehilangan kesempatan menjadi diri yang saya harapkan. Saya pasrahkan semuanya dan ini sudah setengah perjalanan dan saya berhasil melaluinya. Saat ini yang saya harapkan semoga Tuhan memberikan jalan terbaik-Nya demi saya dapat membahagikan ibu saya, yang telah banyak menanggung beban dalam perjalanan yang teramat panjang ini.

"Apa yang kau dapatkan hari ini belum tentu kau dapatkan hari esok, karena mereka yang terus berjuang dan berproseslah yang akan menjadi pemenangnya, dan menang bukan berarti sukses, sukses adalah puncak tertinggi di penghujunh keinginan dan harapan."

Tulisan Terkait

Kolom Aja 4289342286274122784

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item