Mecari Peluang Untuk Menulis

Syaf Anton Wr

“Tulislah apa saja, 80 kata setiap hari”, begitu kata Somerset Maugham, pengarang terkemuka dari Inggris. Artinya, yang penting bagi setiap calon penulis atau pengarang adalah ketekunan dan kegemaran menulis, apa saja yang ditulisnya. Dengan membiasakan diri menulis setiap hari, akan diperoleh kemampuan untuk menuangkan isi hati dan buah pikiran dengan lancar. Kegemaran menulis ini penting, sebab umumnya orang lebih mudah “merasa” daripada “berfikir”, dan lebih sulit lagi mengungkapkan perasaan dan pikirannya dalam bentuk tulisan.

Sekarang yang dipertanyakan; apa dan bagaimana menulis atau mengarang, apa kesulitannya,  dan apa manfaatnya?. Pertanyaan semacam itu tidak selamanya tidak terjawab bila tidak mencoba dan mencoba.

Persyaratan menulis

    Setidaknya ada tujuh modal yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin dapat menulis:

1.    Harus punya  “sesuatu” yang akan ditulis. Sesuatu itu dapat berupa pengalaman,  cerita orang lain, hasil pengamatan, renungan ataupun hasil membaca, yang semuanya mendorong lahirnya ide atau gagasan untuk menulis;
2.    Harus punya dorongan atau tujuan mengarang, misalnya ingin menyampaikan “sesuatu”, ingin menghibur, ingin mendidik atau membimbing orang lain. Jelasnya ingin ”menumpahkan” apa yang terasa menyesak dihati;
3.    Tahu cara menilai informasi dan fakta, apakah itu penting atau tidak, baik atau tidak, juga benar atau tidak, dan perlu atau tidak, juga benar tidaknya suatu informasi dan fakta. Jadi  mencari dan mengolah informasi dan fakta;
4.    Tahu seluk beluk manusia, sebagai penyegar tulisan, sehingga tahu pula kebutuhan pembaca;
5.    Tahu cara bercerita, apakah secara serius, formal, santai,  humor, atau secara informal, akrab sebagaimana orang berbicara biasa.
6.    Tahu merangkai kata menjadi kalimat yang mudah dipahami.
7.    Menguasai perataan  mengarang;

Peralatan Mengarang

    Peralatan yang diperlukan dalam merangkai suatu karangan itu tidak lain adalah berupaka kemampuan atau keterampilan  merangkai kata dan kalimat sesuai dengan keinginan  pengarang, yaitu:

1.    Pelukisan atau penggambaran, yaitu keterampilan melukiskan perasaan, suasana, barang, orang, hewan, alam, gerak, dan sebagainya;
2.    Kemampuan membandingkan atau mempertentangkan;
3.    Kemampuan membuat kiasan atau ibarat, misalnya dengan menggunakan bahasa metafora, ibarat, simbolik, personifikasi   dan sebagainya;
4.    Perulangan atau repetisio
5.    Illustrasi, contoh-contoh, dan anekdot.
6.    Dialog atau percakapan; yaitu kemampuan menyusun dialog dengan hidup sebagai bumbu karangan;
7.    Kutipan-kupitan, pendapat, kesan, pandangan dan sebagainya.
8.    Kata, kalimat, alinea;
9.    Kesatuan, korelasi dan titik berat masalah; artinya sang pengarang harus mampu memelihara kesatuan isi seluruh karangan sehingga menjadi jelas hubungan satu unsur dengan unsur lainnya, serta tampak pula, mana titik berat serta inti karangan;

Kerangka Karangan

    Kerangka karangan (out line)  tampaknya sangat membantu untuk memulai menulis karya. Kerangka karangan yang sempurna memang sangat menentukan hasil karangan yang akan ditulis. Sekalipun demikian harus diingat  bahwa “kerangka karangan” juga berfungsi sebagai pedoman kerja, sehingga pemakaiannya pus harus luwe. Untuk menghindari terjadinya kemacetan dalam penulisan, kerangka karangan harus menganduing topik-topik yang detail, dan setiap bagian utama dari kerangka karangan itu memerlukan pembagian lebih lanjut yang bersifat mengalisis, dalam arti bahwa detail-detal dalam kerangka karangan harus merupakan analisis dari pokok pikiran.

Perancanaan Karangan:


Proses Penulisan Karangan

 

Tulisan Terkait

Asah Literasi 931930536977812648

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item