Kenapa Harus Kongkret?

gambar: pixabay
Belajar konsep pecahan untuk anak kelas dua SD memerlukan ketelatenan. Karena kesalahan konsep yang guru tanamkan akan mengakibatkan kekeliruan fatal kelak saat anak sudah di kelas tinggi.

Anak di kelas awal belum mampu memahami operasi logis matematis tanpa bantuan alat peraga. Jadi guru dalammengajari anak tentang pecahan harus diawali dengan penggunaan  media yang diutamakan menggunakan benda konkret. Beberapa contoh yang bisa dijadikan alternatif untuk pembelajaran pecahan adalah:

Benda yang ada di sekitarsiswa.   
 
Memilih benda yang ada di sekitar siswa dalam menanamkan konsep dasar pecahan sangat penting dilakukan. Benda di sekitar siswa dapat diperoleh dengan cara mengambil barang yang ada di kantin sekolah ataupun di sekitar rumah siswa yang memang sudah biasa dilihat mereka. Misalnya buah apel.

Jika menggunakan benda atau buah yang asing bagi sisw,a, buah kiwi misalnya. Maka kemungkinan akan terjadi miskonsepsi atau kesalahan konsep atau juga kesalahan fokus. Siswa akan lebih tertarik memperhatikan benda asing tersebut daripada membahas esensi materi yang akan dipelajari dari benda tersebut.

Pilihlah benda yang bentuknya teratur.
 
Selain benda di sekitar, keteraturan benda juga menjadi kritetia pemilihan dalam pengenalan konsep dasar pecahan. Misalnya kita memilih buah, pilihlah buah yang memudahkan guru atau siswa untuk memotongnya dengan ukuran yang sama besar.

Benda yang rumit memungkinkan tingkat pemahaman siswa juga semakin rendah. Coba saja menggunakan mangga yang walaupun memang tidak asing lagi bagi siswa, tapi memotongnya masih ada kendala biji yang keras. Jadi mangga, tidak cocok digunakan untuk pembelajaran kali ini. Benda yang memiliki keraturan misalnya roti tawar,  biskuit, buah pepaya, pita dan lainnya.

Bisa juga dengan menggunakan benda semi konkret

Benda semi konkret adalah benda tiruan atau gambar dari benda konkret. Benda ini bermanfaat dalaam pembelajaran. Selain membuat anak berfikir ketingkat lebih tinggi juga memberi kemudahan dan lebih efektif dalam proses pembelajaran.  

Cara menerangkan konsep pecahan pada anak kelas 2 SD
 
Awalnya anak diperkenalkan dengan menggunakan benda konkret, baik menggunakan roti, buah atau pun benda lainnya yang mudah di dapat. Selainitu, guru juga bisa menggunakan kertas dengan berbagai bentuk. Disarankankertas yang berwarna sehingga mencolok untuk memancing perhatian siswa.
Gambar bentuk tersebut bisa berupa bentuk persegi, lingkaran, bujur sangkar ataupun persegi panjang. Siswakelas 2 SD tidak asing lagi dengan bangun datar ini karena sebelumnya sudah dipelajari saat kelas I.
Jika menggunakan benda konkret, Berikut salah satu alternatif dalam langkah-langkah pembelajaran.
  1. Lakukan persepsi untuk memancing perhatian siswa dan mengaitkan dengan pengalaman belajar sebelumnya.
  2. Beritahukan kejutan benda konkret yang dibawa
  3. Ajak siswa melakukan interaksi tanya jawa buntuk mencari tau apa dan bagaimana proses pembelajaran yang akan dilakukan.
  4. Membuat anak penasaran, memberikan stimulus bagianak untuk fokus menyimak pelajaran selanjutnya.
  5. Berikan simpul pada pelajaran yang akan dipelajari hari ini. Simpul bisa berupa materi  pokok ataupun Kompetensi Dasar yang akan dicapai.
  6. Ajak siswa masuk pada materi dengan memberikan cerita untuk membangun pemahaman tentang konsep pecahan.
  7. Misalnya : Andi memiliki sepotong roti, dia akan memberikan roti tersebut pada adiknya. Bagaimanakahcara dia membaginya?
  8. Beri kesempatan anak untuk memecahkan solusinya.
  9. Jelaskan tentang konsep pecahan bahwa roti yang telah dipotong kinipecah menjadi dua bagian. Satu bagian namanya satup erdua, satu  bagian lainnya juga satu perdua.
  10. Tulis di papan, bagaimana cara menuliskan pecahan yang benar. Dengan menggunakan garis bawah 1   2.   Bukan menggunakan garis miring ½.
Bagaimana jika menggunakan benda semi konkret? 
  1. Sediakan gambar bentuk lingkaran, bujur sakarton atau kertas manila masing-masing dua.
  2. Satu gambar dibiarkan utuh, sedang sisanya dilipat dua.
  3. Setengah bagiandari salah satu sisinya diarsir atau diberi warna untuk membedakan bagian separuhnya atau satu perdua, seperti gambar berikut:
  4. Tunjukkan kepada siswa gambar yang tidak diarsir. Terangkan bahwa benda tersebut mewakili bilangan satu. 
  5. Lipat bagian tersebut sehingga kita dapat menunjukkan kepada siswa bahwa benda yang utuh tadi menjadi dua bagian yang sama. 
  6. Potong sesuai lipatan yang dibuat.
  7. Tunjukkan pada siswa bagian yang dipotong tadi, masing-masing potongan merupakan setengah bagian bendaa tersebut.
  8. Setelah siswa mengerti bahwa bagian yang diarsir nilainya setengah dan yang tidak diarsir juga nilainya setengah. 
Tunjukan bahwa angka satu berasal dari bagian yang dipotong dan angka dua berasal dari jumlahpotongan yang sama, serta beritahukan cara membacanya
Berikan latihan berulang-ulang kepada siswa.
 
Widayanti, S.Pd
Guru SDN Kapedi 1 dan aktivis Rumah Literasi Sumenep


Tulisan Terkait

Eksaina 3815073562801925415

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item