"Siti dan Peri Gigi" Mengajak Anak Berimajinasi

Secara naluriah, setiap anak senang dengan cerita atau dongeng karena berkembangnya kemampuan berbicara anak semakin menuntut keingintahuan mereka akan banyak hal dengan cara diceritakan. Bercerita atau mendongeng merupakan metode sekaligus media komunikasi yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi meskipun peran dan fungsinya kini mulai tergantikan oleh tayangan-tayangan televisi dan game di komputer atau gadget di android. Padahal, bercerita atau mendongeng dapat membangun dan mengembangkan kepribadian anak.

Namun dalam perkembangannya kemampuan anak tidak hanya mendengarkan cerita, namun telah mengarah untuk bercerita bahkan menulis cerita. Sebab mendengarkan cerita, maupun menceritakan sesuatu yang menarik sesuai dengan imajinasi anak  akan membangkitkan semangat keinginantahuannya pada sesuatu. Dari dasar inilah imajinasi anak makin menguat dan kemudian dilanjutkan melalui bahasa tulis.

Hal ini telah dilakukan oleh Yasmin Nadila Fachrunnisa (9 tahun) dan Alvian Noor Nasyraa (8 tahun) siswa SDN Kapedi I Kecamatan Bluto Sumenep Jawa Timur. Keduanya tampak mempunyai potensi besar untuk mengembangkan kemampuannya balam bidang kepenulisan. Memang menjadi penulis cerita kini banyak diimpikan anak-anak. Imajinasi anak kini pun semakin liar sehingga cerita mereka kerap berbeda dan menarik pembaca. Imajinasi dan kreativitas anak-anak harus terus distimulasi. Untuk itu peran guru di sekolah, orang tua maupun lingkungan menjadikan media dan patner yang baik. 

Sebuah cerita merupakan refleksi kehidupan, baik secara nyata maupun melalui imajinasi, dari unsur itulah akan memiliki daya tarik tersendiri bagi pendengar dan pembacanya, khususnya bagi anak-anak. Alur dan tutur cerita memberikan sentuhan emosi yang luar biasa dalam kesehariaan anak, sehingga cerita memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kepribadian anak. 

Banyak manfaat ketika anak mampu menulis cerita, antara lain mentimulasi daya imajinasi dan kreativitas, memperkuat daya ingat, serta membuka cakrawala pemikiran anak menjadi lebih kritis dan cerdas. Selain  menumbuhkan empati dalam diri anak serta memberikan efek menyenangkan, bahagia dan ceria, khususnya bila cerita yang disajikan adalah cerita lucu. Secara psikologis, cerita lucu membuat anak senang dan gembira. Rasa nyaman dan bahagia lebih memudahkannya untuk meyerap nilai-nilai yang tersurat maupun tersirat dalam cerita yang ditulisnya.

Barangkali itulah yang diinginkan kedua penulis cilik dalam buku “Siti dan Peri Gigi” ini, dengan harapan buku ini menjadi motivasi kepada teman-teman seusianya, sebab dengan menulis menjadi alat yang sangat ampuh dalam belajar yang dengan sendirinya memainkan peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan.  

Cover buku ini digambar oleh pelukis cilik Cantika Dwi Karunia, siswa kelas SD dan gambar dalam dihiasi oleh illustrator cilik Hammad Hamdan Zulqornaen 

Penerbit Rumah Literasi Sumenep



Tulisan Terkait

Utama 8675736291000007123

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item