Ketika Sang Cerpenis Beraksi

M. Shoim Anwar
Sajian workshop penulisan di Rumah Literasi Sumenep (RULIS) kemarin, sengaja ditekankan pada penulisan cerita dan puisi, selain sebagai pengembangan ilmu menulis para peserta juga agar untuk disampaikan kepada murid, sehingga yang disajikan hanya sekitar 20% teori selebihnya teknis dan praktek.

M. Shoim Anwar misal, sebagai penyaji menulis cerita memberi gambaran cerita spontan dengan setting cerita terjadi di desa Pabian. Dengan tokoh cerita anak bernama “Kadis” yang tiba2 menghilang dari rumah tanpa sebab. Tentu sang orang tua dan keluarganya bikin sibuk dan kalang kabut, sehingga memunculkan polemik dalam lingkungannya.

Kecenderungan masyarakat masih percaya pada mitos, hilangnya Kadis ditengarai diambil oleh "wewe gombel (bi-ibi)" sehingga untuk bisa menemukan Kadis masyarakat mencarinya dengan menabuh kentongan atau alat-alat lainnya dengan irama yang disepakati. Perncarian terus berlangung.

Cerita yang diperagaan dengan sempurna oleh sang cerpenis ini sungguh memukau peserta. Tapi selanjutnya peserta bukan sekedar menikmat cerita, namun juga diberi tanggung jawab menuliskan kembali cerita tersebut (tentang Kadis) dengan cerita dan ending versi perserta.


Tulisan Terkait

Ekspresi 1174790376570592534

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item