Indahnya Sakit Hati

Oleh; Suhartatik

Ketika aku sendiri, pelan-pelan aku rasakan sakit hati dan kecewa terhadap apa yang telah dia lakukan padaku. Selama bertahun-tahun tahun hidup berumahtangga belum pernah aku temukan ketulusan dari tatapan mata dan sikapnya. Belum pernah aku genggam kebahagiaan yang utuh. Karena semuanya harus luntur oleh kata-katanya yang tajam dan berbisa melukai hati, jiwa, dan pikiranku.

Ketika keputusasaan hampir menyapa, beruntung seorang sahabat memberiku mutiara kata yang bijak. Sebuah nasehat yang membuatku merasa tenang dan mampu menemukan kembali senyuman yang sempat hilang. Kata-katanya mampu memberiku semangat bahwa hidup ini sangat berharga. Terlalu indah untuk disia-siakan. Dia berkata bahwa sakit hati obatnya hanya dengan kerelaan dan keikhlasan untuk melupakan yang terjadi. Dia pun berbisik” ingat, kawan..tidak ada dokter, dukun, atau ilmuwan manapun yang bisa menyembuhkan sakit hati. Yang bisa hanya dari dirimu sendiri!!! Yang harus kamu lakukan adalah, berbaringlah dan nikmati rasa sakit itu. Semakin sakit hati, kita semakin bisa merasakan bahwa kita punya hati...dan itu semakin menyadarkan kita bahwa kita ada dan hidup. Seperti halnya sakit gigi, kita merasa punya gigi ketika sakit itu menimpa gigi kita. Kawan...bersabarlah dan nikmatilah... sakit hati itu adalah anugerah dari Tuhan. Karena Dia sayang kita...”

Ketika aku mencoba menikmati desiran rasa sakit itu, aku bisa tersenyum kembali...ternyata sakit hati itu indah...!!


Begitulah sekelumit ilustrasi cerita yang bisa dianggap fiksi maupun nonfiksi. Terserah para pembaca saja menilai rangkaian cerita di atas yang tak pernah ditemukan secara jelas unsur-unsurnya. Yang terpenting disini kita ingin membahas masalah sakit hati. Apa sebenarnya sakit hati itu???  Sebenarnya, sakit hati itu adalah pembelajaran agar kita lebih dewasa.

Sakit hati ibarat sebuah cermin yang retak. Tak mungkin lagi bisa kembali mulus dan sempurna seperti sediakala. Atau ibarat paku yang tertancap di dinding, kemudian kita cabut. Maka lihatlah akan ada jejak membekas yang menganga di sana.

Sakit hati adalah hal yang harus dilalui setiap orang di dunia. Orang yang merasa manusia dan merasa punya hati/ perasaan. Sakit hati akan memberi warna dalam hidup. Ada airmata kesedihan, ada pula tawa kebahagiaan. Sakit hati akan memberi pelajaran berharga pada kita untuk bisa lebih bersyukur akan hidup dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Sakit hati akan mengajarkan kita sebuah ilmu keikhlasan dan tawakkal kepada Allah SWT. Dengan sakit hati kita bisa mengingat kembali bahwa kita hanya aktor yang harus menjalani skenario sang sutradara. Apapun yang telah terjadi kepada kita, semua telah menjadi kehendakNya. Sebagai orang yang beragama kita telah meyakini adanya qada’ dan qadar. Sakit hati akan mengajari yang lemah untuk menjadi kuat. Sakit hati akan mengajarkan kepada kita sebuah ketulusan dan kesungguhan dalam berdoa. Biasanya, ketulusan, kesungguhan dan kepasrahan sebuah doa  akan muncul ketika sakit hati mendera. Di sana ada harapan yang besar dan  keinginan yang luar biasa agar doanya terkabulkan.

Sakit hati mengajari kita sebuah makna kesabaran dan arti memaafkan. Jika kita mau menyadari, sabar adalah kunci kesuksesan seorang hamba. Sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya: “ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersikap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah SWT supaya kamu beruntung (QS:3:200).

Sedangkan memaafkan memang mudah sekali diucapkan. Akan tetapi terasa sulit diiyakan oleh hati. Nah, disinilah kita berusaha membujuk hati untuk memberi maaf kepada orang-orang yang telah menyakiti kita. Rasa gelisah, karena amarah akan membelenggu kita jika tak mampu benar-benar memaafkan orang yang melukai hati kita. Jadi, dari sakit hati inilah kita banyak belajar arti memaafkan yang tulus demi kedamaian hati kita sendiri.

Sakit hati akan menjadi bagian dari hidup untuk menjadi lebih sempurna. Karena dengan sakit hati, kita belajar introspeksi diri, belajar melihat kesalahan kita. Sakit hati akan membuat kita sadar dan belajar lebih banyak dari kenyataan yang terjadi. Banyak orang yang mampu mempersembahkan karya besar dikarenakan menggenggam modal awal dari cacian dan hinaan.  Sakit hati mampu melahirkan semangat untuk bisa bangkit membuktikan potensi yang ada dalam diri seseorang. Sakit hati terkadang datang dari kritikan pedas, ocehan-ocehan tak berkelas dan hinaan orang-orang tak bermoral.

Akan tetapi, jangan kemudian kita jatuh karena hal tersebut. Justru disitulah kesempatan kita untuk membuktikan apa yang menjadi kelebihan- kelebihan kita. Lebih baik, kita bersikap laksana batu cadas, tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran salju yang menderanya setiap saat, dan justru semakin kuat dan padat dengan tumpukan butiran salju di sekujur tubuhnya. Artinya, ketika kita terusik dan terpengaruh oleh segala hinaan mereka, berarti kita telah memberi peluang pada mereka untuk menghancurkan kita. Merusak segala impian, kesempatan dan harapan-harapan kita selama ini. Tidak sedikit orang yang hancur baik reputasinya, maupun jabatannya dikarenakan tidak bisa menahan sakit hati yang diluapkan dalam emosi yang membutakan, sehingga bersikap anarkis yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.

Jadi, obat dari sakit hati itu berawal dari pikiran positif. Biarkan mereka sibuk mencari cara untuk menyakiti kita. Hal terpenting kita selalu siap dan mampu menerima sakit itu sebagai cambuk untuk melesat lebih jauh dari tempat mereka berpijak. Nikmati sakit hati itu dengan senyuman..karena ternyata banyak menyimpan keindahan dan kenikmatan di balik semua luka yang kita derita..





Tulisan Terkait

Cerpen 7252545558941033093

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item