Batman Teacher, Kisah Petualangan Seorang Guru.

Kegiatan menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir yang teratur, sehingga apa yang ditulis mudah dipahami pembaca atau penikmat. Sebuah tulisan dikatakan baik dan menarik apabila tulisan yang disampaikan jelas dan bermakna serta memenuhi kaidah gramatika. Jadi kemampuan menulis seseorang merupakan kemampuan untuk menuangkan buah pikiran, ide, gagasan, dengan mempergunakan rangkaian bahasa tulis yang baik dan benar. Hal ini tentu berlaku pada tulisan apa saja, termasuk didalamnya menulis cerita.

Banyak orang yang pandai bercerita secara lisan, namun kerap mengalami kesulitan saat ingin menuliskan ceritanya menjadi sebuah karya tulis,  sebagaimana yang ada dalam tulisan cerita pendek (cerpen). Hal itu terjadi mungkin karena orang tersebut tidak mengetahui dan menguasai keterampilan bercerita. Namun tidak sedikit pula kedua keinginan tersebut dimiliki seseorang, trampil menulis cerita dan bahkan menceritakan dalam bahasa lisan.

Pada saat ini menulis cerpen dapat dilakukan oleh berbagai kalangan misalnya para artis yang sibuk, para aktifis dan atau siapa saja yang memiliki kemampuan menulis cerita, termasuk dilakukan oleh para guru. Menulis cerpen sangat bermanfaat, karena diantaranya melepaskan beban fikian kedalam sebuah cerita, mengeluarkan unek – unek dari dalam hati dan mampu membebaskan permasalahan kedalam bentuk karya sastra. Namun banyak orang yang mengalami kesulitan saat ingin melakukannya.

Sesuai dengan sifatnya cerita yang pendek ini, bisa dan dapat dibaca dalam waktu singkat, kapanpun dan dimanapun mereka ada waktu luang. Diperjalanan, di rumah ataupun di ruang terbuka. Hal inilah yang menjadi pilihan para pembaca cerpen, karena saat membacanya tidak perlu tempat tersendiri dan tidak membebani pikiran.

Salah orang guru yang juga cerpenis mencoba mengelaborasi pengalaman pribadinya ke dalam sebuah cerita pendek. Widayanti, S.Pd, yang kini berprofesi sebagai guru SDN Kapedi 1 Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura ini mencoba menuangkan imaji kreatifnya dalam buku cerpen Batman Teacher. Judul buku ini menjadi pilihan karena “batman” dan “teacher” mempunyai makna tersendiri bagi dirinya lantaran terkait proses kreatifnya pada saat ia bertugas di SDN Kalowang V   (desa Kalowang) wilayah kecamatan Gayam, Pulau Sepudi, Sumenep.
Batman (pada walnya The Bat-Man) adalah tokoh fiksi pahlawan super yang diciptakan oleh seniman Bob Kane dan ditulis  Bill Finger dan diterbitkan oleh DC Comics. Tokoh ini pertama muncul di Detective Comics #27 (Mei 1939). Identitas asli Batman adalah Bruce Wayne, seorang pengusaha yang kaya raya. Nama Bruce Wayne itu sendiri diambil dari nama tokoh sejarah, yaitu Robert the Bruce dan Anthony Wayne.

Batman beroperasi di Gotham City, dibantu oleh Alfred Pennyworth (butler) dan rekannya Robin. Tidak seperti pahlawan super kebanyakan, dia tidak memiliki kekuatan super, ia hanya menggunakan intelegensi, keterampilan sebagai detektif, ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan, ketangkasan fisik, dan intimidasi dalam memerangi kejahatan. (Wikipedia)

Kisah Batman inilah yang menjadi inspirasi Widayanti Rose kemudian disinergikan dengan latar dan tempat ia bergumul dalam kehidupannya saat di Kalowang. Kalowang mempunyai arti (Madura) kelelawar besar, merupakan makhluk yang sangat menarik dan memiliki kemampuan  indera yang luar biasa dalam penentuan arah, khususnya kemampuan mengindera tempat dan benda dengan suara yang terpantul.

Jadi Batman Teacher dalam  buku cerpen ini akan menjadi sumber inspirasi bagi pembaca, bukan hanya pada kisah yang dituangkan, tapi lebih tajam lagi bagaimana cerita ini menjadi  gerak yang dihidupkan oleh penulisnya. Gerak seorang guru yang telah menautkan kehidupan dalam gerak berjuang dan perjuangan. Tentu suka dan duka akan menjadi ramuan manis tapi romantis dalam sebuah perjalanan panjang dalam kehidupan anak manusia.  Barangkali tulah realitas seorang bila tertambat dalam sebuah pertanggung jawaban pada lingkungan dan dunia masa yang akan datang.

Cepen ini cukup menarik untuk disimak, juga bisa menjadi tuntutan bagi pembaca, karena dengan sadar kita membaca cerpen ini, akan melahirkan ketidak-sadaran bahwa sebenarnya kita telah masuk dalam jiwa dan semangat tokoh cerita.

Saya dan aktifis Rumah Literasi Sumenep,  mengucapkan selamat pada Widiyanti Rose yang telah memproses cerita pendek ini sekaligus membagikan pengalaman kreatifnya kepada pembaca, semoga cerita ini yang berdasar pengalaman pribadi memiliki dayak tarik dan arti tersendiri, serta semakin mendekatkan kita pada realitas yang ada sekitar kita. (rulis)

Tulisan Terkait

Terbitan Buku 7724694298672084510

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item